Kompas.com - 22/06/2020, 16:23 WIB
Warga membanjiri Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat, saat hari bebas kendaraan atau car free day, Minggu (30/9/2018). Selain untuk berolahraga, car free day yang rutin digelar tiap Minggu pagi tersebut juga menjadi alternatif hiburan bagi warga untuk rekreasi, kegiatan sosial hingga kumpul komunitas. KOMPAS.com/DINO OKTAVIANOWarga membanjiri Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat, saat hari bebas kendaraan atau car free day, Minggu (30/9/2018). Selain untuk berolahraga, car free day yang rutin digelar tiap Minggu pagi tersebut juga menjadi alternatif hiburan bagi warga untuk rekreasi, kegiatan sosial hingga kumpul komunitas.
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi resmi mengumumkan bahwa car free day (CFD) di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi bakal kembali digelar pada 5 Juli 2020, atau dua pekan yang akan datang.

Hal tertuang dalam Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor: 6601/762/Dinas LH.

Sekretaris Dinas Perhubungan Enung Nurholis mengatakan, saat ini Pemkot Bekasi tengah mempersiapkan protokol kesehatan yang akan diterapkan saat CFD mulai berjalan.

“Iya tanggal 5 Juli mulai CFD. Berbagai stake holder, misalnya Dinkes, Satpol PP, Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tengah mempersiapkan untuk CFD nanti,” kata Enung saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/6/2020).

Baca juga: Ramainya CFD Jakarta: 5 Orang Reaktif Covid-19 hingga Diminta Evaluasi oleh Pemerintah Pusat

Enung mengatakan, nantinya pengunjung yang datang CFD akan dibatasi. Namun, ia tak menjelaskan berapa batas maksimal pengunjung yang datang ke CFD.

Begitu juga dengan jadwal operasional CFD yang akan dibatasi. Waktu pelaksanaan CFD akan berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 08.30 WIB. Sebelumnya, CFD berlangsung dari pukul 06.00 sampai 10.00 WIB.

Enung mengatakan, warga yang hendak mengikuti CFD harus bersedia melaksanakan protokol kesehatan.

Misalnya, jaga jarak atau physical distancing, menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.

Kemudian, ibu hamil, lansia di atas umur 60 tahun, dan orang yang memiliki risiko tinggi terhadap Covid-19 bakal dilarang datang ke area CFD.

Baca juga: Ibu Hamil, Anak-anak, dan Lansia Dilarang Beraktivitas di Car Free Day Sudirman-Thamrin

“Ibu hamil, lansia diatas umur 60 tahun dan orang-orang dari segala usia yang memiliki dasar kondisi medis serius serta memiliki risiko yang tinggi terhadap penyakit Covid-19 dilarang beraktivitas di area CFD,” kata Enung.

“Nantinya pedagang yang berjualan akan dibatasi oleh Dinas UMKM dan harus sesuai protokol kesehatan,” imbuhnya.

Enung mengatakan, petugas keamanan maupun medis akan ditempatkan di beberapa titik yang sudah ditentukan.

“Jadi apabila ada warga yang tidak mengikuti protokol kesehatan, petugas akan memberi teguran baik bagi pengunjung maupun pelaku usaha,” tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Artis Rio Reifan Tertangkap Basah Pesan Sabu Lewat Ojol

Artis Rio Reifan Tertangkap Basah Pesan Sabu Lewat Ojol

Megapolitan
Pertamina Anggap PN Jaksel Tak Berwenang Tangani Sengketa Lahan Pancoran Buntu II

Pertamina Anggap PN Jaksel Tak Berwenang Tangani Sengketa Lahan Pancoran Buntu II

Megapolitan
Bantah Ada Rapat Bahas Pembunuhan Nus Kei di Rumahnya, Anak John Kei: Itu Papa Beri Nasihat untuk Adik-adik

Bantah Ada Rapat Bahas Pembunuhan Nus Kei di Rumahnya, Anak John Kei: Itu Papa Beri Nasihat untuk Adik-adik

Megapolitan
KPAI Jemput Bola Tangani Kasus Istri Dianiaya dan Dilarang Bertemu Anak di Serpong

KPAI Jemput Bola Tangani Kasus Istri Dianiaya dan Dilarang Bertemu Anak di Serpong

Megapolitan
BNN Gagalkan Penyelundupan 75 Kg Sabu dari Aceh yang Dikendalikan Napi Lapas

BNN Gagalkan Penyelundupan 75 Kg Sabu dari Aceh yang Dikendalikan Napi Lapas

Megapolitan
Para Pengungsi Asing Demo Ingin Bertemu Jokowi Minta Bantuan

Para Pengungsi Asing Demo Ingin Bertemu Jokowi Minta Bantuan

Megapolitan
Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

Perjalanan Irene Sukandar Menjadi Grand Master Indonesia, Bermula dari Ambisi Kalahkan Sang Kakak

Megapolitan
Artis Rio Reifan Ditangkap dengan Barang Bukti 1,21 Gram Sabu

Artis Rio Reifan Ditangkap dengan Barang Bukti 1,21 Gram Sabu

Megapolitan
Bersaksi di Sidang, Anak John Kei Cerita soal Utang Nus Kei Rp 1 Miliar kepada Ayahnya

Bersaksi di Sidang, Anak John Kei Cerita soal Utang Nus Kei Rp 1 Miliar kepada Ayahnya

Megapolitan
Pengungkapan Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Kepala BPPBJ Terkendala Covid-19

Pengungkapan Hasil Pemeriksaan Dugaan Pelecehan Seksual Kepala BPPBJ Terkendala Covid-19

Megapolitan
Rizieq Shihab Tidak Jalani Tes PCR Begitu Tiba di RS Ummi Bogor, Ini Penyebabnya...

Rizieq Shihab Tidak Jalani Tes PCR Begitu Tiba di RS Ummi Bogor, Ini Penyebabnya...

Megapolitan
Saksi: Rizieq Shihab Tak Tahu Sampel Swab-nya Dibawa ke RSCM

Saksi: Rizieq Shihab Tak Tahu Sampel Swab-nya Dibawa ke RSCM

Megapolitan
Berusia 104 Tahun, Wirjawan Ajak Lansia Tidak Takut Divaksinasi Covid-19

Berusia 104 Tahun, Wirjawan Ajak Lansia Tidak Takut Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Tangkap 13 Pengedar Narkoba, BNN Sita Lebih dari 212 Kg Sabu dan 19.000 Butir Ekstasi

Megapolitan
Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Saksi: Rizieq Shihab Pasien Istimewa di RS Ummi Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X