Wakil Wali Kota Bekasi: CFD Tujuannya agar Masyarakat Bahagia sehingga Imun Tubuh Kuat

Kompas.com - 25/06/2020, 16:10 WIB
Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi berencana untuk menggelar car free day ( CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi, pada hari Minggu 5 Juli mendatang.

Sudah sekitar tiga bulan kegiatan CFD di Kota Bekasi dihentikan dan masyarakat pun berdiam diri di rumah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebutkan, alasan CFD digelar kembali di tengah pandemi Covid-19 ini adalah agar masyarakat bahagia sehingga daya tahan atau imun tubuhnya jadi kuat.

Baca juga: Car Free Day Ditiadakan, Pemkot Tangsel Bahas Rute Khusus Pesepeda

“Filosofinya masyarakat harus dibuat bahagia sehingga imun menjadi kuat. Sekarang masyarakat butuh hiburan, apresiasi, tempat dia berolahraga, tempat kegiatan di luar rumah dan murah. Salah satunya itu (CFD),” ucap Tri di Bekasi, Kamis (25/6/2020).

Tri menepis anggapan bahwa CFD diperbolehkan lagi hanya untuk mengejar manfaat ekonomi.

Soalnya, saat CFD itu nanti pedagang kaki lima (PKL) diperbolehkan berjualan walau harus diawasi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Usaha Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Tri, masyarakat pada masa pandemi ini membutuhkan sarana untuk berolahraga.

“Jadi kalau misalnya masyarakatnya bahagia, mereka butuh berolahraga mudahan-mudahan. Apalagi kemudian kena sinar matahari. Jadi sederhana, bukan karena kita mau mengejar di situ ekonomi, tetapi sebetulnya di mana masyarakat bisa bahagia, berolahraga,”

Ia menyatakan, CFD tidak akan menumbulkan kasus baru Covid-19. Sampai saat ini tak ada penambahan kasus yang siginifikan setelah Kota Bekasi mulai melonggarkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Ahli Epidemiologi Sarankan Pemprov DKI Tiadakan Car Free Day sampai Ada Vaksin Covid-19

Namun, ia mengatakan Pemkot Bekasi masih akan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bekasi selama dua pekan ini sebelum CFD itu digelar.

“Kita kan tanggal 5 Juli. Saya kira kita lihat evaluasi tanggal 5 nanti. Di sana kita siapkan alat-alat tes yang ada sampai sejauh mana CFD berimplikasi dengan kluster baru. Kita optimis karena di beberapa tempat yang menjadi pusat kegiatan (pasar) belum menunjukkan ada tambahan kluster baru,” ujar dia.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Bekasi, Nicodemus Godjang menyatakan, gelar CFD di tengah pandemi Covid-19 bukanlah kebijakan yang tepat.

Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Bekasi masih naik turun dan belum sepenuhnya melandai. Ia khawatir terjadi penularan Covid-19 di area CFD.

"Saya pikir belum waktunya untuk CFD. Kita juga harus melihat situasi dan perkembangan pendemi ini," ujar Nico, Kamis.

Hingga hari ini tercatat 376 kasus Covid-19 di Kota Bekasi. Dari jumlah itu, 324 pasien sembuh dan 34 orang meninggal dunia. Sebanyak 18 pasien Covid-19 masih dirawat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

UPDATE 26 Februari: Bertambah 154 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 7.589

Megapolitan
Raih Penghargaan STA, Anies: Kita Berhasil Mengungguli Kota Lainnya di Dunia

Raih Penghargaan STA, Anies: Kita Berhasil Mengungguli Kota Lainnya di Dunia

Megapolitan
Kapolda Metro Usulkan Kampung Tangguh Jaya Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Umum

Kapolda Metro Usulkan Kampung Tangguh Jaya Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Umum

Megapolitan
UPDATE 26 Februari: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 44 Orang Sembuh

UPDATE 26 Februari: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 44 Orang Sembuh

Megapolitan
Sabu yang Hendak Diedarkan di Pondok Aren Diduga Milik Terpidana di Lapas Cilegon

Sabu yang Hendak Diedarkan di Pondok Aren Diduga Milik Terpidana di Lapas Cilegon

Megapolitan
Pemerintah Izinkan Vaksinasi Mandiri, Kadin DKI Berharap Pengusaha Diberikan Kemudahan

Pemerintah Izinkan Vaksinasi Mandiri, Kadin DKI Berharap Pengusaha Diberikan Kemudahan

Megapolitan
Terkait Penembakan di Cengkareng, Polri Diminta Tes Kejiwaan Polisi Pemegang Senjata Api

Terkait Penembakan di Cengkareng, Polri Diminta Tes Kejiwaan Polisi Pemegang Senjata Api

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Mayat Dalam Plastik Sampah di Bogor, Termasuk Pacar Korban

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Mayat Dalam Plastik Sampah di Bogor, Termasuk Pacar Korban

Megapolitan
UPDATE 26 Februari: Depok Catat 262 Kasus Baru Covid-19, 5 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Februari: Depok Catat 262 Kasus Baru Covid-19, 5 Pasien Meninggal

Megapolitan
Kadin DKI: Sudah 6.644 Perusahaan Mendaftar Vaksin Mandiri

Kadin DKI: Sudah 6.644 Perusahaan Mendaftar Vaksin Mandiri

Megapolitan
Diduga Hendak Transaksi, Pengedar Sabu Ditangkap di Ruko Pondok Aren

Diduga Hendak Transaksi, Pengedar Sabu Ditangkap di Ruko Pondok Aren

Megapolitan
UPDATE 26 Februari: Kasus Covid-19 di Jakarta Tambah 1.661, Sebagian Data Belum Dilaporkan

UPDATE 26 Februari: Kasus Covid-19 di Jakarta Tambah 1.661, Sebagian Data Belum Dilaporkan

Megapolitan
PSI Ajak Interpelasi Anies soal Banjir, Sekretaris Fraksi Golkar: Terlalu Mengada-ada

PSI Ajak Interpelasi Anies soal Banjir, Sekretaris Fraksi Golkar: Terlalu Mengada-ada

Megapolitan
Modus Penyelundupan Narkotika di Depok, 100 Kilogram Ganja Disembunyikan di Dalam Drum

Modus Penyelundupan Narkotika di Depok, 100 Kilogram Ganja Disembunyikan di Dalam Drum

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Depok, 100 Kilogram Ganja Diamankan

Polisi Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Depok, 100 Kilogram Ganja Diamankan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X