Dalam Sepekan, PLN Depok Terima Protes 2.000 Pelanggan Akibat Lonjakan Tagihan Listrik

Kompas.com - 11/06/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi listrik ShuterstockIlustrasi listrik

DEPOK, KOMPAS.com - Manajer PLN UP3 Depok Kota, Putu Eka Astawa mengaku pihaknya telah diprotes sekitar 2.000 pelanggan selama sepekan belakangan.

"Rata-rata setiap hari kita kedatangan antara 4.00 orang per hari. Puncaknya hari Senin lalu," ujar Eka kepada wartawan, Kamis (11/9/2020).

"Jumat itu sekitar 400, Sabtu tidak banyak hanya sekitar 200, Senin 500, Selasa 600, ya kira-kira kurang lebih 2.000 lah," tambah dia.

Eka mengatakan, sekitar 1.400 dari seluruh protes itu disampaikan oleh pelanggan dengan cara mendatangi kantor PLN Depok secara langsung. Sisanya, protes dilayani via telepon oleh sekitar 40 petugas.

Baca juga: Tagihan Listrik Naik 20 Kali Lipat meski Bengkel Tak Buka, Pemilik: Apa yang Saya Gunakan?

Ribuan pelanggan tersebut protes gara-gara mengalami lonjakan tagihan listrik, fenomena yang belakangan marak karena petugas PLN tidak bisa mencatat secara langsung pemakaian listrik oleh pelanggan akibat pandemi Covid-19.

Menurut Eka, lonjakan itu terjadi karena tagihan listrik dihitung besarannya sejumlah rata-rata bulanan pemakaian listrik Januari, Februari, dan Maret.

Sementara itu, diduga, pemakaian listrik cenderung tinggi karena aktivitas penduduk rata-rata di rumah saja.

Baca juga: Tagihan Listrik Naik? Ini Posko Informasi Tagihan Listrik PLN

Lebih pemakaian listrik yang tak terhitung akhirnya dibebankan ke tagihan bulan Mei sehingga terjadi lonjakan.

"Bervariasi kenaikan (tagihan listrik) mereka. Dominan kenaikan dari 20 sampai 50 persen," klaim Eka.

"Ini harus kita cek satu-satu semua kondisi pelanggan itu beda-beda. Banyak sekali situasinya, pelanggan datang dengan cerita yang bervariasi," ucap dia.

Petugas dan pelanggan akhirnya harus sama-sama menyodorkan bukti pemakaian listrik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Sekelompok Pemuda Tawuran di Johar Baru, Kocar-kacir Saat Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT, Lurah Pluit: Warga Sukarela dan Terpaksa Beri Uang

Megapolitan
Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Wajah Baru Halte Senen, Dilengkapi Lift dan Ruang Ramah Perempuan dan Anak

Megapolitan
Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Memasuki Akhir Tahun, PAD Kota Bekasi Belum Capai Target

Megapolitan
Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Rapid Test Massal di Petamburan Tak Diperpanjang

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Jika Terbukti Bersalah Lakukan Pungli Bansos, Ketua RT 02 Muara Angke Akan Diberhentikan

Megapolitan
3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

3 Orang Reaktif Covid-19 di Petamburan Kabur Saat Menunggu Swab Antigen

Megapolitan
Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Sempat Ikut Maulid Nabi dan Kontak dengan Jemaah, 120 Warga Tebet Timur Non-reaktif Covid-19

Megapolitan
Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Anies: Sudah Ada 9.000 Titik Wifi Gratis di Jakarta

Megapolitan
Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Penerimaan Pajak Restoran di Kota Bekasi Rp 198 Miliar, Terbesar di Sektor Pariwisata

Megapolitan
Lurah Pluit Ikut Diperiksa Polisi terkait Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT

Lurah Pluit Ikut Diperiksa Polisi terkait Dugaan Pungli Bansos oleh Ketua RT

Megapolitan
Sekjen AMAN: Kirim Karangan Bunga Bukan Budaya Kami

Sekjen AMAN: Kirim Karangan Bunga Bukan Budaya Kami

Megapolitan
Anies Berencana Sederhanakan Proses Perizinan Pembangunan di DKI

Anies Berencana Sederhanakan Proses Perizinan Pembangunan di DKI

Megapolitan
Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Pemilik Akun Instagram yang Hina Brimob Kacung China Jadi Tersangka

Megapolitan
Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Pemasukan Pajak Tempat Hiburan di Kota Bekasi Tahun 2020 Hanya Rp 22 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X