Kompas.com - 01/07/2020, 13:35 WIB
audiensi orangtua calon peserta didik baru (CPDB) dan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI soal polemik jalur zonasi PPDB DKI KOMPAS.COM/RYANA ARYADITAaudiensi orangtua calon peserta didik baru (CPDB) dan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI soal polemik jalur zonasi PPDB DKI

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua menyiapkan strategi cadangan bila anak mereka tak diterima di sekolah negeri melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2020.

Ada yang memilih untuk menunggu jadwal PPDB DKI Jakarta 2021. Ada juga yang memilih bersekolah di sekolah swasta.

Lidya W, orangtua seorang calon murid, mengatakan akan menunggu satu tahun jika anaknya tak lolos di sekolah negeri. Sejauh ini, anaknya sudah tak diterima di PPDB DKI Jakarta 2020 jalur zonasi.

"Di dalam planning hidup saya, tak ada rencana sekolah di swasta. Swasta yang bagus, itu mahal. Saya tak sanggup biayanya mahal," kata Lidya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Seorang anak Lidya sudah mencoba lewat jalur zonasi di sekolah-sekolah pilihannya yaitu SMA 8, SMA 26, SMA 54, SMA 3, SMA 55, dan SMA 100 tetapi tidak lolos.

Baca juga: Polemik PPDB DKI 2020 Jalur Zonasi, Siswa Menangis Berhari-hari hingga Banyak Diam

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anaknya berumur 15 tahun 5 hari dan tinggal di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

Syahreza PG , orangtua lainnya sudah menyiapkan pilihan dua sekolah swasta di Jakarta jika anaknya tak lolos PPDB DKI 2020 jenjang SMA. Hari ini, anaknya tengah menjalani ujian online untuk masuk sekolah swasta.

"Baru daftar dua sekolah swasta," kata Syahreza atau Reza.

Ia sudah berancang-ancang mendaftarkan anaknya ke swasta di tengah PPDB DKI Jakarta 2020. Reza mengatakan, anaknya belum mengikuti PPDB DKI Jakarta 2020 jalur prestasi.

"Belum daftar ke mana-mana. Saya bisa lihat daftar SMA yang masih bisa terima anak saya," kata laki-laki yang bekerja di bindang IT itu.

Ia memilihkan anaknya sekolah swasta yang berjarak sekitar empat kilometer dari rumahnya. Reza sendiri tinggal di bilangan Otista, Jakarta Timur.

"Dalam kota saja. Saya mau yang tak jauh (dari rumah)," ujarnya.

PPDB DKI Jakarta 2020 kini memasuki tahap seleksi via jalur prestasi. Sebelumnya, DKI Jakarta telah melakukan PPDB jalur afirmasi, zonasi, inklusi, dan prestasi non-akademik. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

3 Fakta Seputar Kasus Warga Bekasi Sempat Tak Bisa Divaksinasi karena NIK Dipakai Orang Lain

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 8 Bulan Penjara terhadap Rizieq Shihab di Kasus Petamburan

Megapolitan
4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

4 Penyebab Dugaan Korupsi Damkar Depok Belum Terungkap Versi Kejaksaan

Megapolitan
Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Vonis terhadap Rizieq pada Kasus Megamendung Dikuatkan di Tingkat Banding

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

UPDATE: Depok Catat Rekor Kasus Baru Covid-19 Terbanyak Kedua Selama Pandemi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Mayoritas Jabodetabek Berawan

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksinasi Keliling Jakarta, Kamis 5 Agustus 2021

Megapolitan
Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMP di Kota Bekasi Digelar hingga Malam

Megapolitan
Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Selidiki Pungli Bansos di Kota Tangerang, Polisi Periksa 3 Orang Lagi

Megapolitan
Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Permudah Warga, Mobil Vaksinasi Keliling Dihadirkan di Cilandak Timur

Megapolitan
Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Dinsos Kota Tangerang Akan Salurkan Bansos Rp 300.000, Ini Kriteria Penerima Bantuan

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Rp 675 Juta, Pengamat: Mana Sense of Crisis-nya?

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 4 Agustus: Tangsel Catat 10.456 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Diduga Depresi karena Cerai, Seorang Wanita Nekat Lompat dari Lantai 5 Apartemen di Sunter

Megapolitan
23 Dosen-Staf Universitas Mercu Buana Disebut Dipecat Tanpa Pesangon, Ini Penjelasan Pihak Kampus

23 Dosen-Staf Universitas Mercu Buana Disebut Dipecat Tanpa Pesangon, Ini Penjelasan Pihak Kampus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X