Kompas.com - 25/06/2020, 10:31 WIB
Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Senin (8/6/2020). ANTARA/Livia KristiantiWali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Senin (8/6/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Pusat berharap warga dapat bekerja sama untuk mengikuti tes massal demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebagai informasi, belakangan ini beberapa warga atau pedagang di wilayah Jakarta Pusat memilih untuk menghindar atau bahkan menolak mengikuti pemeriksaan massal.

Hal ini terjadi di Pasar Gembrong, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Para pedagang justru menutup tokonya demi menghindari kegiatan swab test massal yang digelar di area pasar pada Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Hindari Tes Covid-19, Pedagang Pasar Gembrong Jakpus Tidak Bejualan dan Tutup Toko

"Iya, kami harapkan partisipasi warga untuk menekan persebaran Covid-19. Karena kan sekarang itu Jakarta Pusat tertinggi incidence rate (IR) Covid-19 di Indonesia," ujar Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Bayu mengatakan, pencegahan penyebaran Covid-19 perlu kerja sama semua pihak. Termasuk juga kalangan pedagang di pasar-pasar untuk bersedia mengikuti tes massal Covid-19.

"Iya kami ingatkan, sosialisasi terus menerus pentingnya pemeriksaan ini. Kalau memang sayang sama keluarganya, sayang sama diri sendiri ya lakukan lah," ungkapnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat Erizon Safari menegaskan bahwa tujuan utama tes massal untuk pelacakan kasus dan memutuskan rantai penularan.

Baca juga: Pedagang Pasar Gembrong Hindari Tes Swab Massal karena Khawatir Dikarantina

Menurut dia, banyak dari warga yang hanya melihat imbasnya, yakni penutupan pasar dan tidak bisa beraktivitas karena dikarantina jika dinyatakan positif Covid-19.

"Ini yang mau kami sampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan atau testing tujuannya baik. Supaya kita tahu di mana mata rantai penularan," ungkapnya.

"Kalau masyarakat sudah merasa aman karena tidak ada penularan. Misalnya di pasar, pembeli itu pasti datang. Walaupun memang harus ada konsekuensinya dulu," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

Megapolitan
Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Cerita Warga Bogor Rela Menginap di GOR Pajajaran Demi Hindari Antrean BLT UMKM

Megapolitan
Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Pencuri Motor Berkedok Driver Ojek Online di Duren Sawit Ditangkap Polisi

Megapolitan
Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Polisi Berencana Dirikan 2 Posko Cek Poin di Kota Tangerang Selama Larangan Mudik Lebaran

Megapolitan
Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Pemkot Jakpus Akan Tutup Jembatan yang Jadi Akses Tawuran di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Polisi Tangkap Pencuri Motor di Duren Sawit yang Gunakan Gunting untuk Lancarkan Aksinya

Megapolitan
Sejarah Masjid Jami Kebon Jeruk, Saksi Bisu Penyebaran Islam dari Tiongkok

Sejarah Masjid Jami Kebon Jeruk, Saksi Bisu Penyebaran Islam dari Tiongkok

Megapolitan
Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, KSAD: Prajurit Kita Ngapain di Situ?

Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru, KSAD: Prajurit Kita Ngapain di Situ?

Megapolitan
Artis Rio Reifan yang Berkali-kali Terjerat Narkoba, Ditangkap 4 Kali dalam Kurun 6 Tahun

Artis Rio Reifan yang Berkali-kali Terjerat Narkoba, Ditangkap 4 Kali dalam Kurun 6 Tahun

Megapolitan
Anies Pastikan Kebutuhan Warga Korban Kebakaran Taman Sari Terpenuhi

Anies Pastikan Kebutuhan Warga Korban Kebakaran Taman Sari Terpenuhi

Megapolitan
MRT Jakarta Teken Kontrak Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota Senilai Rp 4,6 Triliun

MRT Jakarta Teken Kontrak Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota Senilai Rp 4,6 Triliun

Megapolitan
Tepergok Curi Motor di Pinggir Jalan, Dua Manusia Silver Ditangkap

Tepergok Curi Motor di Pinggir Jalan, Dua Manusia Silver Ditangkap

Megapolitan
Update 20 April: 1.488 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet

Update 20 April: 1.488 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet

Megapolitan
Antrean Warga Membeludak, Satpol PP Bubarkan Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor

Antrean Warga Membeludak, Satpol PP Bubarkan Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X