Pemkot Bekasi Janji Sortir Kembali Sampah agar Limbah Medis dan Rumah Tangga Tak Bercampur

Kompas.com - 01/07/2020, 15:48 WIB
Limbah medis dan limbah rumah tangga bercampur di TPA Bekasi, Selasa (30/6/2020). Dokumen Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNAs) Bagong SuyotoLimbah medis dan limbah rumah tangga bercampur di TPA Bekasi, Selasa (30/6/2020).
Penulis Cynthia Lova
|


BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Ulfa Masropah akan menyortir kembali sampah-sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di tiap wilayah sebelum dicampur dengan sampah di TPA.

Jika ditemukan limbah medis, akan dipisah dengan limbah rumah tangga.

Hal itu terkait penemuan limbah medis yang bercampur dengan limbah rumah tangga di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Sumur Batu.

“Kepada semua sopir yang datang dari wilayah-wilayah itu untuk menyortir barang-barang yang masuk ke dalam TPA. Tetapi di TPA itu sendiri adanya timbangan, artinya timbangan itu untuk mengetahui jumlah tonase (perhitungan volume) dan jumlah sampah apa saja yang ada di TPA,” ujar Ulfa saat dihubungi, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Pemkot Bekasi Klaim Limbah Medis di TPA Sumur Batu Ada di Zona Nonaktif

Meski demikian, temuan limbah medis di TPA Sumur Baru saat ini disebut berada di zona nonaktif.

Kata Ulfa, TPA zona nonaktif tersebut di luar kendali dari pihak TPA.

Sebab kata Ulfa, ada pemborong lainnya yang mengambil limbah medis tersebut di TPA Sumur Batu nonaktif. Artinya, TPA Sumur Batu nonaktif itu hanya dijadikan tempat penampungan sementara limbah medis sebelum diolah.

Pasalnya Pemkot Bekasi bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah limbah beracun dan berbahaya (B3) tersendiri di Karawang.

“Kalau misalkan media ada temuan limbah medis bekas Covid-19 ada di zona tidak aktif. Artinya zona yang tidak dipelayanan kami dan itu ada orang yang memborong langsung, bukan dari TPA-nya,” ucap dia.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Duga Limbah Medis di TPA Sumur Batu dari Tim Surveilans Covid-19

Sebelumnya, limbah medis bekas penanganan pasien terkait Covid-19 ditemukan dibuang di tempat pembuangan akhir ( TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, dan TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Temuan tersebut berdasarkan observasi dan investigasi mulai tanggal 1 hingga 23 Juni 2020 oleh Koalisi Persampahan Nasional.

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (Kpnas) Bagong Suyoto mengatakan, limbah medis yang ditemukan jumlahnya cukup banyak yakni, masker, sarung tangan, dan tisu.

“Limbah medis tersebut sudah dicampur dengan plastik, kertas, karung, busa, ranting dan daun, kayu. Fakta itu diduga kuat limbah medis berasal dari rumah sakit, klinik kesehatan maupun puskesmas,” kata Bagong.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

2 Pekerja Bangunan Tewas Saat Renovasi Rumah di Benhil, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Megapolitan
Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Menengok Kolam Renang Atlantis Ancol yang Viral Karena Airnya Keruh

Megapolitan
Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Kenangan soal Keinginan Tien Soeharto di Balik Megahnya Masjid At-Tin TMII

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 17 April 2020

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 17 April 2021

Megapolitan
Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Valentino Simanjuntak dan Pentingnya Komentator Sepak Bola bagi Oki Kurnia yang Tunanetra

Megapolitan
Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Surat Eksekusi Lahan di Pinang Tak Bisa Dicabut, Ini Penjelasan PN Tangerang

Megapolitan
2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

2 Sepeda Motor Bertabrakan di Duren Sawit, 1 Pengendara Tewas

Megapolitan
Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Pencuri Koil Mobil di Karang Tengah, Tangerang, Ditangkap Warga

Megapolitan
Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Pembangunan Jalur MRT Bawah Tanah Fase 2A Disebut Lebih Menantang

Megapolitan
Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Update 16 April: 228 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota Tangerang

Megapolitan
Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Mafia Tanah Saling Gugat Pakai Surat Palsu, Mengapa PN Tangerang Keluarkan Surat Eksekusi Lahan?

Megapolitan
[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

[Update 16 April]: Bertambah 979, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 397.088

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Anggota DPRD DKI: Seleksi PPDB 2021 Utamakan Zona RT/RW

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X