3 Fakta Bansos Pemprov Jabar Tak Tersalurkan di Depok

Kompas.com - 30/06/2020, 06:03 WIB
Ilustrasi telur ayam. SHUTTERSTOCK/Shulevskyy VolodymyrIlustrasi telur ayam.

DEPOK, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, datang ke Kota Depok pada hari pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 15 April lalu.

Hari itu, ia juga meresmikan distribusi 10.000 paket bantuan sosial ( bansos) untuk warga Depok.

Dalam perkembangannya, jumlah penerima bansos berisi paket sembako (sembilan bahan pokok) seharga Rp 350.000 dan uang tunai Rp 150.000 itu bertambah hingga 47.000 penerima.

Namun, hampir 10 persen dari seluruh alokasi bansos Pemprov Jawa Barat di Depok itu justru tak tersalurkan sesuai rencana.

Baca juga: Setengah Ton Telur Bansos Pemprov Jabar untuk Warga Depok Membusuk, Ini Penjelasannya

 

Berikut sejumlah hal yang dirangkum Kompas.com terkait hal itu:

1. Sebanyak 4.000 bantuan tak terdistribusi

Kepala Kantor Pos Kota Depok, Diki Hendrawansah menjelaskan bahwa sekitar 4.000 paket dari total 47.000 paket itu termasuk dalam kategori "retur". Sebanyak 4.000 paket itu tak tersalurkan hingga akhir masa distribusi yang jadi tanggung jawab Kantor Pos.

"Ada masa distribusi dan ada akhir masa distribusi dan inilah barang yang kami simpan di salah satu gudang untuk menunggu lebih lanjut, apakah barang ini kami distribusikan lagi atau kami serahkan ke pemda," kata Diki kepada wartawan, Senin (29/6/2020).

Baca juga: 4.000 Paket Sembako dari Pemprov Jabar Tak Tersalurkan di Depok karena Retur

Sebagian besar dari barang-barang itu akhirnya disalurkan ke yayasan-yayasan yatim piatu, panti jompo, hingga pondok pesantren.

2. Penerima tak sesuai data alamat

Musabab di balik tak tersalurkannya 4.000 paket bansos itu adalah data yang tidak akurat, baik Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun non-DTKS.

Petugas pos disebut telah berupaya mencari alamat sebagaimana yang tertera di dalam data, tetapi tak dikenali oleh aparat setempat dengan berbagai alasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Rumah Sakit Hampir Penuh, Dinkes Tangsel Rujuk Pasien Covid-19 ke Wilayah Tetangga

Megapolitan
Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

Megapolitan
Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Megapolitan
Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Megapolitan
Geng Pandawa Sudah 24 Kali Mencuri dengan Modus Jadi Petugas Pertanahan

Geng Pandawa Sudah 24 Kali Mencuri dengan Modus Jadi Petugas Pertanahan

Megapolitan
Deretan Calon Kepala Daerah Tahun 2020 yang Terpapar Covid-19, 4 Orang Meninggal Dunia

Deretan Calon Kepala Daerah Tahun 2020 yang Terpapar Covid-19, 4 Orang Meninggal Dunia

Megapolitan
Idris Positif Covid-19 Usai Debat Kandidat Pilkada Depok, Pradi-Afifah Segera Tes Swab

Idris Positif Covid-19 Usai Debat Kandidat Pilkada Depok, Pradi-Afifah Segera Tes Swab

Megapolitan
Sejak Januari 2020, PT KAI Catat Ada 22 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Sejak Januari 2020, PT KAI Catat Ada 22 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

Megapolitan
Lokasi Perampokan Minimarket di Kemang Pratama Bekasi Sepi dan Minim Pengawasan

Lokasi Perampokan Minimarket di Kemang Pratama Bekasi Sepi dan Minim Pengawasan

Megapolitan
Langgar Protokol Kesehatan, Kerumunan Pengunjung di 5 Tempat Hiburan Kemang Dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Kerumunan Pengunjung di 5 Tempat Hiburan Kemang Dibubarkan

Megapolitan
MoU KUA-PPAS DKI Jakarta 2021 Diteken Sebesar Rp 82,5 Triliun

MoU KUA-PPAS DKI Jakarta 2021 Diteken Sebesar Rp 82,5 Triliun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X