Kompas.com - 27/05/2020, 13:55 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk menerapkan skenario new normal atau pola hidup normal baru.

Menurut dia, saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak bisa diterapkan secara murni dan masyarakat harus bisa beraktivitas.

Namun, protokol kesehatan tetap harus diterapkan untuk mengurangi potensi penularan Covid-19.

"Jadi psikologis masyarakat dipertimbangkan. Enggak bisa terus di rumah saja. Namun dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan," ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (28/5/2020).

Baca juga: Anggota DPRD DKI Minta Pemprov DKI Serius Atur Kegiatan di Pasar untuk Cegah Covid-19

Prasetyo menjelaskan, dengan konsep new normal pusat perbelanjaan akan bisa kembali beroperasi dengan pembatasan pengunjung.

Termasuk bioskop dan restoran bisa dibuka sebagian dengan mewajibkan penggunaan masker dan menyesuaikan jarak fisik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebaran virus Corona jenis baru (SARS-CoV-2), lanjut dia, harus dilawan dan ditangani dengan baik sesuai dengan protokol yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

"Makanya protokol kesehatan wajib diterapkan saat beraktivitas. Sifatnya wajib," ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPRD DKI: TNI, Polri dan Dinkes Harus Siap jika PSBB Dilonggarkan

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menggodok protokol yang akan diterapkan di Ibu Kota saat kenormalan baru diberlakukan.

"Kami akan umumkan protokol-protokol untuk setiap sektor industri, dan protokol-protokol yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (26/5/2020).

Menurut Anies, protokol tersebut akan diumumkan setelah adanya keputusan apakah PSBB di Jakarta berakhir atau diperpanjang.

"Nanti (diumumkan), sesudah kami putuskan PSBB diteruskan atau tidak," tegasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Megapolitan
Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Megapolitan
Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Megapolitan
Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Megapolitan
Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Megapolitan
Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Megapolitan
Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Megapolitan
4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Megapolitan
Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Megapolitan
Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.