Grab Bagikan Partisi kepada 8.000 Mitra Pengemudi

Kompas.com - 10/06/2020, 18:33 WIB
GrabBike Protect sebagai perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi saat mengantarkan penumpang di masa new normal. DOK. GRABGrabBike Protect sebagai perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi saat mengantarkan penumpang di masa new normal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikator ojek online Grab telah membagikan partisi atau sekat pelindung antara pengemudi ojek motor dan penumpang kepada 8.000 mitra pengemudi.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, nantinya partisi akan dibagikan kepada seluruh pengemudi secara bertahap.

Tak hanya membagikan partisi, Grab juga mendistribusikan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer kepada pengemudi guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Grab dan Gojek Siapkan Sekat Plastik Pembatas Sopir dan Penumpang

"GrabProtect memberikan alat kebersihan seperti hand sanitizer, masker, sarung tangan, dan juga partisi plastik serta penumpang diwajibkan untuk membawa helm pelindung sendiri,"kata Neneng dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

"Langkah-langkah ini akan kami lakukan secara bertahap kepada 8,000 mitra pengemudi kami pada akhir bulan ini," lanjutnya.

Grab juga mewajibkan penumpang untuk membawa helm sendiri dan mengenakan masker guna mencegah penularan Covid-19.

Selanjutnya, partisi plastik akan didistribusikan kepada pengemudi Grab Car. Para pengemudi juga diimbau melakukan penyemprotan kendaraan menggunakan cairan disinfektan minimal sekali dalam seminggu.

Baca juga: Grab dan Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri mulai 8 Juni

"Kami juga akan memasang partisi plastik yang terbuat dari bahan mika rigid dan memiliki frame alumunium yang tetap memberikan sirkulasi udara untuk mitra pengemudi dan penumpang dalam unit kendaraan," ujar Neneng.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta mulai 5 Juni hingga akhir Juni 2020.

Terdapat kelonggaran-kelonggaran pada penerapan PSBB transisi dibanding penerapan PSBB sebelumnya, yakni sejumlah sektor ekonomi, sosial, dan budaya yang diperbolehkan kembali beroperasi.

Selama PSBB transisi, ojek online maupun konvensional, taksi online maupun konvensional di wilayah Jakarta kembali diperbolehkan mengangkut penumpang sejak 8 Juni 2020. Untuk taksi online, penumpang yang diangkut tidak diperbolehkan melebihi 50 persen dari kapasitas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X