Lama Mandek, Pemkot Tangsel Ungkap Kendala Revitalisasi Pasar Ciputat

Kompas.com - 05/06/2020, 16:51 WIB
Kondisi lorong di lantai atas Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (24/11/2018). KOMPAS.com/ ANANDITA GETAR REZHAKondisi lorong di lantai atas Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (24/11/2018).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Perindustian dan Perdagangan, kembali mensosialisasikan rencana revitalisasi Pasar Ciputat kepada para pedagang.

Dalam kegiatan sosialisi tersebut, Pemkot Tangsel juga membahas upaya merealisasikan perbaikan Pasar Ciputat yang sudah diwacanakan sejak beberapa tahun lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Prindag) Kota Tangerang Selatan Maya Mardiana mengakui adanya kendala meremajakan Pasar Ciputat yang saat ini kondisinya dinilai sudah tak laik.

Baca juga: Pemkot Tangsel Cari Investor untuk Revitalisasi Pasar Ciputat

Salah satu kendala yang harus diselesaikan yaitu terkait penyerahan aset, yang dulu dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sebelum adanya pemekaran pada 2009 lalu.

"Aset kan diserahkan tahun 2016. Kami merapikan sisi aset dulu," kata Maya saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain soal aset, kendala berikutnya yang diahadapi Pemkot Tangsel adalah memberikan pehaman antarpedagang satu dengan lainnya.

Baca juga: Pembeli Makin Sepi, Pedagang Dukung Revitalisasi Pasar Ciputat

"Iya kemudian merencanakan segala sesuatu, termasuk pemahaman dari para pedagang, itu kan butuh waktu," kata Maya.

Maya menegaskan, sampai saat ini tidak sedikit pedagang yang setuju Pasar Ciputat direvitalisasi, tetapi ada pula yang bertahan dengan kondisi bangunan seperti saat ini.

"Ada (pedagang) yang bilang walau kondisi jorok tapi konsumen masih banyak yang datang, Tapi kita berikan pengertian jika ingin menempuh lebih baik itu harus kerja sama. Semoga dengan dipindah dan balik lagi ke tempat yang lebih bagus konsumen lebih banyak," katanya.

Baca juga: Pasar Ciputat Bakal Seperti Blok M, Estimasi Anggaran Rp 300 Miliar

Wacana revitalisasi Pasar Ciputat telah dibahas Pemkot Tangsel sejak 2018 lalu. Anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi Pasar Ciputat itu mencapai Rp 250 miliar.

Pemkot Tangsel melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) berupaya mencari investor untuk membiayai revitalisasi pasar tersebut.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

PPKM Level 4 Diperpanjang, Masih Banyak Pengendara Tak Bawa STRP di Pos Penyekatan Kalimalang

Megapolitan
Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Wali Kota Imbau Warga Jakarta Utara yang Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Rusun Nagrak

Megapolitan
 Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Uji Coba Fitur Baru dalam Situs Vaksinasi, Pemkot Tangerang Akui Masih Ada Kendala

Megapolitan
Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Pasien Isoman Meninggal di Jakpus Kebanyakan Tinggal di Wilayah Padat Penduduk

Megapolitan
Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Polisi Tangkap Satu dari Empat Pemuda Mabuk yang Keroyok Sebuah Keluarga di Ciputat

Megapolitan
1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

1,2 Juta Warga Jaktim Telah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pekerja Seni Badut Rela Jual Cincin Kawin untuk Baju Sekolah Anak

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

PPKM Level 4 Diperpanjang, Polda Metro Ingatkan Masyarakat Tetap Kurangi Mobilitas

Megapolitan
Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Update 25 Juli, 30 Warga Kota Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 3.929 Orang

Megapolitan
Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Menyorot Tambahan Sanksi Pidana dan Kewenangan Satpol PP dalam Draf Revisi Perda Covid-19 DKI

Megapolitan
Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Pasar Tanah Abang Dibuka, Pedagang hingga Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Megapolitan
Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Tak Lagi Pakai STRP, Ini Syarat Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Megapolitan
Semua OTG yang Ditampung Pulih, Masjid KH Hasyim Asyari Tutup Sementara Layanan Isolasi

Semua OTG yang Ditampung Pulih, Masjid KH Hasyim Asyari Tutup Sementara Layanan Isolasi

Megapolitan
DPRD Anjurkan Pemkot Bekasi Pakai Silpa untuk Bayar Utang Insentif Tenaga Kesehatan

DPRD Anjurkan Pemkot Bekasi Pakai Silpa untuk Bayar Utang Insentif Tenaga Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X