Kompas.com - 12/06/2020, 18:07 WIB
Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016). Kahfi Dirga CahyaBus Rapid Transit (BRT) Tangerang di Terminal Poris Plawad, Tangerang, Kamis (8/12/2016).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengatakan rencana pembukaan Terminal Poris akan diberikan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek setelah evaluasi PSBB.

Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang yang akan berakhir 14 Juni nanti akan sekaligus menentukan keputusan pembukaan Terminal Poris Plawad.

"Jadi secara prinsip gini, kita juga lagi menunggu evaluasi hasil dari PSBB, karena keputusannya itu nunggu keputusan Gubernur (Banten) diperpanjang atau tidak," ujar dia saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Jumat (12/6/2020).

Wahyudi mengatakan, keputusan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait perpanjangan PSBB atau tidak akan disampaikan di forum bersama.

Baca juga: Bus AKAP Kembali Beroperasi, Terminal Kota Bekasi Langsung Ramai Penumpang

"Nantinya melalui provinsi akan menjadi pembahasan bersama," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wahyudi menilai, meskipun Terminal Poris Plawad tidak beroperasi, arus transfer penumpang dari layanan bus antarkota antarprovinsi tidak terganggu.

Pasalnya, lanjut Wahyudi, saat ini penumpang masih relatif rendah dibandingkan dengan kondisi normal dan bisa diatasi dengan terminal terdekat yang sudah beroperasi.

"Karena Kalideres sudah dibuka, Pulogebang sudah dibuka semua sudah dibuka, artinya transfer penumpang sudah tidak lagi jadi persoalan karena sudah dipenuhi oleh posisi terminal terdekat yang beroperasi di Jakarta," tutur Wahyudi.

Baca juga: UPDATE 11 Juni: Bertambah 7, Kasus Positif Covid-19 Kota Tangerang Jadi 416

Adapun sebelumnya Kepala BPTJ Polana B Pramesti belum mengaktifkan kembali operasional dua terminal di sekitar Jabodetabek dari jumlah 9 terminal yang berada di bawah BPTJ.

Salah satunya adalah Terminal Poris Plawad belum dibuka karena rekomendasi dari pemerintah daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat.

"Berdasarkan rekomendasi dari pemerintah daerah dan gugus tugas masing-masing wilayah," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Megapolitan
Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Megapolitan
UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Megapolitan
'Pak Ogah' Kabur Setelah Motor yang Dibantunya Terobos Rel Tertabrak KRL

"Pak Ogah" Kabur Setelah Motor yang Dibantunya Terobos Rel Tertabrak KRL

Megapolitan
Hasil Swab Antigen Masih Bisa Digunakan Calon Penumpang Kereta Api

Hasil Swab Antigen Masih Bisa Digunakan Calon Penumpang Kereta Api

Megapolitan
Pemprov DKI Ajukan Rencana KUA-PPAS 2022 Sebesar Rp 80,15 Triliun

Pemprov DKI Ajukan Rencana KUA-PPAS 2022 Sebesar Rp 80,15 Triliun

Megapolitan
Dua Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga

Dua Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga

Megapolitan
Pelanggan Indomaret Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, Direktur Sebut Sudah Koordinasi dengan Aparat

Pelanggan Indomaret Bisa Lapor Polisi jika Diminta Uang Parkir, Direktur Sebut Sudah Koordinasi dengan Aparat

Megapolitan
Jasad Pria di Taman Kota Bekasi, Polisi: Wajah Hancur dan Tangan Terikat

Jasad Pria di Taman Kota Bekasi, Polisi: Wajah Hancur dan Tangan Terikat

Megapolitan
3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

3 Taman Tematik di Kota Tangerang Dibuka Lagi Mulai 30 Oktober, Pengunjung Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Sedang Istirahat di Hutan Kota Bekasi, Petugas Dishub Temukan Jasad Pria dengan Wajah Rusak

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Harga Minyak Goreng di Pasar Slipi Jaya Melambung Tinggi Sejak Dua Bulan Lalu

Megapolitan
Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Berbeda dengan Keterangan Wali Kota, Dinas LH Tangsel Sebut Pengiriman Sampah ke TPA Cilowong Dihentikan Sementara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.