Pemkot Bekasi Bagikan 75.000 Paket Sembako buat Warga Non-DTKS yang Belum Terima Bantuan

Kompas.com - 09/06/2020, 13:24 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau langsung penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar untuk warga rawan miskin atau miskin baru akibat pandemi Covid-19, baik yang berdomisili maupun perantau, di Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) pada Rabu (15/4/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau langsung penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar untuk warga rawan miskin atau miskin baru akibat pandemi Covid-19, baik yang berdomisili maupun perantau, di Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) pada Rabu (15/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi mendistribusikan 75.000 paket sembilan bahan pokok ( sembako) bagi keluarga yang tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (non-DTKS) pada Juni ini.

Paket sembako itu diberikan kepada keluarga non-DTKS yang terdampak Covid-19 dengan catatan belum menerima bansos baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya,” kata Ketua Tim Terpadu Pengendalian Bansos Covid-19 Kota Bekasi, Taufiq R Hidayat, melalui keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Taufiq mengatakan, ada 75.000 keluarga yang nantinya diberikan paket sembako.

Pertama, paket sembako itu diberikan kepada 18.867 keluarga yang telah tercatat sebagai non-DTKS tapi belum menerima bansos pada April lalu.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Kemensos Sisir Warga Miskin yang Belum Dapat Bansos

Kedua, ada 56.133 keluarga non-DTKS data pembaharuan pada 10 Mei oleh camat atau lurah setempat yang hingga saat ini belum menerima bantuan.

Warga yang masuk kategori non-DTKS di Kota Bekasi adalah penduduk yang menetap (tempat tinggal bukan milik sendiri/pengontrak) di Kota Bekasi, tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bekasi yang terdampak Covid-19 dan penduduk tidak tetap (musiman) yang memiliki penghasilan tidak tetap dan tinggal di Kota Bekasi secara tidak permanen.

“Data ini (jumlahnya 75.000) berdasarkan hasil pendataan dari camat dan lurah. Selanjutnya ditetapkan sebagai daftar penerima oleh lurah melalui berita acara,” kata Taufiq.

Ia menjelaskan, nilai paket sembako itu Rp 249.000. Dananya bersumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi.

Isi paket yakni beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, kecap manis 1 botol isi 140 mililiter, saus sambal 1 botol isi 140 mililiter, 4 makanan kaleng berat 425 gram per kaleng, mi instan 10 bungkus, biskuit 1 bungkus, dan masker kain non-medis.

“Proses packing ini dilakukan oleh relawan aparatur Pemerintah Kota Bekasi yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD),” kata Taufiq.

Ia mengatakan, pendistribusian paket sembako itu sudah dimulai pada minggu pertama Juni 2020.

Bantuan itu langsung diberikan ke lurah yang nantinya distribusikan paket itu ke RT atau RW.

Pihak RT atau RW akan mendistribusikan bansos tersebut ke penerima manfaat. Saat penyerahan akan ada tanda terima barang dan penempelan stiker keluarga penerima Bansos.

“Apabila di dalam wilayah kelurahan tersebut ternyata telah menerima bantuan sosial maka bantuan sosial dapat dialihkan kepada wilayah kelurahan lainnya yang masih membutuhkan dengan dilengkapi berita acara pengalihan penerima bantuan sosial,” kata Taufiq.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Agustus: Temuan Kasus di Depok Melonjak Lagi, 334 Pasien Masih Dirawat

[UPDATE] Grafik Covid-19 10 Agustus: Temuan Kasus di Depok Melonjak Lagi, 334 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Megapolitan
Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

Megapolitan
Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

Megapolitan
Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

Megapolitan
Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

Megapolitan
Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

Megapolitan
Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

Megapolitan
Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

Megapolitan
JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

Megapolitan
Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X