Kompas.com - 01/07/2020, 19:36 WIB
SMA Labschool Kebayoran SMA Labschool Kebayoran

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orangtua menilai penggunaan akreditasi sekolah sebagai salah satu dasar pertimbangan penilaian penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta 2020 jalur prestasi akademik tidak adil dan memberatkan calon pendaftar.

Perbedaan nilai akreditasi sekolah negeri dan swasta mengakibatkan calon siswa dari sekolah negeri tersingkir.

"Adanya perkalian akreditasi yang mengakibatkan (siswa sekolah negeri) kalah bersaing dengan nilai akreditasi yang besar," kata orangtua siswa, Yulianti Sundari saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Menurut dia, kuota jalur prestasi akademik sebesar 20 persen harus diperebutkan oleh siswa dari Jakarta dan luar Jakarta.

Baca juga: PPDB DKI 2020 Jalur Bina RW, KPAI Sebut Kebijakan Win-Win Solution

PPDB melalui jalur prestasi akademik dibuka untuk jenjang pendidikan SMP, SMA, dan SMK.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun dasar seleksi PPDB DKI Jakarta jalur prestasi akademik dinilai dari rerata nilai (mapel Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan IPS) rapor SMP/MTs kelas 7, 8, dan 9 semester 1 yang telah divalidasi dikali nilai akreditasi sekolah bagi calon peserta didik baru SMA / SMK.

Setiap sekolah memiliki nilai akreditasi yang beragam.

Sejumlah sekolah swasta memiliki nilai akreditasi 100 seperti SMP Labschool Jakarta, SMP Al-Azhar Jakarta, dan lainnya.

Baca juga: Orangtua Keluhkan Kuota Jalur Prestasi PPDB DKI 2020 yang Terlalu Sedikit

Orangtua siswa lainnya, Andri Ayu mengatakan cara pengalian antara rerata nilai raport dengan akreditasi disebut tidak adil lantaran harus bersaing dengan akreditasi sekolah swasta yang sempurna.

Sekolah negeri seperti SMP 115 Jakarta disebut memiliki akreditasi lima tahun yang lalu.

Sementara, SMP Labschool Jakarta menggunakan akreditasi yang baru yakni tahun 2019.

"Akreditasi ini lebih banyak hubungannya dengan fasilitas sekolah. Jadi rasanya kurang adil kalau angka ini yg digunakan. Sekolah negeri mana bisa bersaing sama sekolah swasta. Apalagi dengan kuota yang cuma 20 persen," ujar Reno, orangtua lain yang dihubungi Kompas.com.

Orangtua murid lainnya, Irawati mengatakan anak dari sekolah swasta yang punya nilai rapor dan akreditas tinggi punya peluang masuk sekolah negeri.

Sementara, anak-anak dari sekolah negeri meskipun memiliki nilai tinggi tetapi nilai akreditasi rendah memiliki peluang yang kecil untuk masuk ke sekolah negeri.

Penilaian akreditasi sekolah dinilai dari standar isi kurikulum, standar proses belajar mengajar, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Orangtua pesimistis

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

Ada 25 Klaster Covid-19 di Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Pemprov DKI Disebut Terkesan Tak Siap

Megapolitan
Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

Ada Kecelakaan Truk, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sempat Macet Total

Megapolitan
Aturan Makan di Restoran Jakarta Selama PPKM Level 3

Aturan Makan di Restoran Jakarta Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Kepala KPLP dan Kasubag Umum Lapas Tangerang Kembali Diperiksa Terkait Kebakaran

Kepala KPLP dan Kasubag Umum Lapas Tangerang Kembali Diperiksa Terkait Kebakaran

Megapolitan
Simpang Mampang Depok Banjir sejak Dini Hari padahal Tidak Diguyur Hujan

Simpang Mampang Depok Banjir sejak Dini Hari padahal Tidak Diguyur Hujan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bakal Cairkan Insentif Nakes pada Oktober Mendatang

Pemkot Bekasi Bakal Cairkan Insentif Nakes pada Oktober Mendatang

Megapolitan
Cegah Klaster Covid-19, Sekolah di Kota Bekasi Wajib Semprot Disinfektan Tiap Selesai PTM

Cegah Klaster Covid-19, Sekolah di Kota Bekasi Wajib Semprot Disinfektan Tiap Selesai PTM

Megapolitan
Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang untuk Tetapkan Tersangka Baru

Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang untuk Tetapkan Tersangka Baru

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Panggil Luhut B Pandjaitan Terkait Laporan terhadap Hariz Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Polda Metro Jaya Akan Panggil Luhut B Pandjaitan Terkait Laporan terhadap Hariz Azhar dan Fatia Maulidiyanti

Megapolitan
Soal 25 Klaster Covid-19 akibat PTM di Jakarta, Pimpinan DPRD DKI: Tak Perlu Panik Berlebihan

Soal 25 Klaster Covid-19 akibat PTM di Jakarta, Pimpinan DPRD DKI: Tak Perlu Panik Berlebihan

Megapolitan
Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Megapolitan
Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Megapolitan
1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

Megapolitan
UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.