Polisi Tangkap 11 Pemalsu Sertifikat Pelaut yang Retas Website Kemenhub

Kompas.com - 25/06/2020, 19:25 WIB
Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANKapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap 11 orang yang memalsukan 5.041 sertifikat keterampilan anak buah kapal (ABK).

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, para tersangka memalsukan sertifikat pelaut dengan cara meretas website resmi Kementerian Perhubungan RI. Mereka diketahui telah memalsukan sertifikat sejak tahun 2017.

"Mereka sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut dengan lakukan illegal access atau hacking pada website Kemenhub RI. Sudah tiga tahun mereka beroperasi," kata Nana dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Kamis (26/6/2020).

Nana menjelaskan, seorang tersangka berinisial DT merupakan otak dari tindak pidana pemalsuan tersebut.

Baca juga: Pemkot Tangsel Bakal Pecat Pegawai Honorer yang Terlibat Sindikat Pemalsuan Sertifikat Rumah

 

Tindakan pemalsuan sertifikat itu dibantu tenaga honorer Kemenhub berinisial RR. Dia berperan sebagai penyedia blangko asli sertifikat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, tugas meretas situs web Kemenhub dilakukan oleh tersangka RI.

"Jadi, ada petugas gudang yang dia honorer bisa ditembus dapat blanko ini. Jadi, untuk sertifikat asli dan dia dapat dari gudang makanya dia honorer ini kami tetapkan tersangka," ujar Nana.

Sertifikat yang seolah-olah diterbitkan Kemenhub itu akan diperjualbelikan sebesar Rp 700.000 hingga Rp 20 juta kepada warga yang ingin menjadi pelaut.

"Mereka rekrut atau cari orang yang mau jadi pelaut dan mereka urus surat-surat. Mereka menawarkan dengan jaminan blanko sertifikat asli buatan Peruri dan nomor sertifikat pelaut teregistrasi di web Kemenhub," ujar Nana.

Kini, semua tersangka telah ditahan di Polda Metro Jaya.

Mereka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 269 Ayat 1 KUHP terkait Tindak Pidana Pemalsuan dan Pasal 263 Ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP yakni turut serta membantu dalam tindak pidana pemalsuan dan Pasal 263 ayat 1 juncto Pasal 55 dan Pasal 30 Ayat 3 juncto Pasal 6 Undang-Undang ITE terkait illegal peretasan website Kemenhub.

"Ancaman hukumannya sekitar 8 tahun penjara," ujar Nana.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Pengemudi BMW yang Kabur Setelah Isi Bensin Full adalah Remaja Iseng, Kini Sudah Damai

Megapolitan
Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Giant di Area Depok Tutup Permanen, Pengunjung Tak Tahu dan Masih Berdatangan

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 12-17 di Tangsel Baru Capai 13 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 12-17 di Tangsel Baru Capai 13 Persen dari Target

Megapolitan
Diduga Tersengat Listrik, Pria Tewas di Menara Telekomunikasi di Taman Sari

Diduga Tersengat Listrik, Pria Tewas di Menara Telekomunikasi di Taman Sari

Megapolitan
Bansos Tunai 99.450 Keluarga Telat Cair karena Data Kemensos, Anies Langsung Surati Risma

Bansos Tunai 99.450 Keluarga Telat Cair karena Data Kemensos, Anies Langsung Surati Risma

Megapolitan
Pasien Isoman di Kota Tangerang Diimbau Manfaatkan Isolasi Terpusat

Pasien Isoman di Kota Tangerang Diimbau Manfaatkan Isolasi Terpusat

Megapolitan
Update 30 Juli: Tambah 3.454 Kasus Covid-19 di Jakarta, 7.812 Orang Masih Berjuang Sembuh

Update 30 Juli: Tambah 3.454 Kasus Covid-19 di Jakarta, 7.812 Orang Masih Berjuang Sembuh

Megapolitan
55.346 Warga Jakarta Pusat Dapat Bansos Beras 10 Kg

55.346 Warga Jakarta Pusat Dapat Bansos Beras 10 Kg

Megapolitan
Influencer Diminta Jaga Perasaan Nakes dan Tak Buat Gaduh Soal Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Influencer Diminta Jaga Perasaan Nakes dan Tak Buat Gaduh Soal Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

Megapolitan
Modus Penimbunan Obat Penanganan Covid-19 oleh PT ASA, BPOM Pun Dibohongi

Modus Penimbunan Obat Penanganan Covid-19 oleh PT ASA, BPOM Pun Dibohongi

Megapolitan
Berdamai dengan Lucky Alamsyah, Roy Suryo Lanjutkan Proses Hukum Youtuber yang Menyindirnya

Berdamai dengan Lucky Alamsyah, Roy Suryo Lanjutkan Proses Hukum Youtuber yang Menyindirnya

Megapolitan
Obat Terkait Covid-19 yang Ditimbun PT ASA Seharusnya Didistribusikan di Jabodetabek dan Jabar

Obat Terkait Covid-19 yang Ditimbun PT ASA Seharusnya Didistribusikan di Jabodetabek dan Jabar

Megapolitan
Konflik Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah Berujung Damai

Konflik Roy Suryo dengan Lucky Alamsyah Berujung Damai

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Pemprov DKI Klaim Angka Kematian Pasien Covid-19 Turun, Begini Faktanya

Megapolitan
Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Pengemudi BMW Kabur Setelah Isi Bensin Full Tank, Petugas SPBU Ganti Rugi Rp 602.000

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X