Kota Bogor Catat Angka Penularan Covid-19 Terendah Se-Bodebek

Kompas.com - 02/07/2020, 18:20 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau pelaksanaan rapid test dan tes usap Covid-19 pada penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Kegiatan yang dilakukan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat ini dilakukan untuk memetakan sebaran Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau pelaksanaan rapid test dan tes usap Covid-19 pada penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jumat (26/6/2020). Kegiatan yang dilakukan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Jawa Barat ini dilakukan untuk memetakan sebaran Covid-19.

BOGOR, KOMPAS.com - Angka reproduksi efektif (Rt) atau tingkat penularan Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan hasil cukup baik dengan nilai 0,33.

Nilai tersebut menjadikan Kota Bogor satu-satunya wilayah di Bodebek yang memiliki angka paling rendah terhadap penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, angka reproduksi efektif Covid di Kota Depok sebesar 1,17; Kota Bekasi 0,71; Kabupaten Bogor 0,66; dan Kabupaten Bekasi 0,57.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, atas nilai tersebut, Pemprov Jabar mengizinkan Kota Bogor untuk mulai menerapkan pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau fase menuju tatanan kenormalan baru.

Bima menuturkan, Pemkot Bogor akan mulai menerapkan pra-adaptasi kebiasaan baru selama 14 hari ke depan terhitung mulai Jumat (3/7/2020), seiring habisnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional hari ini.

"Angka reproduksi efektif atau angka penularan di Bodebek paling rendah adalah di Kota Bogor dengan 0,33. Itu kita syukuri karena kerja keras kita ada hasilnya," ungkap Bima, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Kota Bogor Bersiap Masuki Pra-adaptasi Kebiasaan Baru, Aturan Pembatasan Akan Dilonggarkan

Bima menambahkan, angka reproduksi efektif merupakan salah satu indikator yang dinilai dalam menentukan tingkat level kewaspadaan Covid-19.

Selain itu, indikator lain yang dinilai adalah laju orang dalam pemantauan (ODP), laju pasien dalam pengawasan (PDP), laju perkembangan pasien positif, laju kesembuhan (recovery rate), laju kematian (case fatality rate), laju transmisi (contact index), serta risiko geografis.

“Meski tren penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cenderung melandai, tapi situasi belum aman sepenuhnya. Kita minta semua pihak untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan," tutur Bima.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengizinkan Kota Bogor untuk memulai pra-adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau fase menuju tatanan kenormalan baru.

Baca juga: PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpanjang Dua Pekan Sampai 16 Juli 2020

Bima menjelaskan, dalam masa pra-AKB, pemerintah daerah telah menyiapkan kelonggaran kebijakan dengan membuka kembali sektor yang selama ini dilarang beroperasi saat pandemi.

Ia menyebutkan, salah satu kebijakan tersebut adalah aturan terhadap ojek online yang diperbolehkan kembali untuk mengangkut penumpang.

Selain itu, bisnis pernikahan dan obyek wisata juga akan menjadi tahapan berikutnya untuk yang bakal segera dibuka kembali.

"Beberapa hari ke depan kita akan koordinasikan secara teknis seperti apa. Misalnya, mengizinkan ojol untuk beroperasi mengangkut penumpang dengan protokol kesehatan dan lain-lain," imbuh dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Megapolitan
Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Megapolitan
Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Megapolitan
26 RS Swasta di Jakarta akan Jadi RS Rujukan Covid-19

26 RS Swasta di Jakarta akan Jadi RS Rujukan Covid-19

Megapolitan
Langgar Protokol Kesehatan, Lebih dari 208 Tempat Usaha di Jakarta Ditutup Sementara

Langgar Protokol Kesehatan, Lebih dari 208 Tempat Usaha di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Selama Isolasi di RS, Rektor IPB Ciptakan Lagu

Selama Isolasi di RS, Rektor IPB Ciptakan Lagu

Megapolitan
Setelah 3 Jam, Kebakaran di Sebuah Restoran di Kebayoran Baru Akhirnya Padam

Setelah 3 Jam, Kebakaran di Sebuah Restoran di Kebayoran Baru Akhirnya Padam

Megapolitan
Rekonstruksi Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat, 10 Tersangka Peragakan 63 Adegan

Rekonstruksi Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat, 10 Tersangka Peragakan 63 Adegan

Megapolitan
Sembuh dari Corona, Rektor IPB University Diperbolehkan Pulang

Sembuh dari Corona, Rektor IPB University Diperbolehkan Pulang

Megapolitan
Profil Cai Changpan, Bandar Narkoba Terpidana Mati yang Dua Kali Kabur dari Penjara

Profil Cai Changpan, Bandar Narkoba Terpidana Mati yang Dua Kali Kabur dari Penjara

Megapolitan
Pesan 87 Permen Mengandung Ganja dari Amerika, Pria Ini Ditangkap

Pesan 87 Permen Mengandung Ganja dari Amerika, Pria Ini Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 25 September: Bertambah 19 Kasus Positif dan 25 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 25 September: Bertambah 19 Kasus Positif dan 25 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Pamulang, Sita Sabu Senilai Rp 2,5 Miliar

Polisi Tangkap Bandar Narkoba di Pamulang, Sita Sabu Senilai Rp 2,5 Miliar

Megapolitan
UPDATE 25 September: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.289 Orang, Kasus Aktif Jadi 12.898

UPDATE 25 September: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.289 Orang, Kasus Aktif Jadi 12.898

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X