Potensi Penularan Covid-19 Naik, Pemkot Depok Desak Pasien Positif Tidak Isolasi Mandiri

Kompas.com - 19/06/2020, 16:24 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPetugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/3/2020). Penyemprotan disinfektan di jalan protokol dan fasilitas umum di kota tersebut guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengaku bahwa pihaknya kini tengah mendorong agar pasien positif Covid-19 sebisa mungkin dirawat di rumah sakit.

Pasalnya, dari 200-an pasien positif Covid-19 yang saat ini masih ditangani pemerintah, kebanyakan isolasi mandiri di kediamannya masing-masing karena pelbagai alasan.

Pada Selasa (17/6/2020), terdapat 224 kasus aktif di Depok. Sebanyak 141 orang melakukan isolasi mandiri dan hanya 83 pasien yang dirawat di rumah sakit.

"Ini lagi didorong. Pak Wali (Kota Depok, Mohammad Idris) sudah instruksi agar yang isolasi mandiri harus masuk rumah sakit. Dan sudah lumayan banyak yang masuk," jelas Novarita kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (19/6/2020).

Baca juga: Jumlah Kematian PDP 3 Kali Lipat Dibanding Pasien Positif Covid-19, Ini Komentar Pemkot Depok

Sebetulnya, protokol ini sudah dirumuskan oleh Idris sejak bulan lalu. Pemerintah Kota Depok juga telah bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang didedikasikan khusus untuk isolasi para pasien positif Covid-19, yakni RS Hasanah Graha Afiah (HGA) dan RS Citra Medika serta RSUD Kota Depok.

Sementara itu, rumah-rumah sakit rujukan lain, seperti RS Universitas Indonesia dan RS Brimob/Bhayangkara juga tidak dalam kondisi overkapasitas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Novarita berujar, ketentuan bahwa setiap pasien positif Covid-19 harus dirawat di rumah sakit akan semakin digalakkan.

Penyebabnya, Depok kini tengah memasuki fase PSBB Proporsional di mana berbagai pembatasan aktivitas warga dilonggarkan dalam upaya menyongsong "new normal".

Hal ini membuat potensi penularan Covid-19 di Depok (angka "Rt") kembali meningkat, dari 0,51 menjadi kembali di atas 1.

Baca juga: Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Depok Lebih Pilih Isolasi Mandiri daripada Dirawat di RS

Jika angka Rt di atas 1, berarti penularan penyakit di suatu wilayah terjadi cukup banyak sehingga wabah akan terus ada.

Hal itu diperburuk dengan keadaan bahwa banyak warga yang isolasi mandiri di rumah. Padahal belum tentu situasi kediamannya cukup kondusif agar ia tak menularkan virus corona ke orang lain.

"Strategi satu lagi (menghadapi new normal) adalah orang-orang yang positif yang tadinya isolasi mandiri harus kita kirim ke rumah sakit karantina. Baru minggu-minggu ini kita dorong supaya mereka dikirim ke rumah sakit," jelas Novarita.

"Jadi melihat angka Rt kita naik, Pak Wali ingin supaya cepat turun, dimasukin lah (pasien positif Covid-19) ke rumah sakit supaya konsentrasi bisa sembuh. Kalau di rumah kan ketularan lagi, lalu yang negatif nanti positif lagi," ungkapnya.

Data terbaru per Kamis (18/6/2020), total sudah ada laporan 680 pasien positif Covid-19 di Depok, sebanyak 432 di antaranya dinyatakan sembuh, sedangkan 34 lainnya meninggal dunia.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

CCTV Buram, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Penembakan di Kebayoran Baru

Megapolitan
Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Bima Arya Usul Warga Bogor yang Bekerja di Jakarta Dapat Prioritas WFH

Megapolitan
Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Sejarah Lidah Api Monas, Dibalur Puluhan Kilogram Emas Hasil Sumbangan Saudagar Aceh

Megapolitan
Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Mulai Hari Ini, IGD RS Fatmawati Tak Lagi Terima Pasien Non-Covid-19

Megapolitan
29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

29.000 Warga Jaktim Jadi Sasaran Vaksinasi Setiap Hari demi Tercapai Kekebalan Komunal

Megapolitan
Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Kapolri hingga Menkes Datangi Kampung Lockdown, Tanyakan Awal Kasus Covid-19 di Gandaria Selatan

Megapolitan
[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

[GRAFIK] 639 Kasus Baru Hari Ini, Pasien Covid-19 Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama

Megapolitan
Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Tes Acak di 4 Stasiun KRL Pagi Ini, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Rabu Besok, 6.000 Warga Usia 18 Tahun ke Atas Bakal Divaksinasi di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Ini Syarat dan Cara Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Ini Syarat dan Cara Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Darah Konvalesen

Megapolitan
Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Kapolres Jakpus Koreksi Dinkes DKI soal Zona Merah di Rawasari

Megapolitan
Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Didatangi Orangtua Siswa yang Keluhkan Situs PPDB Eror, SMAN 1 Tangerang: Kami Minta Sabar

Megapolitan
Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Kasudinkes: Penambahan Kasus Covid-19 di Jaktim di Atas 1.000 dalam 5 Hari Terakhir

Megapolitan
Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Jenazah Korban Covid-19 di Sunter Tergeletak di Depan Rumah, Warga Tak Berani Pindahkan

Megapolitan
8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

8.000 Orang Bakal Ikut Vaksinasi Massal di Stadion Patriot, Wali Kota Bekasi Targetkan Selesai 3 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X