Depok Bersiap Buka Tempat Ibadah di Luar Zona Merah, Jemaah Dilarang Lintas Wilayah

Kompas.com - 04/06/2020, 09:04 WIB
Sejumlah umat Islam melakukan ibadah Shalat Jumat di Masjid Jami Abdurahman Bin Auf di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah, rumah makan dan sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dibuka secara bertahap menjelang penerapan tatanan normal baru tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYASejumlah umat Islam melakukan ibadah Shalat Jumat di Masjid Jami Abdurahman Bin Auf di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah, rumah makan dan sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dibuka secara bertahap menjelang penerapan tatanan normal baru tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.


DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan kesiapannya kembali membuka rumah ibadah untuk kegiatan keagamaan berjamaah mulai 5 Juni 2020.

"Rumah-rumah ibadah seluruhnya ya (bukan hanya masjid), termasuk gereja, kelenteng, dan sebagainya," ujar Idris kepada wartawan pada Rabu (3/6/2020).

Kota Depok bersiap memasuki fase PSBB proporsional pada 5 Juni 2020 nanti sebagai transisi menuju new normal.

Baca juga: Kilas Balik PSBB Depok pada April 2020: Diwarnai Lonjakan dan Sengkarut Bantuan Sosial

Dalam PSBB proporsional yang akan diterapkan di sebagian wilayah Depok itu, beberapa pembatasan yang sebelumnya dilakukan saat PSBB biasa, akan dilonggarkan.

Namun, aktivitas warga harus mematuhi protokol kesehatan.

Maka, rumah-rumah ibadah yang akan dibuka adalah yang berlokasi di RW non-zona merah.

Saat ini, ada 31 RW di 19 kelurahan di Depok yang belum dapat diberlakukan transisi menuju new normal sebab kasus positif Covid-19 masih banyak.

Oleh karena itu, Idris melarang rumah ibadah disambangi oleh warga lintas wilayah.

Ia khawatir, rumah ibadah yang dibuka di luar zona merah justru jadi klaster baru penularan Covid-19 usai dikunjungi warga dari zona merah.

"Pengunjung rumah ibadah itu untuk warga setempat, jadi tidak boleh lintas kecamatan atau lintas daerah," kata Idris.

Ia mengaku siap memberikan beberapa peralatan yang mendukung protokol kesehatan di rumah-rumah ibadah, mulai dari thermogun hingga masker dan hand sanitizer.

Rumah-rumah ibadah juga diminta mulai menyiapkan protokol jaga jarak, selain melarang jemaah berusia di bawah 12 tahun atau jemaah dengan penyakit degeneratif untuk datang ke sana.

Data hingga Rabu kemarin, Kota Depok mencatat 566 kasus positif sejak awal Maret 2020 dengan 278 pasien di antaranya dinyatakan sembuh.

Angka kematian mencapai 117 kasus, gabungan dari kematian 30 pasien positif Covid-19 dan kematian 87 suspect/PDP yang menurut pedoman WHO, keduanya dihitung sebagai kematian berkaitan dengan Covid-19.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Megapolitan
Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X