Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Kompas.com - 29/05/2020, 18:51 WIB
Rapid test pelanggar PSBB di Pasar Obor Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020). Dokumentasi Kecamatan Pasar ReboRapid test pelanggar PSBB di Pasar Obor Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar tradisional disebut menjadi salah satu lokasi yang banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana mengatakan, masih banyak masyarakat di pasar tradisional yang belum menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Jadi khususnya di pasar tradisional ini yang paling banyak pelanggaran, khususnya dalam hal pemakaian masker. Kemudian masalah menjaga jarak fisik atau physical distancing," ujar Nana kepada wartawan di Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Hasil Rapid Test, Seorang Pedagang Pasar Perumnas Klender Reaktif Covid-19

Nana menjelaskan, pasar tradisional akan menjadi salah satu titik yang akan diawasi oleh petugas gabungan TNI-Polri pada saat pemberlakuan kenormalan baru.

Pengawasan di lokasi akan lebih diperketat karena protokol kesehatan kerap diabaikan ketika pasar dalam kondisi ramai pengunjung.

"Di pasar-pasar yang memang di situ tempat keramaian, nanti floating (petugas) akan terus kita lakukan," kata Nana

"Ke depannya akan kita lebih perkuat lagi (pengawasan)," lanjutnya.

Adapun dalam melakukan pengawasan penerapan kenormalan baru, Polda Metro Jaya akan mengerahkan sekitar 3.972 personel.

Nantinya para petugas akan disebar di sejumlah titik yang sudah dipetakan, mulai dari pasar hingga prasarana transportasi.

"Seperti MRT, kemudian KRL, kemudian pasar. Sementara masih terbatas di mana ada keramaian. Di situ lah anggota kita," kata Nana

Menurut dia, pengawasan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pengerahan pasukan TNI-Polri untuk persiapan tatanan kehidupan normal baru akan dilakukan di empat provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo, dan 25 kabupaten/kota.

Jokowi berharap kehadiran personel TNI-Polri di ruang publik membuat masyarakat lebih tertib dan taat dalam mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

"Lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB," ujar Jokowi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hindari Paparan Radiasi Sinar UV pada Pukul 10.00 - 13.00 Hari Ini

Hindari Paparan Radiasi Sinar UV pada Pukul 10.00 - 13.00 Hari Ini

Megapolitan
Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Guru di Kota Tangerang Diminta Siap Mengajar dari Pintu ke Pintu

Megapolitan
Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Citilink Beri Layanan Rapid Test Gratis, Ini Persyaratannya

Megapolitan
Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Diprediksikan Hujan Nanti Malam

Megapolitan
Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Mengintip Isi Raperda Kota Religius yang Diusulkan Pemkot Depok

Megapolitan
Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Saat Hobi Memasak Alihkan Stress Akibat Gagal PPDB Jakarta 2020

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X