Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak! 13 Protokol Kesehatan untuk Pekerja di Sektor Pariwisata DKI

Kompas.com - 07/06/2020, 19:34 WIB
Singgih Wiryono,
Fabian Januarius Kuwado

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang dibukanya kembali sektor pariwisata di DKI Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI membuat surat keputusan (SK) protokol kesehatan yang harus dijalankan.

Salah satunya, protokol kesehatan yang harus dijalani para pekerja atau karyawan yang bergerak di sektor pariwisata.

Protokol yang berjumlah 13 itu menjabarkan teknis pelaksanaan pencegahan penularan Covid-19 untuk para karyawan agar tidak tertular dari rekan kerja maupun dari wisatawan.

1. Diminta untuk menggunakan masker saat berangkat dan pulang dari tempat kerja dan selama berada di tempat kerja.

Baca juga: PSBB Transisi, Sektor Pariwisata Diminta Batasi Waktu Kerja dan Tiadakan Lembur

2. Diminta memastikan diri dalam keadaan sehat sebelum bekerja.

Bagi mereka yang mengalami sakit atau mengalami gejala demam, batuk, pilek atau sakit tenggorokan, tidak diperbolehkan masuk bekerja dan diminta segera memeriksakan diri ke fasilias kesehatan.

3. Pekerja yang memiliki gejala Covid-19 wajib untuk melapor pada atasan, menemui dokter dan menjauhi rekan kerja lainnya.

4. Pekerja disarankan untuk memakan makanan bergizi dan seimbang untuk menjaga daya tahan tbuh.

5. Pekerja diminta untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, istirahat yang cukup dan berjemur di pagi hari.

Baca juga: Ancol Siapkan Protokol Khusus New Normal Pariwisata

6. Mereka diminta melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari dengan sesering mungkin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan menghindari menyentuh area wajah.

7. Menjaga jarak minimal satu meter dengan pelaku usaha, rekan kerja atau pengunjung.

8. Pekerja diminta untuk menggunakan pakaian khusus kerja dan mengganti ketika selesai bekerja.

9. Pada saat bekerja, diminta untuk menggunakan alat pelindung diri bila diperlukan. Misalnya sarung tangan, pelindung mata dan wajah, terutama petugas yang sering kontak dengan pengunjung.

10. Menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama. Misalnya alat shalat, alat makan dan lainnya.

11. Pekerja diminta segera membersihkan diri sebelum kontak dengan keluarga di rumah, membersihkan ponsel, kacamata, tas dan barang lainnya dengan disinfektan.

Baca juga: Garut Siapkan Protokol New Normal Pariwisata

12. Membersihkan secara berkala area kerja dan area publik, memeriksa dan memelihara sistem ventilasi dan pendingin udara secara teratur, terutama lift dan toilet.

13. Pekerja diminta untuk menyapa tamu atau wisatawan dengan tidak bersalaman.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membuka beberapa tempat wisata yang akan dimulai pada 21 Juni mendatang.

Anies memilih melonggarkan beberapa kegiatan ekonomi termasuk di bidang pariwisata di masa perpanjangan PSBB yang disebut sebagai PSBB transisi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polres Jaktim Kirim Personel ke Pati, Tangani Kasus Bos Rental yang Tewas Dikeroyok

Polres Jaktim Kirim Personel ke Pati, Tangani Kasus Bos Rental yang Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Sampah Menggunung di Pasar Merdeka Bogor, DLH Sebut Truk Pengangkut Sedang Diperbaiki

Sampah Menggunung di Pasar Merdeka Bogor, DLH Sebut Truk Pengangkut Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Waspada, Ini Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Waspada, Ini Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Megapolitan
Rampok Gasak 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ada Rolex, Audemars Piguet, dan Patek Philippe

Rampok Gasak 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ada Rolex, Audemars Piguet, dan Patek Philippe

Megapolitan
Pemprov DKI Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah Hewan Kurban ke Selokan dan Kali

Pemprov DKI Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah Hewan Kurban ke Selokan dan Kali

Megapolitan
Momen Penangkapan Perampok Jam Tangan Mewah di PIK 2 yang Diciduk di Hotel Puncak

Momen Penangkapan Perampok Jam Tangan Mewah di PIK 2 yang Diciduk di Hotel Puncak

Megapolitan
200 Hari Lebih Jadi Tersangka, Firli Bahuri Belum Juga Ditahan...

200 Hari Lebih Jadi Tersangka, Firli Bahuri Belum Juga Ditahan...

Megapolitan
Bulog Pastikan Beras SPHP tetap Laris meski Harganya Sedang Naik

Bulog Pastikan Beras SPHP tetap Laris meski Harganya Sedang Naik

Megapolitan
Bos Rental yang Tewas di Pati Sempat Lapor Kehilangan Mobil ke Polres Jaktim

Bos Rental yang Tewas di Pati Sempat Lapor Kehilangan Mobil ke Polres Jaktim

Megapolitan
Bermodalkan Sebilah Pisau, Perampok Rampas Jam Tangan Seharga Rp 14 Miliar di PIK 2

Bermodalkan Sebilah Pisau, Perampok Rampas Jam Tangan Seharga Rp 14 Miliar di PIK 2

Megapolitan
Empat ASN Depok Langgar Prinsip Netralitas Buntut Hadiri Deklarasi Imam Budi

Empat ASN Depok Langgar Prinsip Netralitas Buntut Hadiri Deklarasi Imam Budi

Megapolitan
KJP Plus Cair Hari Ini, Total Ada 460.143 Penerima

KJP Plus Cair Hari Ini, Total Ada 460.143 Penerima

Megapolitan
Terbongkarnya Niat Busuk Eks Satpam Ria Ricis, Ancam Sebar Foto-Video Pribadi karena Terimpit Ekonomi

Terbongkarnya Niat Busuk Eks Satpam Ria Ricis, Ancam Sebar Foto-Video Pribadi karena Terimpit Ekonomi

Megapolitan
KJP Plus Gelombang Dua Bakal Cair Bulan Depan, 130.101 Penerima Bansos Perlu Verifikasi Ulang

KJP Plus Gelombang Dua Bakal Cair Bulan Depan, 130.101 Penerima Bansos Perlu Verifikasi Ulang

Megapolitan
Seorang Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Bogor

Seorang Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com