Jakpro Minta DKI Segera Salurkan PMD Senilai Rp 1,2 Triliun

Kompas.com - 30/06/2020, 06:35 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPekerja beraktivitas di lokasi proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Kamis (6/2/2020). Proses revitalisasi TIM yang ditargetkan selesai pada tahun 2021 itu sudah memasuki tahap II yakni membongkar gedung Graha Bhakti Budaya dan Galeri Cipta I. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Propertindo ( Jakpro), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemperintah Provinisi (Pemorov) DKI Jakarta, meminta Pemprov DKI segera menyalurkan penyertaan modal daerah ( PMD) sebesar Rp 1,2 triliun.

“Sampai saat ini, belum menerima penyaluran PMD sehingga mempengaruhi arus kas hingga akhir tahun 2020,” kata Direktur Keuangan Jakpro, Yuliantina Wangsawiguna, saat bertemu anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Yuliantina menjelaskan, saat ini Jakpro sedang mengerjakan beberapa proyek penugasan daerah, di antaranya Jakarta International Stadium (JIS) dan revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Proyek-proyek itu turut membantu roda perekonomian daerah karena mengakomodir para pekerja dari DKI Jakarta.

Baca juga: Anies, Jakpro, dan DPRD DKI Dipanggil ke DPR Bahas Revitalisasi TIM Hari Ini

Saat ini, kata Yuliantina, Jakpro menalangi dana PMD tersebut dengan dana komersial dan mencoba bernegosiasi dengan para kontraktor.

Namun pihak Jakpro tidak dapat menahan lebih lama karena telah berkontrak dan berakibat pada penambahan biaya denda serta bunga.

“Kami mohon, agar APBD yang sudah disetujui agar segera dicairkan karena kami sudah berdiskusi dengan para kontraktor, mereka hanya bisa mampu menahan hingga bulan Juli 2020,” ujar Yuliantina.

Pembangunan Jakarta International Stadium ( JIS) di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (21/11/2019). Rencananya, stadion ini bisa menampung hingga 82.000 penonton.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pembangunan Jakarta International Stadium ( JIS) di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (21/11/2019). Rencananya, stadion ini bisa menampung hingga 82.000 penonton.

Sementara itu, Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyatakan pihaknya masih menghitung kembali kondisi keuangan dari APBD DKI Jakarta akibat pandemi Covid-19.

“Kalau sudah ada kepastian, baru kami finalisasi. Mungkin Oktober 2020 untuk berapa PMD yang akan kami turunkan pada Jakpro,” ujar Aziz.

Baca juga: UPDATE: Konstruksi Jakarta International Stadium Capai 21,94 Persen

Aziz mengapresiasi keseriusan Jakpro dalam menangani sejumlah proyek penugasan daerah yang sangat luar biasa dan berharap Pemprov DKI dapat segera menyalurkan PMD yang sudah ditetapkan untuk keberlangsungan proyek tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X