Hasil Rapid Test, 19 Orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Reaktif Covid-19

Kompas.com - 05/06/2020, 18:37 WIB
Sebanyak 108 karyawan di salah pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan, hari ini Selasa (19/5/2020) menjalani rapid test massal. Hal tersebut dilakukan prihal adanya karyawan yang positif Covid-19. 14 hasil rapid test reaktif. IstimewaSebanyak 108 karyawan di salah pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Gatot Subroto Medan, hari ini Selasa (19/5/2020) menjalani rapid test massal. Hal tersebut dilakukan prihal adanya karyawan yang positif Covid-19. 14 hasil rapid test reaktif.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 19 orang di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2, Cipayung, Jakarta Timur, reaktif Covid-19 usai jalani rapid test, Jumat (5/6/2020).

Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Tuti Sulistyaningsih mengatakan, 19 orang tersebut terdiri dari 14 Warga Binaan Sosial (WBS) yang merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan lima pegawai Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) panti.

Adapun rapid test yang diadakan pihak swasta di lingkungan panti itu diikuti oleh 1.250 peserta.

"Itu yang 1.250 dari warga binaanya sebanyak 1.117 orang. Kemudian dari PJLP-nya sebanyak 79 orang. Dari ASN-nya (Aparatur Sipil Negara) 26 orang. Kemudian ada dari keluarga petugas daari ASN dan PJLP sebanyak 24, ada juga dari PJS (Pemerhati Jiwa Sehat) empat orang," kata Tuti saat dikonfirmasi, Jumat.

Baca juga: 20 Pedagang Positif Covid-19, Wali Kota Jaktim Minta Pasar Terapkan Akses Keluar Masuk Satu Pintu

Tuti menambahkan, seluruh WBS yang reaktif Covid-19 telah dievakuasi ke RSUD Duren Sawit untuk jalani swab test.

Sedangkan, lima pegawai PJLP yang reaktif Covid-19 lakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Dari hasil ini terindikasi reaktif itu WBS (Warga Binaan Sosial) 14 orang sudah ditindaklanjuti sudah di Rumah Sakit Duren Sawit, untuk hasil swab test saya berharap negatif semua. PJLP-nya lima orang itu juga perawat, itu mereka sehat-sehat semua yah," ujar Tuti.

Baca juga: UPDATE Jakarta 5 Juni: Tambah 84 Kasus, Total 7.684 Pasien Covid-19

Tuti berharap hasil swab test WBS dan PJLP nantinya negatif Covid-19. Selama ini pihak panti sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita di panti sudah lockdown tidak terima apapun, tamu tidak boleh datang, masker, semua disinfektan sudah kita lakukan," ujar Tuti.

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Ibu Hamil di Depok Ingin Jual Ginjal, Apakah Jual Beli Organ Tubuh Dibolehkan?

Megapolitan
Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjal, Mulanya Rugi Nyaris Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

Megapolitan
Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Jadi TNI Gadungan Untuk Nikahi Kekasih, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Jatinegara

Megapolitan
Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Hendak Antar Pesanan, Kurir Makanan Diduga Dikeroyok Dua Pria di Ciledug Raya

Megapolitan
Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Duduk Perkara Ibu Hamil di Depok Mau Jual Ginjalnya, Terlilit Utang dan Dikejar Rentenir

Megapolitan
Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Kelurahan Jurumudi Direndam Banjir 4 Hari, Bantuan Belum Merata hingga Warga Harus Berebut

Megapolitan
Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Bobol Motor di Kebon Jeruk, Pencuri Malah Lewat Tongkrongan Korban dan Tertangkap

Megapolitan
Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasus Penyalagunaan Narkoba Ardhito Pramono: Direhabilitasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Bertemu Relawan Pendukung di Makasar, Anies Bicara soal Waktu Deklarasi Capres

Megapolitan
Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Kasus Omicron Bertambah, Pemkot Tangerang Akan Sesuaikan Aturan WFH dan PTM

Megapolitan
Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Mobil Terjun Ke Parit di Tangerang, Pengemudi dan Anaknya Selamat

Megapolitan
Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Demi Bayar Utang Rp 1 Miliar, Ibu Hamil Rela Jual Ginjal

Megapolitan
Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran 'Kurang Kerjaan'

Balas Pantun Anies dan Giring PSI: dari Sirkuit Formula E hingga Sindiran "Kurang Kerjaan"

Megapolitan
Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Pelintasan Rel Stasiun Pondok Cina Melengkung, Warga: Enggak Kelihatan Kereta Datang

Megapolitan
Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Situasi Jakarta Makin Gawat: Omicron Tembus 1.000 Kasus, Pasien Wisma Atlet Terus Melonjak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.