Saat 66 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta Tersisa 5, tapi Bertambah Lagi Jadi 27 RW...

Kompas.com - 26/06/2020, 06:32 WIB
Paparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, soal 66 RW di Jakarta yang masih masuk dalam zona merah pada Kamis (4/6/2020). Youtube Pemprov DKI JakartaPaparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, soal 66 RW di Jakarta yang masih masuk dalam zona merah pada Kamis (4/6/2020).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta telah memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sejak 5 Juni 2020.

Pemprov DKI Jakarta melonggarkan sejumlah aturan pada masa transisi.

Meskipun demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat itu menyatakan, ada 66 RW yang masih berstatus zona merah di Ibu Kota.

Ke-66 RW ditetapkan sebagai zona merah karena tingginya angka kejadian/kasus baru di wilayah tersebut dalam periode waktu tertentu (incidence rate/IR).

Baca juga: Ketika Masih Ada Zona Merah pada Masa PSBB Transisi, 66 RW di Jakarta Jadi Perhatian Khusus...

Sejumlah pelonggaran tidak bisa diberlakukan di 66 RW tersebut.

Anies berujar, Pemprov DKI tetap memberlakukan kebijakan yang ketat di sana demi mengubah 66 RW zona merah menjadi hijau.

"Kami akan melakukan pengendalian yang ketat pada wilayah yang di sana masih memiliki incidence rate yang tinggi," kata Anies saat mengumumkan PSBB transisi, Kamis (4/6/2020).

Kebijakan itu disebut wilayah pemberlakuan ketat (WPK), pengendalian ketat berskala lokal (PKBL), atau pembatasan sosial berskala lokal (PSBL).

Baca juga: Ini Daftar 66 RW di Jakarta yang Masuk Kategori Zona Merah Covid-19

Kepala Biro Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari menyampaikan, PKBL tahap pertama di 66 RW diberlakukan selama dua pekan, yakni 4-18 Juni 2020.

"Tahap awal itu adalah 4-18 Juni di mana ada 66 RW yang memang kami berlakukan PKBL," ujar Premi dalam webinar yang disiarkan akun YouTube SDGs Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Pemprov DKI secara aktif melacak kasus baru di 66 RW tersebut, merawat dan mengisolasi pasien positif Covid-19 agar tidak menularkan kepada orang lain, hingga memperketat aktivitas warga.

Tersisa 5 RW

Setelah dua pekan memberlakukan PKBL, kata Premi, zona merah yang semula berjumlah 66 RW tinggal tersisa 5 RW.

"Posisi di tanggal 19 Juni itu dari 66 RW hanya tinggal 5 RW yang merah. Jadi kita punya PR 5 RW yang merah yang harus kita ubah menjadi kuning bahkan ataupun hijau," kata dia.

Kelima RW tersebut ada di Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jembatan Besi, Jatipulo, Bidara Cina, dan Kalibata.

Baca juga: Pemprov DKI: 66 RW Zona Merah Covid-19 Tersisa 5, tapi Ada Tambahan RW Baru

Bertambah 22 RW

Meskipun demikian, ada RW baru yang semula bukan zona merah kini justru berstatus zona merah.

Kepala Subbagian Lembaga Kemasyarakatan Biro Pemerintahan DKI Jakarta Rizky Anggoro Adhi berujar, zona merah dengan IR yang tinggi berjumlah 22 RW.

"Jadi angkanya bergerak turun dari 66 sisa 5 RW, tapi ada 22 RW rawan baru," ucap Rizky.

Total ada 27 RW zona merah

Dengan demikian, Pemprov DKI saat ini mencatat ada 27 RW zona merah di Jakarta, terdiri dari 22 RW zona merah yang baru dan 5 RW zona merah yang lama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekor Baru, Depok Catat 516 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Rekor Baru, Depok Catat 516 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
BMKG: Waspada Pontesi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini

BMKG: Waspada Pontesi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini

Megapolitan
Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Hadiri Sidang Lanjutan John Kei, Nus Kei: Ini Kan Kepentingan Saya

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Cegah Penyebaran Covid-19 di Kalibata City, Apartemen Tangguh Jaya Dibentuk

Megapolitan
Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Diduga Lebih dari 2 Orang

Megapolitan
Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Dua Pembegal Pesepeda di Jalan Latumenten Jakbar Ditangkap Polisi

Megapolitan
BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

BP2MI Pulangkan Pekerja Migran yang Koma karena Strok dari Taiwan

Megapolitan
Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Nekat Buka Selama PPKM, Kolam Renang hingga Tempat Fitnes di Kota Tangerang Ditutup

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Wagub DKI Klaim Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik sehingga Angka Kematian Turun, Ini Faktanya

Megapolitan
Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Update Covid-19 di Kota Tangerang: Ada 72 Kasus Baru, Totalnya 5.793

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Siapkan 6 Lokasi Baru untuk Tampung Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

IDI Tangsel Sebut Proses Penambahan Kapasitas Rumah Lawan Covid-19 Harus Dikebut

Megapolitan
Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Kisah Penyintas Covid-19, Kehilangan Kakak hingga Puji Syukur Bisa Bernapas

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Januari: Ada 1.836 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 22.301 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Januari: Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X