Pemkot Batasi Jam Pedagang Berjualan di Pasar, jika Melanggar Listrik Dimatikan

Kompas.com - 11/06/2020, 15:38 WIB
Ilustrasi pasar daging di tengah wabah antraks yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul RAJAUMAR/KOMPAS.COMIlustrasi pasar daging di tengah wabah antraks yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Camat Cilandak Mundari mengatakan Pasar Pondok Labu yang ada di wilayahnya telah menerapkan pembatasan jam operasional selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Selama PSBB transisi, pasar hanya beroperasi delapan jam sehari.

"Kalau jam buka sesuai kententuan PSBB, dari jam 06.00 sampai jam 14.00 siang," kata dia.

Namun terkadang, lanjut Mundari, masih ada beberapa pedagang yang berjualan melewati pembatasan jam tersebut.

Alhasil, pihaknya kerap memberi tindakan tegas dengan mematikan listrik di pasar.

Baca juga: Mulai 15 Juni, Pasar di Jakarta Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Cegah Covid-19

"Kami langsung padamkan (listrik) untuk memberikan edukasi maupun sanksi tegasnya, kami langsung turunkan (listrik) kalau memang jam operasionalnya sudah habis," kata Mundari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain penerapan jam operasional yang dibatasi, pihaknya juga kerap melakukan inspeksi mendadak door to door untuk mengimbau para pedagang memaki masker.

Dia berharap pedagang dan pembeli bisa menaati peraturan tersebut demi membantu pemerintah memperkecil angka penyebaran Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 di 6 Pasar Jakarta: Kilas Balik dari Pasar Wuhan hingga Kasus di Daerah

Sebelumnya, pihak Kecamatan Cilandak dengan puksemas setempat menggelar rapid test di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan pada Kamis (11/6/2020).

Rapid test tersebut diperuntukan untuk para pedagang dan juga pengunjung pasar.

"Kami sediakan 100 alat rapid test. Kita sasar kepada para pedagang maupun pengunjung. Kita harapkan roda ekonomi di sini berjalan dengan baik," kata Mundari.

Hingga saat ini, tercatat sudah 99 orang telah menjalani tes tersebut.

Tes dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peredaran Covid-19 di lingkungan pasar. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Proyek MRT, Tugu Jam Thamrin Dipindahkan Sementara Oktober 2021

Megapolitan
PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

PPKM di Jakarta, Penumpang Harian MRT Turun 80 Persen Selama Juli 2021

Megapolitan
Pemkot Depok Terus Genjot Kapasitas Tes Covid-19

Pemkot Depok Terus Genjot Kapasitas Tes Covid-19

Megapolitan
Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

Ada Pungli Bansos PKH di Tangerang, Wali Kota Sebut Pemkot Tak Terlibat Penyalurannya

Megapolitan
Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

Ada Depot Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela di Matraman, Hari Jumat Gratis

Megapolitan
Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Syarat Makan di Warteg Jakarta Selama PPKM Level 4, Dine In Maksimal 20 Menit dan Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Megapolitan
Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Depok Mulai Turun

Megapolitan
Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

Kejari Temukan Praktik Pungli Bansos Non-tunai di Kota Tangerang, Terdeteksi sejak Juni

Megapolitan
Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Apa Penyebabnya?

Megapolitan
Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

Pemkot Tangsel Beri Pendampingan Hukum Remaja Perempuan yang Dianiaya Orangtua di Pamulang

Megapolitan
Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

Megapolitan
Lurah Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Pemkot Jakpus: Itu Inovasi

Lurah Larang Warga yang Belum Vaksin Ambil Bansos, Pemkot Jakpus: Itu Inovasi

Megapolitan
Pemprov DKI Imbau Pasien Covid-19 Isoman untuk Pindah ke Lokasi Isolasi Terkendali, Ini Prosedurnya

Pemprov DKI Imbau Pasien Covid-19 Isoman untuk Pindah ke Lokasi Isolasi Terkendali, Ini Prosedurnya

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Bentuk Tim Usut Pungli Bansos Tunai

Kejari Kota Tangerang Bentuk Tim Usut Pungli Bansos Tunai

Megapolitan
GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

GOR Pulogadung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi, Bisa Tampung 100 Pasien OTG

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X