Kompas.com - 02/07/2020, 21:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta bakal menambah durasi jam sibuk bila jumlah penumpang kembali melonjak pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, saat ini durasi jam sibuk adalah dua jam pada pagi hari dan dua jam pada sore hari.

Namun, bila jumlah penumpang melonjak, maka akan ditambah durasi jam sibuk menjadi tiga jam sehingga akan menambah jumlah perjalanan kereta.

"Pick sekarang 2 jam di pagi dan sore. Pagi jam 7 sampai jam 9, sore jam 5 sampai jam 7. Kalau penumpang di atas 70.000, 3 jam di pagi hari dan 3 jam sore hari," ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar dalam diskusi virtual, Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Belum Ada Kasus, Dirut Yakin MRT Jakarta Aman dari Penularan Covid-19

Saat jam sibuk, jarak antarkereta pada hari kerja (weekdays) adalah 5 menit. Sedangkan, headway untuk jam non-sibuk pada hari kerja adalah 10 menit.

William menjelaskan, untuk saat ini jumlah penumpang terus merangkak naik seiring dengan pelonggaran PSBB.

Pada Selasa (30/6/2020), jumlah penumpang kereta MRT sebanyak 20.793 orang. Kemudian pada Rabu (1/7/2020), jumlah penumpang sebanyak 21.478 orang.

"Jadi angkanya mulai terus naik dan kita berharap seiring dengan masa transisi ini perpanjang lagi 2 minggu mudah-mudahan setelah 2 minggu masyarakat mulai bisa beraktivitas," jelasnya.

Perusahaan pelat merah ini menargetkan penumpang selama masa transisi akan mencapai 70.000 per hari.

"70.000 penumpang itu kita bisa pastikan antrean bisa dikelola dengan baik. Kalau sudah lebih dari itu kita akan tambah pick hour kita," tambah William.

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Diingat Penumpang MRT Saat PSBB Transisi Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga 'Lockdown' Kandang

Cegah PMK, Peternak Sapi di Depok Semprotkan Disinfektan hingga "Lockdown" Kandang

Megapolitan
Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Ini Alasan Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Oknum Polisi Lepaskan Tembakan di Kompleks Polri Ragunan, Warga: Kami Ketakutan...

Megapolitan
Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Wali Kota Usulkan Polres Tangsel Naik Jadi Tipe A

Megapolitan
Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Antisipasi PMK, Berikut Syarat Masuk Hewan Ternak ke Banten

Megapolitan
Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Antisipasi PMK, Pemprov Banten Minta Pemkab-Pemkot Data dan Awasi Hewan Ternak

Megapolitan
Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Polisi Lacak Penyebar Video Hoaks Perampokan di Kalideres

Megapolitan
Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Kapasitas KRL Jadi 80 Persen, Jumlah Penumpang Belum Naik Signifikan

Megapolitan
Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Diduga Tersambar Petir, Bangunan Khas Minangkabau di Kebon Jeruk Kebakaran

Megapolitan
Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Pemprov Banten Minta Bupati-Wali Kota Bentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Penanggulangan PMK

Megapolitan
Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Kolong Flyover Taman Cibodas Tergenang 70 Sentimeter, Akses Pengendara Terputus

Megapolitan
Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Antisipasi Penumpukan Penumpang, KAI Commuter Terapkan Penyekatan di Stasiun

Megapolitan
Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Antisipasi Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Dinkes Kota Bekasi Berencana Bentuk Komite Ahli

Megapolitan
Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Reaksi Beragam Warga terkait Kebijakan Lepas Masker...

Megapolitan
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Bantah Tudingan Mafia Impor Barang yang Dituduhkan Eks Pejabatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.