Wali Kota Tangeran Akui PPDB 2020/2021 Banyak Kendala

Kompas.com - 26/06/2020, 23:24 WIB
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Alun-alun Kota Tangerang, Kamis (5/3/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOWali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat ditemui di Alun-alun Kota Tangerang, Kamis (5/3/2020)

TANGERANG, KOMPAS.com - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 untuk tingkat SMP di Kota Tangerang digelar mulai Jumat (26/6/2020) ini.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, pelaksanaan PPDB yang dilaksanakan secara online masih memiliki banyak kendala.

Salah satu kendala adalah siswa yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah yang masih menggunakan sistem rapor manual sehingga menyulitkan PPDB yang kini berlangsung secara online.

"Akhirnya mereka harus bawa rapornya dan diinput manual di sistem," kata Arief dalam keterangan diterima Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Orangtua Siswa Teriak Bohong Saat Kadisdik DKI Jelaskan PPDB Jalur Zonasi

PPDB untuk tingkat SD, yang sudah selesai, juga sempat ada masalah terkait pemberkasan dokumen jalur pindah orangtua/wali murid yang dipalsukan orangtua calon murid.

"Dua orang itu (melakukan kecurangan), yang pertama katanya pindahan Jakarta tapi perusahaannya tidak bisa dihubungi, terus yang satu kerja di Airnav tapi yang bersangkutan tidak ada namanya (di Airnav)," kata Arief.

Arief mengatakan akan melakukan verifikasi data lebih teliti agar PPDB bisa berjalan sesuai dengan atran yang berlaku. Dia meminta masyarakat untuk tidak curang dalam mendaftarkan anak mereka.

Arief mengatakan saat ini tidak ada sanksi untuk temuan dokumen palsu tersebut. Pasalnya jika dikenakan sanksi berat, justru anak yang akan menjadi korban.

"Sanksi apa, nggak boleh sekolah? Kasihan anaknya, yang salah orangtuanya. Yang pasti dia enggak bisa diterima di sekolah tujuannya kalau memang bohong," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia menegaskan, proses pendaftaran PPDB secara online tingkat SMP di Kota Tangerang berlangsung 26-28 Juni 2020 untuk jalur zonasi.

" Jalur zonasi akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Dan 2 Juli 2020 untuk jalur afirmasi dan perpindahan orang tua/wali, dan 6-7 Juli 2020 untuk jalur prestasi," ujar  dia.

Masyati mengimbau para orangtua murid yang sudah melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi PPDB Mandiri berbasis web dan android untuk tidak lagi mendatangi sekolah.

"Karena mereka mendaftar secara bersamaan dan data yang masuk berdasarkan real time. Kalau sudah daftar secara mandiri, pasti sudah masuk datanya, tinggal ditunggu saja," kata Masyati.

Masyarakat bisa mengakses pusat informasi, pendaftaran dan pengolahan seleksi data peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021 di situs web https://ppdb.tangerangkota.go.id.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X