Dampak Covid-19, Sebanyak 17.298 Karyawan Kena PHK di Banten

Kompas.com - 28/05/2020, 07:23 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Jumat (13/3/2020). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINGubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Jumat (13/3/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 17.298 orang karyawan di Banten mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim mengatakan, selain belasan ribu orang yang terkena PHK itu, ada puluhan ribu karyawan lainnya yang harus dirumahkan sementara.

Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten pada 20 Mei mencatat ada 27.569 karyawan yang harus dirumahkan.

"Sedangkan jumlah perusahaan yang tutup mencapai 59 perusahaan," kata Wahidin Halim dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

Baca juga: Perkantoran Tutup, Penggunaan Listrik di Banten Menurun Selama Pandemi Covid-19

Karena itu, dia meminta agar pemudik dan para pencari kerja tidak mendatangi Banten dalam waktu dekat.

"Jangan mencari kerja di Banten. Saat ini Banten sedang sulit lowongan kerja," ujar dia.

Data terbaru hari ini, Banten berada di urutan ketujuh terbanyak kasus Covid-19 dari 34 provinsi di Indonesia.

Di Banten tercatat 817 kasus positif Covid-19 dengan 66 dinyatakan meninggal dunia, 181 kasus dinyatakan sembuh dan sisanya masih dirawat.

Kasus terbanyak dari Kota Tangerang dengan jumlah kasus 343, disusul Kota Tangerang Selatan 229 kasus dan Kabupaten Tangerang dengan 162 kasus.

Kabupaten Serang mencatat 10 kasus, Kota Serang 9 kasus, Kota Cilegon 5 kasus, Kabupaten Pandeglang 3 kasus, dan Kabupaten Lebak 2 kasus.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Diperpanjang, TransJakarta Tak Ubah Jadwal Beroperasi

PSBB Diperpanjang, TransJakarta Tak Ubah Jadwal Beroperasi

Megapolitan
Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan Selama Sebulan, Empat Kafe dan Satu Warnet di Bekasi Disegel

Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan Selama Sebulan, Empat Kafe dan Satu Warnet di Bekasi Disegel

Megapolitan
Viral, Video Sekelompok Pemuda Ngebut Naik Motor Sambil Bawa Celurit di Bekasi

Viral, Video Sekelompok Pemuda Ngebut Naik Motor Sambil Bawa Celurit di Bekasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Ringan Siang Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Ringan Siang Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Rekor Baru, Bertambah 366 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 27 September: Rekor Baru, Bertambah 366 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Pemkot Jakut dan TNI Bersihkan Lumpur di Sungai Cegah Banjir

Megapolitan
Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Pelayanan Diprotes Blogger Trinity, Bandara Soekarno-Hatta Minta Maaf

Megapolitan
Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Motif Tersangka Lakukan Pemerasan untuk Rapid Test di Bandara Soetta karena Inginkan Uang Lebih

Megapolitan
Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Kemenkumham Sebut Belum Ditemukan Keterlibatan Petugas Lapas atas Kaburnya Cai Changpan

Megapolitan
Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Tepergok, Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli agar Bisa Makan

Megapolitan
UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 27 September: Tambah 1.186 Kasus di Jakarta, Total 1.692 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Antisipasi Banjir, Plh Sekda Minta Endapan Lumpur di Saluran Air Segera Dikeruk

Megapolitan
13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

13 Hari Operasi Yustisi di Jakarta, Denda Terkumpul Rp 282 Juta

Megapolitan
Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Kecelakaan di Kuningan, Pengendara Motor Tewas Usai Terbentur Tiang Monorel

Megapolitan
Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Pilkada Saat Pandemi Covid-19, TPS di Depok Ditambah 598 Titik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X