Ini Protokol Lengkap Belajar di Sekolah Versi Pemkot Bekasi

Kompas.com - 18/06/2020, 13:42 WIB
Ilustrasi siswa SMA KOMPAS/A HANDOKOIlustrasi siswa SMA
Penulis Cynthia Lova
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, pembelajaran tatap muka di sekolah yang berlokasi di zona hijau akan dilakukan kembali secara bertahap.

Jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, yang pertama kali akan dibuka.

Sementara itu, pendidikan anak usia dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar lima bulan lagi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara daring, Senin (15/6/2020) lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mendukung hal itu. Ia mengatakan, pihak Pemkot telah mempersiapkan bagaimana protokol pencegahan Covid-19 saat pembelajaran di sekolah.

“Kita gini, pada dasarnya kita mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Kita sudah membuat Keputusan Wali Kota tentang belajar mengajar di masa new normal atau adaptasi tatanan hidup baru, kemudian kita sudah membuat tim monitoring,” ucap Inay saat dihubungi, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: F-Nasdem DPRD DKI: Sebelum Ada Vaksin Covid-19, Kegiatan di Sekolah Jangan Dilaksanakan

Inay mengatakan, pihak sekolah masih mempersiapkan infrastruktur yang sesuai untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat pembelajaran tatap muka kembali digelar.

Misalnya menyiapkan meja di ruang kelas dengan jarak 1 meter. Lalu sekolah juga wajib memiliki tempat cuci tangan.

“Bukan berarti belum dibuka, kita lihat dulu perkembangan dan proses kebijakannya. Kemudian kita lihat dulu infrastrukturnya dalam rangka kesiapan pencegahan melawan Covid-19. Jadi sekolah bisa saja dibuka sepanjang itu (infrastrukturnya) dipenuhi,” kata Inay.

Meski diperbolehkan kembali belajar di sekolah, Dinas Pendidikan tidak langsung mengizinkan sekolah untuk beroperasi.

Dinas Pendidikan mesti memastikan infrastruktur dari tiap sekolah menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Muncul Petisi Tolak Aktivitas Belajar di Sekolah Juli 2020, Orangtua Khawatir Anak Tertular Covid-19

Selain itu, ia juga harus memastikan lingkungan di sekolah tersebut benar bebas Covid-19.

“Kita lihat saja kondisi kesiapan (sekolah). Pak Wali kan ingin secepatnya. Kita lihat perkembangan (kasus Covid-19) di lapangan dan kebijakan dari Pemerintah Pusat juga,” tutur dia.

Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas pada masa new normal ini tertuang dalam Keputusan Wali (Kepwal) Kota Nomor 420/Kep.346-Disdik/V/2020.

Berikut protokol saat proses kegiatan belajar mengajar di kelas:

1. Saat persiapan pembelajaran

- Satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik

- Masuk sekolah dibagi dalam dua waktu, yakni shift pagi dan shift siang. Paud jadwal masuknya 1 hari on dan 1 hari off

- Lama belajar di sekolah dikurangi dari waktu seharusnya, selebihnya waktu digunakan untuk belajar di rumah

- Sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan disinfektan

- Tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas (satu kelas satu cuci tangan)

- Semua orang harus menggunakan masker

- Sekolah harus menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik

- Setiap peserta didik juga dianjurkan membawa makanan dan minuman dari rumah

- Setiap warga sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan

Baca juga: Khawatir Pandemi Covid-19, Para Orangtua Menunda Memasukkan Anak ke TK

2. Pra pembelajaran

- Guru harus hadir di sekolah 15 menit sebelum masuk kelas

- Peserta didik hadir maksimal 5 menit sebelum jam masuk belajar

- Semua warga sekolah wajib menjaga jarak minimal 1 meter

- Guru melakukan pengecekan suhu ke tiap muridnya yang hendak masuk ke kelas

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Kembali Langgar PPKM, Tiga Restoran di Bekasi Timur Disegel

Megapolitan
Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Tim DVI Pakai Data CCTV di Bandara untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

PPKM di Bekasi, 120 Orang Ditegur karena Tak Pakai Masker, Tempat Hiburan Ditutup Sementara

Megapolitan
UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

UPDATE 18 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5000 Orang

Megapolitan
Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Update Identifikasi Korban Sriwijaya Air, Tim DVI Terima 438 Sampel DNA dan 308 Kantong Jenazah

Megapolitan
Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Penghuni Indekos di Cipete Utara Ditemukan Meninggal

Megapolitan
Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Sepekan PSBB, Lalu Lintas Pesepeda di Jakarta Meningkat, Kendaraan Bermotor Menurun

Megapolitan
Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Kerumunan di Camden Bar Menteng, Polisi Periksa 9 Saksi dan Segera Tentukan Tersangka

Megapolitan
Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Tim SAR Persempit Wilayah Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 di Bawah Laut

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Pemprov DKI Diminta Waspadai Kerumunan Saat Pembagian BST

Megapolitan
Geng 'Gemtas' dan 'Tuyul' Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Geng "Gemtas" dan "Tuyul" Saling Lempar Batu di Manggarai, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Megapolitan
Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Daftar 29 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Diidentifikasi, Salah Satunya Bayi Berusia 11 Bulan

Megapolitan
Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Daftar Temuan Penting Selama 10 Hari Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Hari-10, Kelanjutan Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Ditentukan Senin Ini

Megapolitan
Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Tambah 48 Kasus Covid-19 di Tangsel, 562 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X