Kompas.com - 14/06/2020, 17:46 WIB
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta memasuki babak baru penanganan Covid-19. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang semula ketat mulai dilonggarkan.

Sejumlah sektor yang semula ditutup mulai dibuka kembali. Sejumlah aktivitas yang dilarang juga mulai diperbolehkan.

Syaratnya, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap harus dijalankan.

PSBB saat ini menjadi masa transisi menuju kenormalan baru (new normal), transisi menuju masyarakat yang sehat, aman, dan produktif.

Baca juga: PSBB DKI Jakarta Kembali Diperpanjang, Bulan Juni Jadi Masa Transisi

PSBB transisi fase I telah dimulai sejak Jumat (5/6/2020).

Berarti, masa transisi fase I memasuki hari ke-10 pada Minggu (14/6/2020) ini.

1.263 kasus baru

Berdasarkan data yang dihimpun di situs web corona.jakarta.go.id, tercatat ada 1.263 kasus baru dalam kurun waktu 10 hari masa transisi.

Sebelum masa transisi, yakni 4 Juni 2020, total ada 7.600 kasus positif Covid-19 di Ibu Kota.

Sementara itu, per hari ini, kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 8.863 kasus.

Baca juga: UPDATE 14 Juni: Bertambah 115, Kini Ada 8.863 Kasus Covid-19 di Jakarta

Selama masa transisi, mayoritas kasus baru yang dilaporkan tiap harinya di atas 100 kasus, kecuali pada 5 Juni, 8 Juni, dan 12 Juni 2020.

Bahkan, kasus baru yang dilaporkan pada 9 Juni 2020 tercatat paling tinggi sejak munculnya kasus perdana Covid-19 di Jakarta.

Pada 9 Juni, ada 293 kasus baru positif Covid-19 yang dilaporkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, laporan kasus pada suatu hari bukan berarti kasus tersebut terjadi pada hari itu.

"Kalau Anda menemukan hasil tes hari ini, itu artinya laporan hari ini, bukan tentu tertular hari ini dan belum tentu ditesnya hari ini, bisa jadi ditesnya sudah dua minggu lalu, sepuluh hari lalu," kata Anies di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2020).

Rincian kasus per hari

Berikut ini rincian kasus baru yang dilaporkan tiap harinya selama masa transisi.

  • 5 Juni: 84 kasus baru, total 7.684 kasus, 2.751 sembuh, 532 meninggal
  • 6 Juni: 102 kasus baru, total 7.786 kasus, 2.840 sembuh, 535 meninggal
  • 7 Juni: 160 kasus baru, total 7.946 kasus, 3.170 sembuh, 537 meninggal
  • 8 Juni: 91 kasus baru, total 8.037 kasus, 3.205 sembuh, 538 meninggal
  • 9 Juni: 239 kasus baru, total 8.276 kasus, 3.369 sembuh, 547 meninggal
  • 10 Juni: 147 kasus baru, total 8.423 kasus, 3.517 sembuh, 551 meninggal
  • 11 Juni: 129 kasus baru, total 8.552 kasus, 3.664 sembuh, 555 meninggal
  • 12 Juni: 76 kasus baru, total 8.628 kasus, 3.780 sembuh, 561 meninggal
  • 13 Juni: 120 kasus baru, total 8.748 kasus, 3.840 sembuh, 564 meninggal
  • 14 Juni: 115 kasus baru, total 8.863 kasus, 4.091 sembuh, 571 meninggal

Peningkatan kasus disebabkan peningkatan tes

Peningkatan kasus baru yang terjadi beberapa waktu terakhir salah satunya disebabkan peningkatan kuantitas tes.

Gubernur Anies menyatakan, Pemprov DKI meningkatkan jumlah pemeriksaan Covid-19 pada masa transisi melalui kegiatan active case finding.

Jumlah pemeriksaan Covid-19 tiap harinya, kata Anies, meningkat hampir 2,5 kali lipat dibandingkan sebelum masa transisi.

"Namanya active case finding, itu kami kerjakan. Karena itulah kemudian kami mendapatkan (kasus) positif lebih banyak," ujar Anies.

Baca juga: PSBB Transisi, Anies Klaim Tes Covid-19 di Jakarta Meningkat 2,5 Kali Lipat

Active case finding dilakukan sejak kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor 94/SE/2020 pada 4 Juni 2020.

Berdasarkan edaran tersebut, Pemprov DKI menargetkan 2.230 pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) tiap harinya guna menelusuri kasus-kasus baru positif Covid-19.

Pengambilan sampel dilakukan oleh tiap puskesmas kecamatan.

Sampel yang diambil kemudian diuji di laboratorium pemeriksa Covid-19.

Baca juga: Tracing Kasus Baru Covid-19, DKI Targetkan 2.230 Tes PCR Per Hari

Anies berujar, Pemprov DKI tak akan mengurangi jumlah pemeriksaan hanya demi menurunkan grafik kasus Covid-19 di Jakarta.

