Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Kompas.com - 02/07/2020, 16:15 WIB
ilustrasi sekolah menengah pertama. DRIilustrasi sekolah menengah pertama.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Tangerang meminta seluruh sekolah tingkat SD-SMP di Kota Tangerang untuk tidak memungut biaya seragam baru sebelum siswa masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati mengatakan, dirinya sudah mengirim surat pemberitahuan tersebut ke seluruh sekolah.

"Agar jangan memberatkan siswa di kondisi seperti ini (Pandemi Covid-19). Misalnya seragam, nggak apa-apa nggak pakai seragam yang baru, pakai aja yang lama dulu. Mau bayaran, kan belum boleh masuk, kan Januari (2021) baru masuk," kata dia saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Anies: Belum Ada Rencana Pembukaan Sekolah

Surat tersebut juga ditunjukan kepada sekolah swasta. Masyati mengatakan, sekolah swasta bisa meringankan beban orangtua murid dengan cara tidak menagih biaya awal buku, seragam dan biaya awal lainnya.

"Kepada swasta agar bisa meringankan beban, seragam, buku jangan dulu lah. Itu udah kebijakan langsung dari pak Wali Kota, jangan sampai masyarakat terbebani," tutur Masyati.

Kebijakan tersebut diambil untuk menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang anaknya tidak mendapat kesempatan masuk ke sekolah negeri dan menilai akan jauh lebih mahal apabila masuk ke sekolah swasta.

Seperti diketahui, PPDB tingkat SMP di Kota Tangerang hanya menampung 10.600 siswa saja dari lulusan SD di Kota Tangerang yang mencapai 32.000 lebih.

Baca juga: Terdapat 32.000 Lulusan SD, Daya Tampung SMPN di Kota Tangerang Hanya 10.600

Sebanyak 21.000 lebih siswa kemungkinan akan melanjutkan pendidikan SMP ke 167 sekolah swasta di Kota Tangerang.

"Menurut saya swasta sama negeri sama, tapi masyarakat memaksa anaknya Negeri, padahal sama-sama bagus," kata Masyati.

Terkait masalah biaya sekolah, Masyati mengatakan, anak yang meman layak mendapat bantuan dari pemerintah tak perlu khawatir soal biaya.

Pasalnya, di Kota Tangerang baik swasta maupun negeri tidak dipungut biaya SPP karena sudah dianggarkan oleh Pemerintah Kota.

"Apalagi sudah bantuan dari pemerinthan SPP-nya tidak boleh dipungut lagi untuk anak didik yang dapat bantuan," tutur dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Pemprov DKI Akui Dana Insentif Petugas Pemakaman Covid-19 DKI Masih Proses Pencairan

Megapolitan
Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Ini Titik Paling Rawan Ranjau Paku di Jalan Protokol Wilayah Jakarta

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 12 Agustus di Depok: Temuan 16 Kasus Baru, 1 Pasien Meninggal

Megapolitan
[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

[UPDATE] Daftar 22 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Depok Saat Ini

Megapolitan
Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Jalan Protokol di Jakarta Masih Rawan Ancaman Ranjau Paku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Kemungkinan Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

UPDATE 12 Agustus: 8 Pasien Baru, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 655

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Pemprov DKI Belum Temukan Hewan Laut yang Terdampak Pencemaran di Pulau Pari

Megapolitan
Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Akibat Layang-layang, Garuda Indonesia Keluarkan 4.000 Dollar AS untuk Perbaiki Kerusakan Pesawat

Megapolitan
Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Tak Ada Seleksi, 24 Paskibraka yang Bertugas di Jakut Diambil dari Tim Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Pemkot Bekasi Gelar Lomba RW Siaga untuk Cegah Covid-19, Hadiahnya Pembangunan Senilai Rp 1 M

Megapolitan
Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Jika PSBB Diperpanjang, Fraksi Golkar Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan di 3 Tempat Ini

Megapolitan
Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Hari Kedua Pembersihan Pulau Pari, Petugas Kumpulkan 110 Kantong Gumpalan Minyak

Megapolitan
Sekretaris Rencanakan Pembunuhan Bos Roti Asal Taiwan Setelah Santet Tak Mempan

Sekretaris Rencanakan Pembunuhan Bos Roti Asal Taiwan Setelah Santet Tak Mempan

Megapolitan
UPDATE 12 Agustus: Bertambah 13, Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Sebanyak 663

UPDATE 12 Agustus: Bertambah 13, Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Sebanyak 663

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X