Kompas.com - 25/06/2020, 15:54 WIB
Turap makam di RT 03 RW 03 Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan yang sempat longsor sejak pertengahan tahun 2019 belum juga diperbaiki. Kini, warga yang bermukim tak jauh dari lokasi mengkhawatirkan longsot akan kembali terulang, terlebih saat memasuki musim hujan. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiTurap makam di RT 03 RW 03 Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan yang sempat longsor sejak pertengahan tahun 2019 belum juga diperbaiki. Kini, warga yang bermukim tak jauh dari lokasi mengkhawatirkan longsot akan kembali terulang, terlebih saat memasuki musim hujan.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah mengajukan surat permohonan ke Pemprov Banten mengenai perbaikan Jembatan Jaletreng yang berlokasi di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan.

Saat ini, kondisi Jembatan Jaletereng dinilai memperihatinkan dengan banyaknya lubang.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengatakan, pengiriman surat permohonan perbaikan tersebut dilakukan karena lokasi jembatan itu berada di jalan milik Provinsi Banten.

"Iya. Itu kan memang soal kewenangan. Kewenangan provinsi banten. Jadi kita tidak bisa tangani sendiri kita minta bantuan untuk dialokasikan atau dianggarkan oleh PU (Pekerjaan Umum) Provinsi Banten," ujar Benyamin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Tenaga Medis Penyintas Covid-19 di Tangsel: Pasien Tak Jujur Jadi Pemicu Penularan

Saat ini, Pemkot Tangsel masih menunggu persetujuan Pemprov Banten mengenai perbaikan jembatan yang merupakan penghubung Cilenggang dan Serpong, serta sebaliknya.

"Menunggu dianggarkan oleh Pemprov Banten melalui Dinas PU baru nanti pelaksanaan. Kita tidak bisa lebih jauh menangani itu. Jadi kita sifatnya menunggu," kata dia.

Namun dalam waktu dekat ini, Pemkot Tangerang Selatan bakal memperbaiki fasilitas lain seperti penerangan jalan.

Baca juga: Rahayu Disebut Bakal Diusung Gerindra di Pilkada Tangsel, Kandidat Lain: Hanya Tes Ombak

Selama ini penerangan jalan umum di jembatan tersebut masih belum layak yang dinilai membahayakan pengendara.

"Kalau penerangan sih bisa dari kita. Karena itu tidak menggunakan aset, gitu kan. Nanti saya coba cek ke Dinas Perkimta," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjangan PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Warga Cimahpar Bogor Pasang Spanduk Tolak Pemudik yang Kembali Tanpa Surat Bebas Covid-19

Megapolitan
5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

5 Terdakwa Kasus Kerumunan Petamburan Dituntut Penjara Selama 1 Tahun 6 Bulan

Megapolitan
Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Banjir di 6 RT di Pondok Pinang Sudah Surut Senin Sore

Megapolitan
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut Penjara Selama 2 Tahun

Megapolitan
10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

10.000 Rapid Test Antigen Gratis Disiapkan Dinkes Kota Tangerang untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Dinkes DKI Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca Selain Batch CTMAV547

Megapolitan
UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

UPDATE 17 Mei: 21 Kasus Covid-19 Baru di Tangsel, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polisi Sediakan 3.400 Tes Antigen Gratis di Sejumlah Titik di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X