Kompas.com - 29/05/2020, 06:26 WIB
Giat petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur penyekatan larangan mudik dan PSBB di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2020). Dokumentasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta TimurGiat petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur penyekatan larangan mudik dan PSBB di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang lolos melewati pos penyekatan dan masuk ke wilayah Jakarta setelah mudik ke Tegal, Jawa Tengah. Mereka tidak termasuk dalam kelompok pengecualian yang diperbolehkan pemerintah bepergian antar kota.

Empat warga yang tinggal di Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu masuk Ibu Kota tanpa memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) sebagai salah satu syarat bepergian keluar kota di tengah pandemi Covid-19.

Mereka pun sampai dirumah dengan nyaman tanpa tahu apakah membawa virus corona atau tidak.

Baca juga: Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Kompas.com coba merangkum beberapa fakta terkait lolosnya empat itu masuk Jakarta tanpa SIKM.

Lurah bingung warganya lolos tanpa SIKM

Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono, dia belum tahu bagaimana modus keempat orang ini bisa melewati pos penyekatan dan kembali masuk ke Jakarta.

"Modusnya kurang ngerti juga nih dia lolosnya gimana. Yang pasti tidak dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) palsu. Mereka ngakuin tidak punya SIKM," kata Bayu, Kamis (28/5/2020)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bayu, empat orang itu ketahuan dari laporan RT dan RW di kediaman empat warga itu. Pengurus RT/RW setempat memberi tahu bahwa empat orang tersebut baru saja pulang dari kampung halaman di Tegal.

"Jadi, infonya dia nyampenya kemarin pagi. Saya bilang cek dulu dah punya SIKM enggak? Kalau  punya sih enggak masalah," kata Bayu.

Ketika diperiksa, keempat warga yang terdiri dari tiga penjual nasi goreng dan satu penjual cilok itu mengaku tidak punya SIKM.  

Mereka tidak menjelaskan bagaimana mereka bisa lolos melewati pos penyekatan. Ketiga tukang nasi goreng hanya mengaku datang ke Jakarta menggunakan travel dan satu orang menggunakan sepeda motor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Megapolitan
KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

Megapolitan
Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Megapolitan
Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Megapolitan
Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Rachel Vennya Datang Pemeriksaan Lebih Cepat dari Jadwal, Polisi Duga untuk Hindari Media

Megapolitan
WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

WNA Nigeria Jadi Otak Kasus Penipuan Bermodus Black Dollar, Ini Fakta-fakta Kasusnya

Megapolitan
Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Ramai soal Nopol RFS Mobil Rachel Vennya, Siapa yang Boleh Menggunakannya?

Megapolitan
Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Diperiksa Terkait Mobil Bernopol RFS, Rachel Vennya Datang ke Polda Lebih Awal

Megapolitan
Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Polisi Buru Sekawanan Begal yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Megapolitan
RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

Megapolitan
Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Megapolitan
Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.