Ahli Epidemiologi Apresiasi DKI Gencarkan Tes dan Lacak Kontak Covid-19

Kompas.com - 11/06/2020, 16:19 WIB
Pelaksanaan rapid test dan tes swab massal di Terminal Keputih, Sukolilo, Surabaya, dipadati masyarakat yang antusias mengikuti pemeriksaan tes Covid-19, Jumat (5/6/2020). Pemkot Surabaya menyediakan kursi antrean agar warga tidak berkerumun dan menerapkan physical distancing. Dok. Pemkot SurabayaPelaksanaan rapid test dan tes swab massal di Terminal Keputih, Sukolilo, Surabaya, dipadati masyarakat yang antusias mengikuti pemeriksaan tes Covid-19, Jumat (5/6/2020). Pemkot Surabaya menyediakan kursi antrean agar warga tidak berkerumun dan menerapkan physical distancing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta menggencarkan tes dan melacak kontak (contact tracing) kasus Covid-19.

Pandu menyebutkan, gencarnya pelacakan dan tes terhadap orang-orang yang pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya diterapkan di Surabaya, Jawa Timur, sehingga temuan kasus Covid-19 tinggi di sana.

Temuan satu pasien positif Covid-19, menurut dia, harus segera disusul dengan melacak kontak sebanyak mungkin.

Idealnya, pemerintah memetakan 30 orang lain dari setiap 1 orang pasien positif Covid-19.

Baca juga: Lacak Kasus Baru Covid-19, Puskemas Gambir Lakukan Tes Swab di Lima Pasar

"Pak Anies (Baswedan, Gubernur DKI Jakarta) kalau tidak salah meminta agar contact tracing dinaikkan targetnya. Begitu ada kasus baru konfirmasi, ditelusuri kena dari siapa saja ketemu dengan siapa saja, 20-30 orang," ujar Pandu ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

"Kalau tracing (pelacakan) dan testing (pemeriksaannya) tinggi banget, bagus. Makanya akan banyak ketemu. Seperti Surabaya, banyak ketemu, terus diisolasi, lalu ketemu (kasus lain), isolasi (lagi)," ungkap dia.

Menurut pakar statistik epidemiologi itu, masifnya pelacakan kontak dan pemeriksaan sudah selayaknya dilakukan di Jakarta.

Jakarta, sebut Pandu, memiliki kapasitas laboratorium yang jauh lebih baik ketimbang wilayah lain.

"DKI juga kan uangnya banyak. Ada biaya operasionalnya untuk puskesmas-puskesmas mereka terus bergerak," kata dia.

Baca juga: Mulai 15 Juni, Pasar di Jakarta Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Cegah Covid-19

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 2.230 pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) tiap hari.

Pemeriksaan dengan metode PCR itu bertujuan untuk menelusuri (tracing) kasus-kasus baru positif Covid-19.

Target pemeriksaan PCR itu ditujukan bagi puskemas-puskesmas melalui Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 94/SE/2020 tentang Active Case Finding Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diskotek, Karaoke, hingga Griya Spa di Tangsel Dilarang Buka Selama Ramadhan

Diskotek, Karaoke, hingga Griya Spa di Tangsel Dilarang Buka Selama Ramadhan

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Selama Ramadhan 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
Pemprov DKI: Harga Bahan Pokok Akan Naik 1-5 Persen pada Awal Ramadhan

Pemprov DKI: Harga Bahan Pokok Akan Naik 1-5 Persen pada Awal Ramadhan

Megapolitan
Kebakaran Pasar Inpres di Pasar Minggu, 9 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Pasar Inpres di Pasar Minggu, 9 Mobil Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Pemprov DKI: THR Tak Boleh Dicicil, Titik!

Pemprov DKI: THR Tak Boleh Dicicil, Titik!

Megapolitan
Restoran di Tangsel Tutup Pukul 22.00 Selama Ramadhan, Delivery Boleh sampai Jam 04.00 untuk Layani Sahur

Restoran di Tangsel Tutup Pukul 22.00 Selama Ramadhan, Delivery Boleh sampai Jam 04.00 untuk Layani Sahur

Megapolitan
Pemprov DKI: Mal Tetap Tutup Pukul 21.00 WIB Selama Ramadhan, Termasuk Restoran di Dalamnya

Pemprov DKI: Mal Tetap Tutup Pukul 21.00 WIB Selama Ramadhan, Termasuk Restoran di Dalamnya

Megapolitan
Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada 22.30 WIB, Buka Lagi Saat Sahur

Anies Beri Aturan Baru Jam Operasional Selama Ramadhan, Restoran Tutup pada 22.30 WIB, Buka Lagi Saat Sahur

Megapolitan
Saksi: Ada 36 Pelanggar Prokes pada Kerumunan di Acara Rizieq di Petamburan

Saksi: Ada 36 Pelanggar Prokes pada Kerumunan di Acara Rizieq di Petamburan

Megapolitan
Tabrak Pelajar hingga Tewas, Sopir Transjakarta: Tahu-tahu Korban Muncul, Penumpang Teriak agar Dia Minggir

Tabrak Pelajar hingga Tewas, Sopir Transjakarta: Tahu-tahu Korban Muncul, Penumpang Teriak agar Dia Minggir

Megapolitan
Gadis 18 Tahun Kendalikan Bisnis Prostitusi di Apartemen di Bogor

Gadis 18 Tahun Kendalikan Bisnis Prostitusi di Apartemen di Bogor

Megapolitan
Kemenag: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Tak Berlaku di Zona Merah dan Oranye

Kemenag: Panduan Ibadah Ramadhan 2021 Tak Berlaku di Zona Merah dan Oranye

Megapolitan
Bagikan 10.000 Masker, BNPB Bantah Beri Restu Acara Rizieq Shihab di Petamburan

Bagikan 10.000 Masker, BNPB Bantah Beri Restu Acara Rizieq Shihab di Petamburan

Megapolitan
Pelajar Tewas Tertabrak Transjakarta Saat Menyeberang Jalan di Senen

Pelajar Tewas Tertabrak Transjakarta Saat Menyeberang Jalan di Senen

Megapolitan
Polisi: Jangan Nekat Pakai Travel Gelap, Akan Ditindak!

Polisi: Jangan Nekat Pakai Travel Gelap, Akan Ditindak!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X