Stasiun Pasar Senen Hanya Sediakan KA Tujuan Purwokerto, Ini Penjelasan PT KAI

Kompas.com - 12/06/2020, 13:20 WIB
Kepadatan Penumpang di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIKepadatan Penumpang di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambahkan jadwal dan tujuan keberangkatan KA Jarak Jauh Reguler dari wilayah Jakarta secara bertahap.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional I Jakarta Eva Chairunisa menjelaskan, pada tahap awal pengoperasian kembali KA Jarak Jauh, hanya tersedia satu keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen.

"Di tahap awal baru satu KA dulu Serayu relasi Stasiun Pasar Senen-Purwokerto. Nah nanti akan dievaluasi kembali untuk dilakukan penambahan-penambahan KA secara bertahap," ujarnya, Jumat (12/6/2020).

Baca juga: KA Jarak Jauh Dioperasikan Lagi tetapi Tak Ada Penumpang dari Stasiun Senen Hari Ini

Menurut dia, penambahan jumlah dan stasiun tujuan KA Jarak Jauh dari wilayah Jakarta masih harus menunggu evaluasi pengoperasian yang dilakukan saat ini.

Hal itu karena perlu adanya persiapan yang matang dan menjamin berjalannya protokol kesehatan bagi para penumpang di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Evaluasinya sampai kapan nanti kita langsung informasikan," ungkapnya.

Adapun pemilihan KA Jarak Jauh dengan tujuan Purwokerto untuk mulai beroperasi pada hari ini karena melihat tingginya kebutuhan di masyarakat sebelum masa pandemi Covid-19.

Baca juga: KA Jarak Jauh Beroperasi Lagi, dari Jakarta Hanya 1 Perjalanan yaitu dari Stasiun Pasar Senen

"Kita lihat KA yang cukup banyak penumpang ya sebelumnya, dan kita juga memang banyaknya memberangkatkan KA subsidi," ungkapnya.

Dalam pengoperasiannya, lanjut Eva, sudah diterapkan pembatasan jumlah maksimal penumpang, yakni 70 persen dari kapasitas normal.

Sebab, di dalam kereta sudah diatur tempat duduk yang bisa digunakan untuk memastikan jarak fisik antar penumpang tetap terjaga sepanjang perjalanan.

"Kita tetapkan 70 persen, jadi dari sekitar 620-an itu (hanya bisa) sekitar 440-an lah. Jadi penumpang tetap harus mengikuti aturan duduk," kata Eva.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

266 Sumur Resapan Dibangun di Kepulauan Seribu Sepanjang 2021

Megapolitan
Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Momen Polisi Gunakan Senjata Api dan Tewaskan Warga Sipil, Tol Bintaro dan Kafe di Cengkareng Jadi Saksi

Megapolitan
Terdakwa Munarman Minta Sidang Kasus Dugaan Terorisme Digelar Offline, Pembacaan Dakwaan Ditunda

Terdakwa Munarman Minta Sidang Kasus Dugaan Terorisme Digelar Offline, Pembacaan Dakwaan Ditunda

Megapolitan
Ketahuan Hendak Jual Motor Kerabat, Seorang Pria Coba Kabur lalu Babak Belur Dihajar Massa

Ketahuan Hendak Jual Motor Kerabat, Seorang Pria Coba Kabur lalu Babak Belur Dihajar Massa

Megapolitan
Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang di Kali di Jalan Daan Mogot

Jasad Perempuan Ditemukan Mengambang di Kali di Jalan Daan Mogot

Megapolitan
Kasus Pengancaman Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Jerinx Sambangi Mapolda Metro Jaya

Kasus Pengancaman Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka Jerinx Sambangi Mapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sidang Terorisme di PN Jaktim, Kubu Munarman Minta Digelar Offline

Sidang Terorisme di PN Jaktim, Kubu Munarman Minta Digelar Offline

Megapolitan
Duduk Perkara Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro, Pelakunya Polantas yang Dapat Laporan Warga Dibuntuti

Duduk Perkara Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro, Pelakunya Polantas yang Dapat Laporan Warga Dibuntuti

Megapolitan
Didesak Bubarkan Menwa, UPN Veteran Jakarta Minta Mahasiswa Buat Kajian Akademis

Didesak Bubarkan Menwa, UPN Veteran Jakarta Minta Mahasiswa Buat Kajian Akademis

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Izinkan Reuni 212 di Patung Kuda

Polda Metro Jaya Tegaskan Tak Izinkan Reuni 212 di Patung Kuda

Megapolitan
Syarat Terbaru Keluar Masuk Jakarta Saat PPKM Level 2 dan Nataru

Syarat Terbaru Keluar Masuk Jakarta Saat PPKM Level 2 dan Nataru

Megapolitan
Akan Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta, Panitia: Tidak Perlu Izin Polisi

Akan Gelar Reuni 212 di Patung Kuda Jakarta, Panitia: Tidak Perlu Izin Polisi

Megapolitan
Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Pemkot Jaktim Bakal Lanjutkan Penataan RW Kumuh Tahun Depan

Megapolitan
Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Aturan Terbaru Makan di Warteg hingga Restoran di Jakarta Saat PPKM Level 2

Megapolitan
Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pemprov DKI Larang Pegawai Cuti dan Keluar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.