Kompas.com - 26/06/2020, 14:39 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat pada Minggu (21/6/2020). Kawasan ini sebelumnya ditutup sejak 15 Maret 2020 lalu saat pandemi Covid-19 mulai merebak di Ibu Kota. KOMPAS.com/IRFAN MAULLANAPemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat pada Minggu (21/6/2020). Kawasan ini sebelumnya ditutup sejak 15 Maret 2020 lalu saat pandemi Covid-19 mulai merebak di Ibu Kota.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang melarang pejalan kaki berolahraga di area hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD).

Marullah menilai peraturan tersebut mempermudah masyarakat menerapkan social distancing. Pasalnya, pengendara sepeda dianggap lebih mudah menjaga jarak dibandingkan pejalan kaki.

"Soalnya yang paling mudah memang social distancing di sepeda. Orang di sepeda kan enggak mungkin duduk dempet-dempet. Pertimbangan boleh jadi seperti itu," kata dia.

Baca juga: Pejalan Kaki yang Datang ke 32 Lokasi Pengganti CFD Sudirman-Thamrin Akan Dibubarkan

"Kalau sambil joging saja bisa dempet-dempet kan," tambah Marullah.

Karenanya, dia mengimbau seluruh warga agar tidak joging atau jalan pagi di area CFD Jakarta Selatan. Namun, jika pada hari Minggu (28/6/2020) nanti masih ada pejalan kaki yang berolahraga di area CFD, pihaknya akan memberikan teguran.

Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Warga berolahraga saat hari bebas berkendara atau car free day (CFD) di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (21/6/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memisahkan jalur untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki saat CFD pertama pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Ada mekanismenya nanti, ditegur, diarahkan, ya kalau ngotot juga ya diberikan binaan," ucap Marullah.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan membubarkan pejalan kaki yang beraktivitas di 32 lokasi pengganti car free day(CFD) kawasan Sudirman-Thamrin, Minggu (28/6/2020).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, 32 lokasi tersebut dikhususkan untuk pesepeda.

Baca juga: Kadishub DKI: 32 Lokasi Pengganti CFD Sudirman-Thamrin Khusus untuk Pesepeda

Pejalan kaki dilarang beraktivitas di sana karena dikhawatirkan menimbulkan kerumunan, seperti saat pelaksanaan CFD Sudirman-Thamrin, Minggu lalu.

"Mereka (pejalan kaki) akan dibubarkan, kemudian dilarang untuk berada di sana. Jadi memang kami mendorong untuk warga ke 32 lokasi itu dengan sepeda," ujar Syafrin saat dihubungi, Kamis (25/6/2020).

Selain itu, Syafrin berujar, pedagang juga dilarang berjualan di 32 lokasi yang disiapkan Pemprov DKI.

"Pedagang dan kegiatan partisipan tidak diperbolehkan," kata dia

Di Jakarta Selatan sendiri terdapat lima titik tempat penyelenggaraan CFD diantaranya 

JLNT Antasari Jalan Sultan Iskandar Muda Jalan Tebet Barat Dalam Raya Jalan Kesehatan Raya Jalan Cipete Raya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Megapolitan
Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 20 April 2021

Megapolitan
Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Tebet Berawal dari 2 Orang Bermusuhan

Bentrokan Dua Kelompok Pemuda di Tebet Berawal dari 2 Orang Bermusuhan

Megapolitan
Polisi Tangkap WN Nigeria yang Perintahkan Perempuan Ambil 5.385 Ekstasi di Kantor Pos

Polisi Tangkap WN Nigeria yang Perintahkan Perempuan Ambil 5.385 Ekstasi di Kantor Pos

Megapolitan
4.000 Botol Miras dan 250 Knalpot Bising Dimusnahkan Polres Tangsel

4.000 Botol Miras dan 250 Knalpot Bising Dimusnahkan Polres Tangsel

Megapolitan
Kebakaran di Taman Sari Diduga akibat Pertengkaran Suami Istri, Polisi: Masih Diselidiki

Kebakaran di Taman Sari Diduga akibat Pertengkaran Suami Istri, Polisi: Masih Diselidiki

Megapolitan
Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Ini Link Pendaftaran BLT UMKM Per Kecamatan di Jakarta

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Disekap dan Dijual Rp 400.000

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Pemprov DKI Buka Pendaftaran BLT UMKM, Ini Syaratnya

Megapolitan
Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Vaksinasi Lansia di Kota Bogor Masih Rendah, Salah Satu Faktor Banyak yang Menolak

Megapolitan
Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran Taman Sari Diduga Akibat Pertengkaran Suami Istri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X