PSBB Bekasi Diperpanjang, Wali Kota Sebut Fase Adaptasi Produktif Lawan Covid-19

Kompas.com - 05/06/2020, 15:24 WIB
Arus lalu lintas di Kota Bekasi, tepatnya di perbatasan Pondok Gede dengan Lubang Buaya, Jakarta Timur, masih tampak ramai pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar di Kota Bekasi, Rabu (15/4/2020). Tangkapan layar Kompas TVArus lalu lintas di Kota Bekasi, tepatnya di perbatasan Pondok Gede dengan Lubang Buaya, Jakarta Timur, masih tampak ramai pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar di Kota Bekasi, Rabu (15/4/2020).
Penulis Nursita Sari
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai 2 Juli 2020 menjadi fase adaptasi menuju tatanan hidup baru masyarakat produktif melawan Covid-19.

Karena itu, perpanjangan kelima PSBB ini dilaksanakan dengan skala proporsional.

"Makanya saya ambilnya kata adaptasi (menuju) tatanan baru masyarakat produktif melawan Covid-19," ujar Rahmat di Bekasi, Jumat (5/6/2020).

Baca juga: PSBB Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020

Pria yang akrab disapa Pepen mengatakan, selama PSBB berskala proporsional, Pemerintah Kota Bekasi akan terus menangani kasus Covid-19.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga mulai menggerakkan kembali roda perekonomian. Salah satunya dengan membuka mal secara bertahap dengan tetap mengedepankan protokol pencegahan Covid-19.

"Kami tidak ingin ke depan ekonomi kami juga terkapar," kata dia.

Baca juga: Wali Kota: PSBB Bekasi Tak Akan Pernah Dicabut karena Covid-19 Masih Ada

Pepen menyatakan tidak khawatir bila PSBB berskala proporsional menyebabkan gelombang baru kasus Covid-19 di Bekasi.

"Tidak apa-apa (ada) kasus baru, orang interaksinya masih ke mana-mana, kok. Saya punya (alat tes) swab, rapid test, rumah sakit, kami rawat," ucap Pepen.

"Virus oke kami tangani, ekonomi juga kami tangani," lanjutnya.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Tak Risau jika Kasus Covid-19 Melonjak Saat New Normal Diterapkan

PSBB Kota Bekasi diperpanjang selama 28 hari, terhitung mulai hari ini sampai 2 Juli 2020.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wilayah Tangerang Raya, 18 April 2020

Megapolitan
BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG Pastikan Siklon Tropis Surigae tak Pengaruhi Cuaca Jabodetabek

Megapolitan
Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Gardu Listrik di Cilandak Meledak dan Terbakar, Api Dipadamkan oleh Warga

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor, 18 April 2021

Megapolitan
Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Sekjen PBB Setujui Usul Anies Terkait Antisipasi Perubahan Iklim

Megapolitan
Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Pengunjung Diperbolehkan Bersepeda di Dalam Mal Balekota Tangerang

Megapolitan
Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Hilang Kendali, Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Jalan di Glodok

Megapolitan
Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Update 17 April: Bertambah 1.037, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 398.125

Megapolitan
Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Anies: Kami Sedang Genjot Kembali Perekonomian Jakarta

Megapolitan
Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Ada Larangan Mudik, Polda Metro Jaya Siapkan 31 Titik Pengamanan

Megapolitan
Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Ambulansnya Terlibat Kecelakaan, Kimia Farma Klaim Sudah Berdamai dengan Korban

Megapolitan
Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Ada Balap Liar di Pondok Indah, 5 Unit Sepeda Motor Ditahan Polisi

Megapolitan
Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Kimia Farma: Ambulans yang Terobos Lampu Merah Bawa Sampel Hasil Lab

Megapolitan
Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Balap Liar di Bulan Ramadhan, Tujuh Pemuda Diamankan Polisi

Megapolitan
Anak Buah Ungkap Dugaan Korupsi, Kadis Damkar Depok Tegaskan Tak Ada Pemecatan

Anak Buah Ungkap Dugaan Korupsi, Kadis Damkar Depok Tegaskan Tak Ada Pemecatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X