Jadi Zona Merah karena 26 Warga Positif Covid-19, Kelurahan Tegal Parang Gelar Tes Swab

Kompas.com - 10/06/2020, 14:13 WIB
Petugas Puskesmas Kecamatan Duren Sawit melakukan rapid test dan swab test Covid-19 kepasa pedagang Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020). Dokumentasi Kominfotik Jakarta TimurPetugas Puskesmas Kecamatan Duren Sawit melakukan rapid test dan swab test Covid-19 kepasa pedagang Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kelurahan yang masuk ke dalam zona merah yakni Tegal Parang, Jakarta Selatan menggelar tes swab yang diikuti sejumlah warga. Tes swab dilakukan pasca 26 warga di sana positif Covid-19.

"Di Tegal Parang sendiri ada 26 orang yang positif, tapi ada beberapa yang sudah sembuh," kata Lurah Tegal Parang, Ramli, Rabu (10/5/2020).

Dia mengaku sampai saat ini cukup banyak warga yang menjalani tes tersebut. Hingga siang ini, sudah ada 35 orang warga yang menjalani tes swab di sana.

Hasil tes akan keluar dalam waktu lima hari ke depan.

Baca juga: Ini Daftar 66 RW di Jakarta yang Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Jika nanti salah satu peserta tes dinyatakan postif, ada beberapa pilihan protokol kesehatan yang bisa dijalani pasien tersebut.

Jika pasien dinyatakan positif Covid-19 namun tidak menunjukan gejala, maka mereka bisa menjalani karantina mandiri. Karantina mandiri akan diterapkan dengan pemantauan ketat dari pihak Puskemsas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, jika pasien dinyatakan positif dan menimbulkan gejala, maka pasien langsung dilarikan ke rumah sakit khusus penanganan Covid-19.

Baca juga: Kenaikan Kasus Harian Covid-19 di DKI Tertinggi sampai 239 Kasus, Apa Sebabnya?"Untuk yang tanpa gejala ini bisa juga melakukan karantina mandiri asalkan tempatnya memang layak,” ucap dia.

Dia mengimbau warganya agar tidak ragu dan khawatir untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

"Kalau ada rapid test, apalagi tes swab, jangan takut buat ikut. Ini untuk membantu kita semua. Kalau satu terpapar, bisa menularkan banyak orang," kata Ramli.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangerang: Stok Tabung Oksigen di Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Memadai

Dinkes Tangerang: Stok Tabung Oksigen di Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Memadai

Megapolitan
PPKM Mikro di Jakarta Diperpanjang, TMII Tutup Sementara

PPKM Mikro di Jakarta Diperpanjang, TMII Tutup Sementara

Megapolitan
Pemkot Tangerang Bakal Dirikan Dapur Umum di RW Zona Merah Covid-19

Pemkot Tangerang Bakal Dirikan Dapur Umum di RW Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Polisi Kaji Wacana Penambahan Lokasi Penyekatan di Jakarta untuk Tekan Mobilitas Warga

Polisi Kaji Wacana Penambahan Lokasi Penyekatan di Jakarta untuk Tekan Mobilitas Warga

Megapolitan
Rencana Tarif Parkir Rp 60.000 Per Jam, Wagub DKI: Agar Berpindah ke Transportasi Publik

Rencana Tarif Parkir Rp 60.000 Per Jam, Wagub DKI: Agar Berpindah ke Transportasi Publik

Megapolitan
Polisi: Pelaku Gunakan Revolver dalam Penembakan Pemuda di Taman Sari

Polisi: Pelaku Gunakan Revolver dalam Penembakan Pemuda di Taman Sari

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Digelar 29 Juni, Tersedia 35.000 Dosis

Vaksinasi Covid-19 Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Digelar 29 Juni, Tersedia 35.000 Dosis

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Tanah Abang Layani Warga Luar Jakarta

Sentra Vaksinasi Tanah Abang Layani Warga Luar Jakarta

Megapolitan
Kisah Tragis Donor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui pada Era Orde Baru

Kisah Tragis Donor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui pada Era Orde Baru

Megapolitan
Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Megapolitan
37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

Megapolitan
Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Telantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Telantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Megapolitan
Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Megapolitan
Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Megapolitan
Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X