Kompas.com - 24/06/2020, 17:15 WIB
Sejumlah wisatawan asal Jakarta yang mengarah ke Puncak Bogor ditest rapid di Taman Wisata Matahari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/6/2020) KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah wisatawan asal Jakarta yang mengarah ke Puncak Bogor ditest rapid di Taman Wisata Matahari, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/6/2020)

BOGOR, KOMPAS.com - Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami peningkatan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Rumah sakit menjadi tempat dengan tingkat penyebaran kasus Covid-19 paling tinggi dengan persentase sebesar 53,48.

Penambahan kasus baru lainnya juga ditemukan dari klaster luar Kota Bogor dengan 19,23 persen. Disusul klaster pertokoan dan pusat perbelanjaan 13,89 persen, serta klaster kantor pemerintahan 13,4 persen.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Kota Bogor Paling Banyak Terjadi di Rumah Sakit

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, meningkatnya jumlah kasus positif selama fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini karena kurangnya kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan.

Bima mencontohkan, di area fasilitas kesehatan misalnya. Di tempat tersebut ditemukan fakta tidak ditaatinya protokol kesehatan, misalnya jalur pasien yang belum dipisah, pengelolaan limbah medis, dan pemisahan toilet yang belum dilakukan.

"Berdasarkan data tadi, transmisi lokal bisa dikendalikan. Masalahnya justru terjadi di faskes dan kantor pemerintahan. Jadi dua itu kita perbaiki,” ungkap Bima, Rabu, (24/6/2020).

Baca juga: Hasil Rapid Test Wisatawan Puncak Bogor Banyak yang Reaktif, Ini Kata Gugus Tugas

Bima pun menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Selain itu, penguatan mitigasi infeksi dan pelaksanaan tes cepat (rapid test) dan swab yang masif juga dibutuhkan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Pemkot Bogor, sambung Bima, telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona agar tak meluas dengan meruntinkan pelaksanaan tes swab serta membentuk tim detektif Covid.

Bima menyebut, saat ini pemerintah daerah menargetkan 8.000 warga Kota Bogor mengikuti tes swab. Pelaksanaan swab test akan dilakukan di sejumlah tempat yang disinyalir menjadi lokasi penyebaran Covid.

Ia juga meminta kepada setiap pengelola tempat usaha untuk melakukan rapid tes kepada karyawannya.

"Idealnya standar WHO itu 8.000 orang tes swab. Jadi kita akan genjot terus tes swab supaya capai target," tuturnya.

Data Covid-19 Kota Bogor per Rabu (24/6/2020) mencatat, jumlah pasien terkonfirmasi positif berjumlah 171 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 98 pasien dinyatakan sembuh, 56 pasien masih dalam perawatan, dan 17 orang meninggal dunia.

Sementara, pasien berkategori orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 109 orang. Pasien orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 121 orang. Serta pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 40 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahannya Mau Diserbot, Yayasan Carolus Laporkan Sejumlah Oknum Aparat ke Pihak Berwenang

Lahannya Mau Diserbot, Yayasan Carolus Laporkan Sejumlah Oknum Aparat ke Pihak Berwenang

Megapolitan
Pengemudi Bus di Terminal Kalideres Keluhkan Adanya Larangan Mudik

Pengemudi Bus di Terminal Kalideres Keluhkan Adanya Larangan Mudik

Megapolitan
2 Hari Operasi Keselamatan Jaya, 744 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Polda Metro

2 Hari Operasi Keselamatan Jaya, 744 Pelanggar Protokol Kesehatan Ditindak Polda Metro

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Tak Akan Kurangi Jumlah PO Bus Selama Periode Larangan Mudik Lebaran

Terminal Pulo Gebang Tak Akan Kurangi Jumlah PO Bus Selama Periode Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Wagub DKI Akan Cek Status Rumah Menlu Pertama RI yang Dijual

Wagub DKI Akan Cek Status Rumah Menlu Pertama RI yang Dijual

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Wagub DKI Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Kejari Dalami Dugaan Korupsi yang Diungkap Petugas Damkar Depok

Kejari Dalami Dugaan Korupsi yang Diungkap Petugas Damkar Depok

Megapolitan
Disparekraf DKI: Restoran Tidak Boleh Tampilkan Pertunjukan DJ Selama Ramadhan

Disparekraf DKI: Restoran Tidak Boleh Tampilkan Pertunjukan DJ Selama Ramadhan

Megapolitan
Hari Pertama Ramadhan, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Sepi Pengunjung

Hari Pertama Ramadhan, Kawasan Kuliner Pasar Lama Tangerang Sepi Pengunjung

Megapolitan
[Update 13 April]: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Bertambah 828

[Update 13 April]: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Bertambah 828

Megapolitan
Jadwal Azan Subuh di Kota Bekasi Selama Ramadhan 2021

Jadwal Azan Subuh di Kota Bekasi Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
Soal Varian Baru Virus Corona, Dinkes DKI: Enggak Mungkin Enggak Ada di Jakarta

Soal Varian Baru Virus Corona, Dinkes DKI: Enggak Mungkin Enggak Ada di Jakarta

Megapolitan
Listrik di Sejumlah Titik di Pasar Minggu Masih Padam

Listrik di Sejumlah Titik di Pasar Minggu Masih Padam

Megapolitan
Jadwal Azan Subuh di Tangerang Raya Selama Ramadhan 2021

Jadwal Azan Subuh di Tangerang Raya Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
Jadwal Azan Subuh di Kota Depok Selama Ramadhan 2021

Jadwal Azan Subuh di Kota Depok Selama Ramadhan 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X