Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orangtua Protes Anak Tersingkir di Jalur Zonasi karena Usia, Disdik DKI Anjurkan Ikut Jalur Prestasi

Kompas.com - 24/06/2020, 17:42 WIB
Ryana Aryadita Umasugi,
Egidius Patnistik

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana memberikan penjelasan mengenai jalur zonasi di DKI Jakarta yang alokasinya sebesar 40 persen. Padahal berdasarkan Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2019 Pasal 11 Ayat 2, kuota jalur zonasi paling sedikit 50 persen dari kapasitas sekolah.

Menurut Nahdiana, kuota zonasi dikurangi 10 persen karena kemudian dialokasikan ke jalur prestasi.

Hal itu dipaparkan Nahdiana saat pertemuan dengan orangtua atau wali murid bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta.

"Kami enggak buang anak Bapak-Ibu yang secara nilai itu mampu bersaing. Itu ada di jalur prestasi. Kalau Ibu bilang kuota sedikit 20 persen kalau tadi zonasi kita 50 persenkan, maka kuota prestasi ini akan semakin berkurang," ucap Nahdiana dalam rekaman pembicaraan yang diterima dari Humas DPRD, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Siap-siap, Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB Jakarta Dimulai Besok

Nahdiana menjelaskan hal itu karena ada orangtua murid yang mengeluhkan anaknya tak diterima lewat jalur zonasi padahal sudah memenuhi persyaratan, yakni jarak rumah yang cukup dekat dengan sekolah.

Orangtua menduga anaknya tereliminasi karena usia yang masih muda sehingga kalah dengan yang berusia tua. Padahal nilai anak tersebut cukup bagus dan berprestasi.

Nahdiana mengatakan,  jika calon siswa memiliki nilai bagus dan khawatir tersaingi dengan siswa berusia tua maka seharusnya mendaftar lewat jalur prestasi.

"Dasar kami kenapa zonasi ini kami alokasikan 40 persen untuk DKI, bukan kami korup 10 persen dari angka zonasi. Tapi agar anak-anak DKI yang saat ini punya prestasi diberikan persentase yang lebih besar," ujar dia.

"Jadi mau bagaimana, ikut jalur zonasi, punya prestasi atau tidak punya prestasi, Ibu bilang nanti kalah sama usia, ikut dulu, Bu. Saya tadi katakan, usia itu variabelnya dia mau kaya, mau tidak kaya, mau tua, mau tidak muda ikut," lanjut Nahdiana.

Ia mengatakan, anak dengan usia muda dan memiliki nilai bagus akan mampu bersaing di jalur prestasi.

Jalur zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta memprioritaskan anak berusia tua.

Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 506 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 menyatakan, jika jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

Berikut kuota masing-masing jalur untuk PPDB SMP dan SMA :

  • Afirmasi: kuota 25 persen, seleksi berdasarkan usia
  • Zonasi kelurahan: kuota 40 persen, seleksi berdasarkan usia
  • Prestasi akademik: kuota 20 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
  • Prestasi non-akademik: kuota 5 persen, dibuktikan dengan sertifikat prestasi
  • Luar DKI: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
  • Perpindahan orangtua: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah

PPDB SMK:

  • Afirmasi: kuota 35 persen, seleksi berdasarkan usia
  • Prestasi: kuota 55 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah, sertifikat prestasi
  • Luar DKI: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
  • Perpindahan orangtua: kuota 5 persen, seleksi berdasarkan nilai rapor dan akreditasi sekolah
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat Nilai Anies Cenderung Menolak Duet dengan Kaesang pada Pilkada Jakarta 2024

Pengamat Nilai Anies Cenderung Menolak Duet dengan Kaesang pada Pilkada Jakarta 2024

Megapolitan
Pelukis di Gunung Sahari: Masyarakat di Kota Sulit untuk Mengapresiasi Seni...

Pelukis di Gunung Sahari: Masyarakat di Kota Sulit untuk Mengapresiasi Seni...

Megapolitan
Virgoun di Balik Jerat Narkoba, Ditangkap Saat Bersama Wanita dan Nasibnya Ditentukan dalam 3x24 Jam

Virgoun di Balik Jerat Narkoba, Ditangkap Saat Bersama Wanita dan Nasibnya Ditentukan dalam 3x24 Jam

Megapolitan
Komentari Tapera, Pemilik Rumah Subsidi Program Jokowi Berharap Kualitas Bangunan Diperbaiki

Komentari Tapera, Pemilik Rumah Subsidi Program Jokowi Berharap Kualitas Bangunan Diperbaiki

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Virgoun Terkait Kasus Narkoba, Digerebek Tanpa Perlawanan Usai Konsumsi Sabu

Kronologi Penangkapan Virgoun Terkait Kasus Narkoba, Digerebek Tanpa Perlawanan Usai Konsumsi Sabu

Megapolitan
Pelukis di Gunung Sahari Mengaku Sempat Diminta Bantu Dongkrak Pemulihan Parawisata di Jakarta Pasca 1998

Pelukis di Gunung Sahari Mengaku Sempat Diminta Bantu Dongkrak Pemulihan Parawisata di Jakarta Pasca 1998

Megapolitan
Satpol PP DKI Klaim Sempat Kejar Jambret di CFD yang Terekam Kamera Fotografer

Satpol PP DKI Klaim Sempat Kejar Jambret di CFD yang Terekam Kamera Fotografer

Megapolitan
Pria yang Tersambar Api akibat Gas Bocor di Bogor Meninggal Dunia

Pria yang Tersambar Api akibat Gas Bocor di Bogor Meninggal Dunia

Megapolitan
Wacana Duet Anies-Kaesang pada Pilkada Jakarta Dinilai Tak Akan Terwujud

Wacana Duet Anies-Kaesang pada Pilkada Jakarta Dinilai Tak Akan Terwujud

Megapolitan
Sambut HUT Jakarta 22 Juni, Monas Gratiskan Tiket Masuk Sampai Cawan

Sambut HUT Jakarta 22 Juni, Monas Gratiskan Tiket Masuk Sampai Cawan

Megapolitan
Viral Video Bocah Digigit Anjing Tetangga di Kebayoran Lama, Korban Alami Luka di Mata

Viral Video Bocah Digigit Anjing Tetangga di Kebayoran Lama, Korban Alami Luka di Mata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Menyisir Ranjau Paku di Jalur Jakarta International Marathon

Satpol PP Bakal Menyisir Ranjau Paku di Jalur Jakarta International Marathon

Megapolitan
PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

PKB Usung Dokter Rayendra di Pilkada Bogor 2024, Buka Koalisi dengan Parpol Lain

Megapolitan
Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Warga Lapor ke MKDKI karena Otak Istri Rusak Usai Melahirkan, RS di Bogor Dianggap Melanggar

Megapolitan
Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Jakarta Berusia 497 Tahun, Fahira Idris: Perlu Pemimpin yang Efektif Hadapi Tantangan Kota Global

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com