Anies: Pemprov DKI Tidak Segan Hentikan Kegiatan Sosial Ekonomi jika Ditemukan Lonjakan Kasus Covid-19

Kompas.com - 04/06/2020, 13:55 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Anies Baswedan usai meninjau kesiapan fasilitas umum di Stasiun Mass Rapid Transit Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (26/ 25/020). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan jika pelonggaran aktivitas dengan protokol kesehatan dilakukan. (Biro Pers Media Istana). Biro Pers Media IstanaPresiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Anies Baswedan usai meninjau kesiapan fasilitas umum di Stasiun Mass Rapid Transit Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (26/ 25/020). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan jika pelonggaran aktivitas dengan protokol kesehatan dilakukan. (Biro Pers Media Istana).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama masa transisi guna menghindari lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Oleh karena itu, dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (4/6/2020), Anies mengimbau seluruh pelaku usaha sosial ekonomi harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan menghindari kerumunan.

"Kita masuk masa transisi, jangan ini berulang. Jangan sampai kita kembali lagi, bila kita tidak displin, bila pusat perbelanjaan dibuka secara bebas tanpa protokol kesehatan, bila restoran dibuat penuh karena ingin mengejar keuntungan, bila perkantoran memaksakan semua orang masuk secara bersamaan karena mengejar target, bila ibadah massal dilakukan secara masif, terjadi kerumunan tanpa jarak aman," kata Anies.

Baca juga: PSBB Jakarta Masa Transisi, Kegiatan Sosial Ekonomi Dilakukan Bertahap

"Maka konsekuensinya kita bisa menyaksikan lonjakan kasus, seakan kita kembali ke bulan-bulan sebelumnya," lanjutnya.

Anies menegaskan, Pemprov DKI tidak segan menghentikan semua kegiatan sosial ekonomi di wilayah DKI Jakarta apabila ditemukan lonjakan kasus Covid-19.

Pasalnya, berdasarkan riset yang dilakukan pakar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, DKI Jakarta sudah masuk zona hijau Covid-19.

Baca juga: Pakar Epidemiologi: Bekasi Harus Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 jika Terapkan New Normal

"Bila itu sampai terjadi, maka Pemprov DKI Jakarta tidak akan ragu, tidak akan menunda untuk menggunakan kewenangannya untuk menghentikan kegiatan sosial ekonomi dalam masa transisi ini," tegas Anies.

Untuk diketahui, Anies memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB di Ibu Kota. PSBB diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Di satu sisi PSBB kali ini disebut sebagai masa transisi.

"Kami di gugus tugas memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI diperpanjang. Dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi," ujar Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: 50 Persen Kapasitas RS Bisa Digunakan untuk Pasien Covid-19

Wagub DKI: 50 Persen Kapasitas RS Bisa Digunakan untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Epidemiolog Sebut Izin Edar GeNose C19 Seharusnya Diterbitkan untuk Riset

Megapolitan
Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Beraksi Kurang dari 1 Menit, Komplotan Maling Rusak 2 Gembok Pintu Rumah, lalu Gasak Motor

Megapolitan
Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Epidemiolog Sebut GeNose C19 Belum Bisa Gantikan Tes Covid-19

Megapolitan
Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Polisi Sebut Perampok Motor di Tanjung Priok Sudah 20 Kali Beraksi

Megapolitan
Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Todong Pengendara serta Rampas Motor dan Ponsel Korban, 3 Perampok Ditangkap

Megapolitan
Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Polisi Sita 10 Motor dari Pencuri di Tangerang Raya, Korban Diminta Datang ke Mapolres Tangsel

Megapolitan
Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Perampok Minimarket di Ciputat Bawa Senjata Palsu untuk Takut-takuti Korban

Megapolitan
Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Polisi Jadwalkan Olah TKP Kasus Video Syur Gisel dan Nobu Pekan Depan

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

PMI Kota Bekasi Punya 1 Alat Pengambilan Plasma Konvalesen, tapi Belum Buka Layanan

Megapolitan
Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Wali Kota: 35 Persen Wilayah Jakbar Dataran Rendah, Pasti Ada Genangan Saat Musim Hujan

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Kronologi Terbongkarnya Prostitusi Anak di Bawah Umur di Sunter

Megapolitan
Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Video Viral Tawuran di Rel Kereta Api di Tanjung Priok, Berawal dari Masalah Parkir

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Pulangkan 31 WNA yang Tak Penuhi Syarat Masuk Indonesia

Megapolitan
Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Duduk Perkara Kisruh di Gerindra, Berawal Kritikan Ali Lubis Desak Anies Baswedan Mundur...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X