"Jangan sampai kita mengurangi pengetesan supaya grafiknya kecil, supaya angkanya turun, bahaya itu. Justru karena kita melakukan transisi, maka pengetesan diaktifkan," kata Anies.

Active case finding dan catatan kasus tertinggi di Jakarta

Kasus baru yang dilaporkan pada 9 Juni tercatat sebagai kasus harian tertinggi sejak munculnya kasus Covid-19 di Jakarta pada 3 Maret 2020.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, tingginya laporan kasus salah satunya disebabkan kegiatan active case finding.

Baca juga: Tren Positif Covid-19 Meningkat, Anies: Kami Aktifkan Pencarian Kasus

Dari 239 kasus baru pada 9 Juni, 110 kasus di antaranya terdeteksi berdasarkan hasil active case finding.

"110 kasus merupakan hasil active case finding oleh 20 puskesmas di DKI Jakarta pada daerah wilayah yang berisiko, seperti pasar, tempat-tempat umum, RW wilayah pengendalian ketat atau RW rawan," kata Widyastuti, Rabu (10/6/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Giring Ganesha Pilu Dengar Kabar Murid SDN Pondok Cina 1 Terpaksa Belajar di Lapangan

Giring Ganesha Pilu Dengar Kabar Murid SDN Pondok Cina 1 Terpaksa Belajar di Lapangan

Megapolitan
Main HP Saat Terjebak Macet di Gambir, Sopir Taksi 'Online' Dijambret

Main HP Saat Terjebak Macet di Gambir, Sopir Taksi "Online" Dijambret

Megapolitan
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Tangerang Siang Ini

BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Tangerang Siang Ini

Megapolitan
Eks Plt Gubernur DKI Ingatkan Pj Sekda Hanya Pejabat Sementara, Maksimal 6 Bulan Menjabat

Eks Plt Gubernur DKI Ingatkan Pj Sekda Hanya Pejabat Sementara, Maksimal 6 Bulan Menjabat

Megapolitan
Tersangka Ngaku Hanya Ngobrol Saat Ajak Perempuan 11 Tahun ke Hotel Kawasan Tambora, Hasil Visum Berkata Lain

Tersangka Ngaku Hanya Ngobrol Saat Ajak Perempuan 11 Tahun ke Hotel Kawasan Tambora, Hasil Visum Berkata Lain

Megapolitan
Aniaya Pacar yang Dihamilinya, Anggota Polres Kepulauan Seribu Dinyatakan Langgar Kode Etik

Aniaya Pacar yang Dihamilinya, Anggota Polres Kepulauan Seribu Dinyatakan Langgar Kode Etik

Megapolitan
Polisi Belum Bisa Pastikan Jenis Senjata dalam Aksi 'Koboi' di Kebayoran Lama

Polisi Belum Bisa Pastikan Jenis Senjata dalam Aksi "Koboi" di Kebayoran Lama

Megapolitan
Polisi Kembali Tegur Road Bike yang Gowes di Luar Jalur Sepeda

Polisi Kembali Tegur Road Bike yang Gowes di Luar Jalur Sepeda

Megapolitan
Giring Ganesha Hibur Murid SDN Pondok Cina 1 dengan 'Laskar Pelangi'

Giring Ganesha Hibur Murid SDN Pondok Cina 1 dengan "Laskar Pelangi"

Megapolitan
Cerita Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kaget, Nangis, Kini Sudah 'Move On' dan Sibuk Kirim CV

Cerita Pegawai Shopee Kena PHK Massal: Kaget, Nangis, Kini Sudah "Move On" dan Sibuk Kirim CV

Megapolitan
Eks Plt Gubernur DKI: Ibarat Rumah Tangga, Sekda dan Heru Budi Harus Saling Melengkapi

Eks Plt Gubernur DKI: Ibarat Rumah Tangga, Sekda dan Heru Budi Harus Saling Melengkapi

Megapolitan
Posisi Sekda DKI Dilelang, PDI-P Harap Tak Ada Rangkap Jabatan

Posisi Sekda DKI Dilelang, PDI-P Harap Tak Ada Rangkap Jabatan

Megapolitan
Hasil Visum: Ada Luka pada Alat Vital Bocah 11 Tahun Korban Pencabulan di Tambora

Hasil Visum: Ada Luka pada Alat Vital Bocah 11 Tahun Korban Pencabulan di Tambora

Megapolitan
Detik-detik Penyelamatan 2 Pria yang Tenggelam Dalam Mobil di Sungai Cengkareng

Detik-detik Penyelamatan 2 Pria yang Tenggelam Dalam Mobil di Sungai Cengkareng

Megapolitan
Ponsel Pedagang Nasi Goreng di Cikarang Dirampas Begal Bercelurit

Ponsel Pedagang Nasi Goreng di Cikarang Dirampas Begal Bercelurit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.