Kadis SDA DKI Jakarta Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Waduk Sunter

Kompas.com - 01/07/2020, 09:19 WIB
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/2/2020). KOMPAS.com/NURSITA SARIKepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi Pemerhati Pengguna Anggaran (ALPPA) melaporkan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK atas dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pada pembangunan Waduk Sunter Selatan sisi timur tahun anggaran 2019.

Direktur Eksekutif ALPPA Thomson Gultom mengatakan, laporan tersebut diterima oleh KPK pada 29 Juni 2020.

Thomson menyampaikan, pihaknya juga melaporkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PT Fujitama Cipta Andaan selaku konsultan pengawas, dan PT Sinar Mardagul-PT Kaya Beton Indonesia sebagai pemenang tender.

Baca juga: Tak Pakai Masker Saat CFD di Danau Sunter, 24 Orang Ditindak

"Benar ada (laporan untuk Kadis SDA DKI Jakarta atas dugaan KKN)," kata Thomson saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Menurut Thomson, pembangunan Waduk Sunter Selatan tidak sesuai bestek, dari kontrak kerja sejak 23 Agustus 2019 hingga 15 Desember 2019. Bahkan, Dinas SDA DKI Jakarta memperpanjang kontrak dua kali.

Thomson menilai perpanjangan kontrak pengerjaan itu bertentangan dengan Pasal 56 Perpres 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Kan itu anggaran satu tahun, tahun 2019, kontraknya itu 23 Agustus sampai dengan 15 Desember 2019. Namun, dikerjakan bahkan dua kali perpanjangan waktu, ada perpanjangan waktu. Padahal, itu kan tidak boleh, di Perpres enggak boleh," ujar Thomson.

Baca juga: Sanksi untuk Pengusaha yang Pakai Kantong Plastik, Denda Maksimal Rp 25 Juta hingga Cabut Izin

Berdasarkan hasil analisis Thomson, proses pembangunan waduk baru mencapai 25 persen hingga masa kontrak pengerjaan selesai.

"Hasil investigasi saya itu, hasil pengerjaannya baru sekitar 25 sampai dengan 30 persenlah," ucapnya.

Tak hanya itu, Thomson melanjutkan, terdapat kejanggalan dalam proses pembangunan waduk, di antaranya tak ada pagar pengaman proyek.

"Itu tidak dilakukan pemagaran, itu dugaan korupsi kita," kata Thomson.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolres Metro Jaksel Harap Pedemo Sampaikan Pendapat dengan Santun

Kapolres Metro Jaksel Harap Pedemo Sampaikan Pendapat dengan Santun

Megapolitan
Cegah Pelajar Ikut Demo, TNI-Polri Jaga Perbatasan Cikupa dan Curug Tangerang

Cegah Pelajar Ikut Demo, TNI-Polri Jaga Perbatasan Cikupa dan Curug Tangerang

Megapolitan
8 Polisi Bekasi yang Terpapar Covid-19 Usai Amankan Demo Mulai Membaik

8 Polisi Bekasi yang Terpapar Covid-19 Usai Amankan Demo Mulai Membaik

Megapolitan
Jelang Unjuk Rasa, 1.200 Personel Amankan Obyek Vital dan Sentra Perekonomian di Jaksel

Jelang Unjuk Rasa, 1.200 Personel Amankan Obyek Vital dan Sentra Perekonomian di Jaksel

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Orang yang Diduga Gerakkan Pelajar Saat Demo Rusuh di Jakarta

Polisi Tangkap 3 Orang yang Diduga Gerakkan Pelajar Saat Demo Rusuh di Jakarta

Megapolitan
Ada Demonstrasi di Jakarta Hari Ini, Begini Kondisi Lalin Bekasi

Ada Demonstrasi di Jakarta Hari Ini, Begini Kondisi Lalin Bekasi

Megapolitan
Ada Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jalan Medan Merdaka Barat Ditutup Selasa Pagi

Ada Demo Tolak UU Cipta Kerja, Jalan Medan Merdaka Barat Ditutup Selasa Pagi

Megapolitan
Pukul 09.10 WIB, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Padati Patung Kuda

Pukul 09.10 WIB, Massa Demo Tolak UU Cipta Kerja Mulai Padati Patung Kuda

Megapolitan
Cara Anarko Susupi Aksi Massa, Ganti Pedemo dengan Anggota Perusuh

Cara Anarko Susupi Aksi Massa, Ganti Pedemo dengan Anggota Perusuh

Megapolitan
Ada Demo di Sekitar Istana, Ini Modifikasi 4 Rute Layanan Bus Transjakarta

Ada Demo di Sekitar Istana, Ini Modifikasi 4 Rute Layanan Bus Transjakarta

Megapolitan
Kota Tangerang Buka Pendaftaran Online untuk Stimulus UMKM

Kota Tangerang Buka Pendaftaran Online untuk Stimulus UMKM

Megapolitan
DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

DPRD DKI: Perda Penanganan Covid-19 Memperkuat Jaminan Sosial Masyarakat

Megapolitan
PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

PSBB Jilid Ke-12 Berakhir Hari Ini, Bagaimana Perkembangan Kasus Covid-19 di Tangsel?

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

[POPULER JABODETABEK] Perda Jakarta: Warga Tolak Swab Test dan Vaksin Didenda Rp 5 juta

Megapolitan
Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Lima Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Dewi Sartika, Truk hingga Taksi Ringsek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X