Pengunjung Museum di Kota Tua Akan Dibatasi Saat New Normal Berlaku

Kompas.com - 02/06/2020, 14:29 WIB
Foto udara kawasan Kota Tua yang sepi saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Sabtu (18/4/2020). Selama masa PSBB, aktivitas di jalanan, gedung dan sudut-sudut kota surut. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto udara kawasan Kota Tua yang sepi saat diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Sabtu (18/4/2020). Selama masa PSBB, aktivitas di jalanan, gedung dan sudut-sudut kota surut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pengunjung museum di kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat akan dibatasi sekitar 25 persen dari daya tampung saat new normal atau kenormalan baru berlaku.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta akan berakhir 4 Juni ini. Ada wacana, setelah itu Jakarta menerapakan new normal. Namun kepastian soal itu akan diumumkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat ini. 

"Jadi masuk wilayah kawasan Museum Sejarah, Museum Wayang itu dilihat kapasitas gedung berapa ketika dimasuki pengunjung. Contoh kalau kapasitas 50 orang dalam gedung, berarti yang masuk 25 persen pengunjung," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua Deddy Tarmizi saat dihubungi, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Wisata Kota Tua Bersiap Jelang New Normal, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Jaga Jarak

Jika ada pengunjung yang keluar, baru para pengunjung yang lainnya boleh masuk.

"Supaya orang tidak ramai berkumpul, bersingggungan di situ misalkan masuk 12 orang. Begitu yang 12 orang sudah keluar melalui pintu belakang, petugas di pintu belakang kontak ke pintu masuk, lalu pengunjung berikutnya masuk," ucap Deddy.

Deddy menjelaskan pembatasan jumlah pengunjung itu dilakukan bertahap.

Bila situasi membaik atau kasus Covid-19 tidak terus bertambah dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan keputusan maka proses pembatasan secara perlahan akan dihapus.

"Nanti begitu fase kedua kondisi makin melandai, penyakit makin berkurang. Pengunjung yang masuk 50 persen, lalu 75 persen, sampai kepada masuk normal," kata Deddy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditanya Kinerja Ruhamaben di BUMD Tangsel, Benyamin Davnie Enggan Beri Penilaian

Ditanya Kinerja Ruhamaben di BUMD Tangsel, Benyamin Davnie Enggan Beri Penilaian

Megapolitan
Benyamin Davnie Akui Belum Tindak Semua Bangunan yang Langgar Aturan di Tangsel

Benyamin Davnie Akui Belum Tindak Semua Bangunan yang Langgar Aturan di Tangsel

Megapolitan
Sampai Saat Ini, Benyamin-Pilar Klaim Tak Pernah Ada Konflik Agama di Tangsel

Sampai Saat Ini, Benyamin-Pilar Klaim Tak Pernah Ada Konflik Agama di Tangsel

Megapolitan
Tutup Debat Kandidat Putaran kedua, Azizah-Ruhamaben Duet Lagu Kampanye

Tutup Debat Kandidat Putaran kedua, Azizah-Ruhamaben Duet Lagu Kampanye

Megapolitan
Serap Aspirasi Masyarakat, Benyamin-Pilar akan Bekerja di Kantor RT/RW

Serap Aspirasi Masyarakat, Benyamin-Pilar akan Bekerja di Kantor RT/RW

Megapolitan
Gambar Paslon 1 Dicopot Satop PP, Azizah: Yang Melanggar Harus ditindak Tegas

Gambar Paslon 1 Dicopot Satop PP, Azizah: Yang Melanggar Harus ditindak Tegas

Megapolitan
Benyamin Sebut Pemkot Tangsel Sudah Sediakan Wi-Fi di Masjid Hingga Perpustakaan

Benyamin Sebut Pemkot Tangsel Sudah Sediakan Wi-Fi di Masjid Hingga Perpustakaan

Megapolitan
Jika Menang Pilkada Tangsel, Muhammad-Sara Akan Rutin 'Ngopi' Bareng Warga

Jika Menang Pilkada Tangsel, Muhammad-Sara Akan Rutin "Ngopi" Bareng Warga

Megapolitan
Satpol PP Segel Bank di Kembangan karena Tak Laporkan Temuan 2 Karyawan Positif Covid-19

Satpol PP Segel Bank di Kembangan karena Tak Laporkan Temuan 2 Karyawan Positif Covid-19

Megapolitan
Pilar Saga Ichsan Banggakan Tangsel Jadi Role Model Pemerintah Kota yang Terbuka

Pilar Saga Ichsan Banggakan Tangsel Jadi Role Model Pemerintah Kota yang Terbuka

Megapolitan
Jika Terpilih, Azizah-Ruhamaben Bakal Buat Aplikasi untuk Serap Aspirasi Warga

Jika Terpilih, Azizah-Ruhamaben Bakal Buat Aplikasi untuk Serap Aspirasi Warga

Megapolitan
Soal Tangsel Kota Kelas Dunia, Azizah: Punya Jaminan Sosial dan Hidup Sehat

Soal Tangsel Kota Kelas Dunia, Azizah: Punya Jaminan Sosial dan Hidup Sehat

Megapolitan
Benyamin - Pilar Saga Klaim Bakal Tutup Celah Korupsi di Tangsel jika Terpilih

Benyamin - Pilar Saga Klaim Bakal Tutup Celah Korupsi di Tangsel jika Terpilih

Megapolitan
[DEBAT PILKADA TANGSEL] Davnie: Tangsel adalah Indonesia Skala Kecil

[DEBAT PILKADA TANGSEL] Davnie: Tangsel adalah Indonesia Skala Kecil

Megapolitan
Kurang dari Dua Menit, Satu Motor di Pasar Minggu Raib Digondol Maling

Kurang dari Dua Menit, Satu Motor di Pasar Minggu Raib Digondol Maling

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X