Kompas.com - 30/06/2020, 13:29 WIB
Ilustrasi TPS KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPIlustrasi TPS

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Suasana politik jelang penyelenggaraan Pilkada Tangerang Selatan pada Desember 2020 mendatang mulai memanas.

Terkahir, sebuah pesan singkat yang berisi perintah kepada lurah di Tangerang Selatan agar mendata jajarannya hingga ketingkat ketua RT, viral melalui WhatsApp.

Pesan viral tersebut bertuliskan permintaan untuk mengumpulkan data diri yang disebut telah disepakati melalui rapat di jajaran camat, wali kota, wakil wali kota dan organisasi perangkat daerah Pemkot Tangerang Selatan.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak mengatakan, pesan berantai yang kini berbuah tudingan terhadap pejabat Pemkot Tangerang Selatan itu harus segera ditelusuri secara mendalam.

Baca juga: Sekel Jurangmangu Timur Akui Terima Pesan Perintah Cari Koordinator TPS dari Atasannya

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui apa alasan permintaan data diri dan mencari koordinator TPS yang disebut atas dasar instruksi.

"Pada fase saat ini, semakin mendekati tahapan Pilkada, suasana politik di Tangsel memang mulai memanas. Pemkot Tangsel harus segera memverifikasi agar tidak makin liar," kata Zaki saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Menurut Zaki, semakin dekat penyelenggaraan Pilkada 2020 juga banyak isu beredar yang kerap dikaitkan dangan salah satu bakal calon yang akan maju.

Tidak terkecuali nama Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Sekretaris Daerah Muhamad, yang bakal bertarung untuk menjadi orang nomor satu di Tangsel.

Baca juga: Bawaslu Tangsel Sebut Bukti Pesan soal Lurah Diminta Cari Koordinator TPS Telah Dihapus

"Kalau tujuannya untuk pendataan OPD, baik yang PNS maupun non-PNS, memang agak janggal. Koordinator TPS juga ikut mau didata. Masyarakat melihat ada indikasi penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan ASN, maka bisa dilaporkan ke KASN," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinggal Shalat Jumat, 14 Sertifikat Tanah dalam Tas di Mobil Dicuri di Tangerang

Ditinggal Shalat Jumat, 14 Sertifikat Tanah dalam Tas di Mobil Dicuri di Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 April: Bertambah 40 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 10.778

UPDATE 23 April: Bertambah 40 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 10.778

Megapolitan
Pemkot Tangerang Tunggu Arahan Gubernur soal Aturan Mudik Antar-wilayah di Banten

Pemkot Tangerang Tunggu Arahan Gubernur soal Aturan Mudik Antar-wilayah di Banten

Megapolitan
Para Lurah di Jakarta Barat Mengaku Belum Dapat Instruksi soal Pembuatan SIKM di Kelurahan

Para Lurah di Jakarta Barat Mengaku Belum Dapat Instruksi soal Pembuatan SIKM di Kelurahan

Megapolitan
Warga Bisa Pinjam dan Sumbang Buku di Taman Situ Lembang Jakarta Pusat

Warga Bisa Pinjam dan Sumbang Buku di Taman Situ Lembang Jakarta Pusat

Megapolitan
UPDATE 23 April: Ada 884 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.203 Pasien Dirawat

UPDATE 23 April: Ada 884 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 7.203 Pasien Dirawat

Megapolitan
Semarakkan Ramadhan, Pemprov DKI Gelar Konser Musik Jazz hingga Tur Virtual

Semarakkan Ramadhan, Pemprov DKI Gelar Konser Musik Jazz hingga Tur Virtual

Megapolitan
Warga Tetap Curi Start Mudik meski Khawatir Sebarkan Covid-19 di Kampung Halaman

Warga Tetap Curi Start Mudik meski Khawatir Sebarkan Covid-19 di Kampung Halaman

Megapolitan
Diburu Setelah Serang Seorang Balita, Monyet Liar di Palmerah Ditangkap Warga

Diburu Setelah Serang Seorang Balita, Monyet Liar di Palmerah Ditangkap Warga

Megapolitan
Hotel di Menteng Dijaga Ketat TNI-Polri usai Puluhan Tamu Warga India Diduga Bikin Ricuh

Hotel di Menteng Dijaga Ketat TNI-Polri usai Puluhan Tamu Warga India Diduga Bikin Ricuh

Megapolitan
Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Tertimpa Pohon Tumbang di Kuningan Jaksel, Mobil Penyok, Pejalan Kaki Luka-luka

Megapolitan
Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Megapolitan
454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

Megapolitan
Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Penginapan di Tebet Jadi Tempat Prostitusi Anak, Plt Wali Kota: Bisa Disegel Satpol PP

Megapolitan
Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Pengemudi Porsche Masuk Jalur Transjakarta di Kebayoran Lama, Polisi Cek Kamera ETLE

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X