Reaktif Covid-19, 9 Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Tes Swab dan Isolasi Mandiri

Kompas.com - 03/06/2020, 18:42 WIB
Ilustrasi rapid test virus corona ShutterstockIlustrasi rapid test virus corona
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan pedagang di Pasar Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dinyatakan reaktif Covid-19 usai melakukan pemeriksaan diri dengan rapid test.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kemayoran Buana menjelaskan, pada Rabu (3/6/2020) hari ini pihaknya melakukan rapid test terhadap ratusan pedagang di pasar tradisional tersebut.

"Yang ikut pemeriksaan rapid test tadi itu 180 orang, dan saat ini yang reaktif ada sembilan orang," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: 150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

Dari sembilan pedagang yang reaktif, lanjut dia, empat orang di antaranya langsung menjalani swab test sebagai pemeriksaan lanjutan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Sementara lima orang lainnya baru akan menjalani pemeriksaan pada Kamis (4/6/2020) pagi di Puskesmas Kecamatan Kemayoran.

"Sisanya dijadwalkan tes swab besok pagi di Puskesmas. Karena yang bersangkutan sudah pulang kerumah, mereka pilih isolasi mandiri," ungkapnya.

Buana mengatakan, kesembilan pedagang reaktif Covid-19 itu memilih untuk isolasi mandiri

Baca juga: Bertambah 15 Kasus, Total 20 Pedagang Pasar Perumnas Klender Positif Covid-19

Menurut dia, hasil pemeriksaan baru akan keluar tiga hingga lima hari kedepan. Sehingga selama waktu tersebut mereka diimbau untuk mengurangi interaksi dan tidak bepergian keluar rumah.

"Kalau hasilnya nonreaktif mereka (bisa) kembali berdagang. Jika hasilnya reaktif, kami rujuk ke Wisma Atlet dan keluarganya kita tracing," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan pedagang di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Kemayoran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Polisi Buru Satu Buronan Terkait Kepemilikan Senjata Api di Kampung Ambon

Megapolitan
Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Penggerebekan Kampung Ambon, Polisi Telusuri Kepemilikan Senpi hingga Peran Para Tersangka

Megapolitan
DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

DKI Jakarta Masuk Zona Oranye, Warga Berpotensi Tak Bisa Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Megapolitan
400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

400 Rumah di Kapuk Muara Terbakar, Warga Diungsikan ke Lapangan Bola

Megapolitan
Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Bertahan dari Kebijakan Larangan Mudik, Maskapai Penerbangan Banting Setir Jadi Angkutan Kargo

Megapolitan
Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Tiga Hari Larangan Mudik, 245.496 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Megapolitan
Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Kerumunan saat Malam Takbiran Dilarang, jika Melanggar Ada Sanksinya

Megapolitan
Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Sejak Larangan Mudik, Hanya Satu Penerbangan Niaga dari Bandara Halim Perdanakusuma

Megapolitan
Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI: Warga Jabodetabek Tak Perlu SIKM Keluar Masuk Jakarta

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

[POPULER JABODETABEK] Kebingungan Warga dan Pemda soal Larangan Mudik Lokal Jabodetabek

Megapolitan
Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Kebakaran di Kapuk Muara Diduga Akibat Korsleting Listrik, 65 Rumah Terbakar

Megapolitan
Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Kodam Jaya Kecam Upaya Perampasan Mobil yang Dibawa Anggota Babinsa Ketika Antar Orang Sakit

Megapolitan
Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X