Kompas.com - 31/05/2020, 14:10 WIB
Foto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan dua warga berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARFoto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan dua warga berjalan di trotoar Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Pejalan Kaki menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menyiapkan jalur di trotoar dan halte yang memungkinkan pejalan kaki menerapkan kenormalan baru (new normal).

Dengan adanya jalur itu, pejalan kaki dapat menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik. Hal itu perlu, khususnya di wilayah dengan jalur pedestrian sempit atau di area dekat stasiun dan halte.

"Misalnya di halte transit Harmoni, itu kan kiri dan kanannya itu trotoarnya sangat sempit. Nah mau tidak mau Pemprov DKI Jakarta kami sarankan untuk melakukan kanalisasi minimal 1,5 meter jalan raya," kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus, Minggu (31/5/2020).

Alfred menjelaskan, jika merujuk pada protokol kesehatan setiap orang harus menjaga jarak fisik minimal satu meter. Jika mengacu ke aturan itu, jalur pedestarian harus memiliki lebar minimal dua meter.

Baca juga: Kewalahan Cegah Pedagang Jualan di Trotoar Tanah Abang, Camat Kerahkan Lebih Banyak Satpol PP

"Di tempat-tempat yang volume para pejalan kakinya tinggi itu perlu dibuatkan simulasi jalur pedestarian yang memang bisa menjaga jarak," kata dia

Fakta di lapangan, tidak semua trotoar memiliki lebar yang memadai yang memungkinkan orang bisa menjaga jarak fisik.

Untuk itu, lanjut Alfred, perlu dilakukan kanalisasi atau penyediaan jalur tambahan sementara bagi pejalan kaki.

"Jadi kami mengimbau kepada dinas perhubungan terus Bina Marga juga Satpol PP untuk mengebut ini (kanalisasi)," kata dia.

Di sisi lain, para pejalan kaki juga diimbau untuk lebih proaktif menjaga jarak fisik dengan tidak memaksakan diri berjalan di trotoar saat kondisi padat.

"Kalau kita bicara droplet, sentuhan fisik, jangan sampai nanti kawasan yang penuh pejalan kaki ini jadi klaster baru (Covid-19)," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artis Rio Reifan Tertangkap Basah Pesan Sabu Lewat Ojol

Artis Rio Reifan Tertangkap Basah Pesan Sabu Lewat Ojol

Megapolitan
Pertamina Anggap PN Jaksel Tak Berwenang Tangani Sengketa Lahan Pancoran Buntu II

Pertamina Anggap PN Jaksel Tak Berwenang Tangani Sengketa Lahan Pancoran Buntu II

Megapolitan
Bantah Ada Rapat Bahas Pembunuhan Nus Kei di Rumahnya, Anak John Kei: Itu Papa Beri Nasihat untuk Adik-adik

Bantah Ada Rapat Bahas Pembunuhan Nus Kei di Rumahnya, Anak John Kei: Itu Papa Beri Nasihat untuk Adik-adik

Megapolitan
KPAI Jemput Bola Tangani Kasus Istri Dianiaya dan Dilarang Bertemu Anak di Serpong

KPAI Jemput Bola Tangani Kasus Istri Dianiaya dan Dilarang Bertemu Anak di Serpong

Megapolitan
BNN Gagalkan Penyelundupan 75 Kg Sabu dari Aceh yang Dikendalikan Napi Lapas

BNN Gagalkan Penyelundupan 75 Kg Sabu dari Aceh yang Dikendalikan Napi Lapas

Megapolitan
Para Pengungsi Asing Demo Ingin Bertemu Jokowi Minta Bantuan

Para Pengungsi Asing Demo Ingin Bertemu Jokowi Minta Bantuan

Megapolitan
Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

Megapolitan
Artis Rio Reifan Ditangkap dengan Barang Bukti 1,21 Gram Sabu

Artis Rio Reifan Ditangkap dengan Barang Bukti 1,21 Gram Sabu

Megapolitan
Bersaksi di Sidang, Anak John Kei Cerita soal Utang Nus Kei Rp 1 Miliar kepada Ayahnya

Bersaksi di Sidang, Anak John Kei Cerita soal Utang Nus Kei Rp 1 Miliar kepada Ayahnya

Megapolitan
Pengungkapan Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Kepala BPPBJ Terkendala Covid-19

Pengungkapan Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Kepala BPPBJ Terkendala Covid-19

Megapolitan
Rizieq Shihab Tidak Jalani Tes PCR Begitu Tiba di RS Ummi Bogor, Ini Penyebabnya...

Rizieq Shihab Tidak Jalani Tes PCR Begitu Tiba di RS Ummi Bogor, Ini Penyebabnya...

Megapolitan
Saksi: Rizieq Shihab Tak Tahu Sampel Swab-nya Dibawa ke RSCM

Saksi: Rizieq Shihab Tak Tahu Sampel Swab-nya Dibawa ke RSCM

Megapolitan
Berusia 104 Tahun, Wirjawan Ajak Lansia Tidak Takut Divaksinasi Covid-19

Berusia 104 Tahun, Wirjawan Ajak Lansia Tidak Takut Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Megapolitan
Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X