Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 239, Ahli Sebut Risiko Mobilitas Warga Saat Lebaran

Kompas.com - 10/06/2020, 08:10 WIB
Grafik kasus harian positif Covid-19 di Jakarta sampai 9 Juni 2020. Tambahan kasus pada 9 Juni tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Jakarta, melampaui puncak kasus pada 16 April 2020. Diolah dari tangkapan layar situs web corona.jakarta.go.idGrafik kasus harian positif Covid-19 di Jakarta sampai 9 Juni 2020. Tambahan kasus pada 9 Juni tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Jakarta, melampaui puncak kasus pada 16 April 2020.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, tingginya tambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa (9/6/2020) disebabkan mobilitas warga pada musim Lebaran sekitar dua pekan lalu.

Kasus positif Covid-19 diketahui bertambah 239 kasus.

"Ya itu aktivitas dua minggu yang lalu. Laporan hari ini bukan kasus hari ini, bisa keterlambatan tes dan juga ini risiko perilaku penduduk selama 1-2 minggu yang lalu," ujar Pandu kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Baca juga: UPDATE 9 Juni: Tambah 239 Kasus, Total 8.276 Pasien Covid-19 di DKI

Mobilitas warga pada musim Lebaran lalu cukup tinggi.

Pandu berujar, banyak warga mudik ke daerah, beraktivitas di dalam kota, hingga mudik balik ke Jakarta.

Pergerakan warga, lanjut dia, merupakan risiko terbesar yang menyebabkan peningkatan kasus Covid-19.

"Paling tidak 1,5-2 juta penduduk mudik, sisanya sepertiganya mobile di dalam kota selama Ramadhan, silaturahmi hari Id, kemudian mudik balik," kata Pandu.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 239, Data Tertinggi Sejak Kasus Perdana

Tambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa diketahui tertinggi sejak munculnya kasus pertama di Ibu Kota pada 3 Maret 2020.

Dengan demikian, tambahan kasus tersebut melampaui puncak kasus di Jakarta yang terjadi 16 April 2020. Kala itu, ada 223 pasien yang dilaporkan positif terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, tingginya tambahan kasus positif Covid-19 disebabkan uji spesimen yang tertunda di beberapa laboratorium swasta.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 239 Akibat Uji Spesimen Tertunda Akhir Pekan

"Penambahan jumlah kasus positif ini karena adanya pending sampel dari beberapa laboratorium swasta. Diketahui bahwa Sabtu-Minggu itu libur sehingga pengerjaan spesimen baru dikerjakan pada Senin, sehingga hasil tes meningkat dengan pesat karena pelaporannya baru disampaikan pada hari Selasa," ujar Ani, kemarin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Diterjang Angin Puting Beliung, Fasilitas Gedung Kesenian Kota Bekasi Rusak

Megapolitan
Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Dirampok di JPO Cilandak Timur, Seorang Ibu Dipukul oleh Perampok

Megapolitan
Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Pelaku Mengaku Ingin Kuasai Uang PSK Rp 1,8 Juta, Polisi Anggap Alasannya Janggal

Megapolitan
Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Libur Panjang, Pemesanan Tiket untuk Keberangkatan di 3 Stasiun di Jakarta Naik 3 Kali Lipat

Megapolitan
Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Sebelum Foto Hamil, Rahayu Saraswati Pernah Merasa Dilecehkan Lewat Postingan Paha Mulus

Megapolitan
Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Polisi Duga Kasus Pembunuhan PSK di Bekasi Sudah Terencana

Megapolitan
Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Petugas PPSU Ciduk Perampok yang Kabur Setelah Jambret Seorang Ibu di JPO

Megapolitan
Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Anggota Marinir Nyaris Jadi Korban Penjambretan Saat Bersepeda di Sekitar Monas

Megapolitan
Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Hujan dan Angin Kencang di Depok Senin Sore, 2 Pohon di Permukiman Warga Tumbang

Megapolitan
Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Pemilik Panti Pijat Positif Covid-19 yang Kabur Tak Ditemukan di Rumahnya

Megapolitan
Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Cegah Banjir, Pembuatan Bendungan Waduk di Cilincing Dikebut Satu Bulan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Pemkot Bekasi Akan Bantu Perbaiki 186 Rumah yang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Megapolitan
UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

UPDATE 26 Oktober: Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 2.070

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpanjang hingga 25 November 2020

PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpanjang hingga 25 November 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X