Mal Disarankan Tutup Akses di Pinggir Jalan Raya jika Kapasitas Penuh

Kompas.com - 17/06/2020, 18:11 WIB
Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah pada Selasa (31/12/2019). KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIKapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah pada Selasa (31/12/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah, berharap para pengelola mal di Kota Depok, Jawa Barat, memperhatikan strategi penutupan akses masuk ke mal jika kapasitas di dalamnya sudah penuh.

Mal-mal di Depok telah diizinkan untuk dibuka lagi sejak Senin (16/6/2020) lalu. Namun para pihak terkait wajib mematuhi protokol kesehatan dan jumlah pengunjung mal hanya boleh mencapai 50 persen dari kapasitas yang tersedia.

"Penting ketika penghitungan di dalam terasa sudah cukup padat atau sesuai tercapai 50 persen maka tutupnya bukan di lobi," kata Azis kepada wartawan pada Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Satpol PP DKI Terjunkan Petugas untuk Awasi Pelanggaran Protokol Kesehatan di Mal

"Kalau tutupnya di lobi, maka akan ada tumpukan, ada antrean di depan lobi. Itu akan sulit dikendalikan dan orang akan tunggu-menunggu, berapa orang masuk, berapa orang keluar," ungkap dia.

Ia telah melayangkan usul kepada para pengelola mal agar menutup akses masuk di tepi jalan raya jika kapasitas sudah penuh.

Dengan begitu, peluang terciptanya kerumunan dan antrean masuk mal saat kapasitas di dalamnya sudah penuh (50 persen) dapat dicegah.

Para calon pengunjung pun tidak perlu berharap-harap cemas kapan mereka bisa masuk ke dalam mal dan bisa langsung memikirkan alternatif perjalanan.

"Tutupnya ya di pinggir jalan. Begitu di sini penuh maka di pinggir jalan yang ditutup, diumumkan bahwa mal belum bisa dimasuki," kata dia.

"Jadinya kan orang langsung lanjut jalan. Jadi, menutupnya tidak di lobi. Ini termasuk salah satu koordinasi dengan pihak pengelola mal," tambah Azis.

Meskipun sebagian besar mal di Depok sudah kembali buka, ada sejumlah fasilitas di dalamnya yang belum boleh beroperasi guna menghindari penularan Covid-19. Fasilitas seperti pusat kebugaran, tempat permainan dan kegiatan anak, spa, tempat pijat, refleksi, salon, klinik gigi, bioskop, karaoke, belum boleh dibuka karena dianggap masih rawan menjadi tempat penyebaran virus corona.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Megapolitan
Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Megapolitan
Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Megapolitan
Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Megapolitan
Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Megapolitan
Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Megapolitan
Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Megapolitan
Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Megapolitan
Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Ridwan Kamil Akan Berkantor di Depok, Gugus Tugas Covid-19 Mengaku Belum Diberi Tahu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X