Enam Orang Positif Covid-19, Sebagian Pasar Tanah Abang Bakal Ditutup dan Diberi Garis Polisi

Kompas.com - 30/06/2020, 17:54 WIB
Petugas Kecamatan Tanah Abang melakukan tes massal Covid-19 di kawasan Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang, Selasa (23/6/2020) DOKUMEN PRIBADIPetugas Kecamatan Tanah Abang melakukan tes massal Covid-19 di kawasan Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang, Selasa (23/6/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam orang pedagang pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat positif terpapar Covid-19.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menyebutkan, enam orang yang positif tak hanya pedagang.

Pasien positif tersebut terdiri dari karyawan dari Cengkareng satu orang, pedagang blok A dan Blok B masing-masing satu, karyawan swasta Blok A satu orang, dan karyawan Blok B dua orang.

Baca juga: Penutupan Sementara Pasar Blok A Tanah Abang Tunggu Arahan Pasar Jaya

"Jadi pedagangnya cuma dua. Kemudian ketika tiga orang ini diperiksa terkait PMKS, yang memang berinteraksi dengan positif, itu negatif tiga-tiganya," ujar Arief di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Akibatnya, Pasar Jaya akan mulai menutup pasar pada Rabu (1/7/2020) besok. Saat ini, Pasar Jaya tengah melakukan sosialisasi terkait penutupan tersebut.

"Tutup mulai 1 Juli. Makanya hari ini kita lakukan sosialisasi," kata Arief.

Ia juga menjelaskan, yang ditutup hanya sebagian kios yang dideteksi sebagai tempat penularan virus.

Baca juga: Pasar Jaya Putuskan Tak Tutup Seluruh Area Pasar Tanah Abang Blok A dan B

Garis polisi akan dipasang guna mencegah ada orang yang mendekat ke lokasi.

"Jadi tokonya nih, radiusnya kita pertimbangkan berapa jarak, itu yang ditutup police line," ujar Arief.

Pihaknya masih melakukan penelusuran terkait tempat mana saja yang harus ditutup. Selama kios itu ditutup, pasar Tanah Abang masih tetap akan beroperasi seperti biasa.

Sebelumnya, lima pasar di kawasan Tanah Abang akan ditutup sementara selama tiga hari mulai 1 Juli 2020 karena ada 10 orang yang dinyatakan positif di lima lokasi tersebut.

Lima pasar yang dimaksud yaitu Pusat Grosir Mode Tanah Abang (PGMTA), Pasar Metro Tanah Abang (PMTA), Pasar Central Tanah Abang (CTA), serta Pasar Blok A dan Blok B Tanah abang.

Camat Tanah Abang Yassin Passaribu menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola pasar terkait penutupan selama tiga hari yang akan dimulai pada 1 Juli mendatang.

"Hari ini saya kirimkan surat ke mereka, besok dasarnya mereka sosialisasi. Tanggal 1 Juli 2020 baru ditutup selama tiga hari," ujar Yassin ketika dikonfirmasi, Senin (29/6/2020) kemarin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Begal Pesepeda Ditangkap, Sudah Beraksi 25 Kali di Jakbar

5 Begal Pesepeda Ditangkap, Sudah Beraksi 25 Kali di Jakbar

Megapolitan
Hendak Edarkan 100.000 Dollar AS Palsu, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

Hendak Edarkan 100.000 Dollar AS Palsu, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Megapolitan
Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Megapolitan
Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Megapolitan
Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X