Aturan Ganjil Genap Dihapus, Bagaimana Kesiapan Pengelola Pasar Minggu?

Kompas.com - 03/07/2020, 07:25 WIB
Gedung Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (5/7/2020) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOGedung Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (5/7/2020) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Pasar Minggu di Jakarta Selatan menyiapkan sejumlah rencana dalam menjalankan operasional pasar setelah penghapusan sistem pembatasan pedagang berdasarkan nomor ganjil genap toko atau lapak dan pengembalian jam buka pasar secara normal.

Persiapan termasuk pelaksanaan protokol kesehatan dan pengawasan pengunjung Pasar Minggu.

"Kami untuk tempat usaha ganjil genap kita tak berlakukan lagi tapi protokol kesehatan kami jalankan semaksimal mungkin. Dari pintu akses parkir itu sudah ada yang ukur suhu tubuh sampai masuk di blok pasar," kata Kepala Pengelola Pasar Minggu, Febri Rozaldy, saat ditemui Kompas.com di kantornya, Kamis (2/7/2020) sore.

Baca juga: Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Pemeriksaan suhu dilakukan di delapan titik masuk yang tersebar di lima blok Pasar Minggu yaitu Blok B, C, D, E, dan F.

"Sebelum pintu masuk blok, ada enam wastafel di jalur utama. Di blok lain juga ada. Total wastafel 11. Silakan cuci tangan," ujar Febry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wastafel di salah satu titik masuk di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (2/7/2020) sore. Unsur ASN, TNI, Polri belum terlihat membantu membatasi pengunjung di pasar sesuai keterangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO Wastafel di salah satu titik masuk di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (2/7/2020) sore. Unsur ASN, TNI, Polri belum terlihat membantu membatasi pengunjung di pasar sesuai keterangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pengelola akan memantau kerumuman pedagang dan pengunjung. Pihak pengelola, lanjut Febry, akan mengimbau pedagang dan pengunjung agar bisa menjaga jarak.

"Harapan kami, yang kami lihat akan kami tegur bagi yang tak pakai masker. Kami juga siapkan sanksi-sanksi sosial seperti kerja bakti seperti menyapu. Itu untuk kondisi masa transisi ini ya," tambah Febry.

Baca juga: Ganjil Genap Dihapus, Pedagang Pasar Minggu Senang Bisa Berjualan Normal

Pengelola Pasar Minggu juga memberikan batasan waktu beraktivitas di pasar selama 8 jam per satu sesi. Sesi tersebut masih sama sebelum ada Covid-19.

"Kebetulan ini masih sama ya. Kondisi Pasar Minggu ini kan 24 jam. Cuma kami batasi satu sesi itu aktivitasnya 8 jam," tambah Febry.

Untuk pembatasan kunjungan pembeli sebanyak 50 persen, Febry akan berusaha menggunakan alat hitung manual (hand checker) untuk memantau pergerakan pengunjung.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Bansos Tunai Dipotong, Warga Depok Mengaku Diancam Dipersulit Urusannya oleh Ketua RT

Tolak Bansos Tunai Dipotong, Warga Depok Mengaku Diancam Dipersulit Urusannya oleh Ketua RT

Megapolitan
UI Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk Mahasiswa se-Jabodetabek

UI Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 untuk Mahasiswa se-Jabodetabek

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Jabodetabek Cerah Berawan

Megapolitan
UPDATE: Depok Catat Rekor Baru Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

UPDATE: Depok Catat Rekor Baru Kasus Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang Capai Rp 675 Juta, Anggota Dewan: Kami Cuma Terima

Megapolitan
Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Bansos Telat Cair, Wagub DKI: Tiap Tahun Data Harus Dimutakhirkan

Megapolitan
83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

83 Persen Tenaga Pendidik di Jakarta Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Kecelakaan di Jalan DI Panjaitan, Satu Pemotor Tewas di Tempat, Penabrak Kabur

Megapolitan
Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Video Viral Aparat Kelurahan Paninggilan Utara Lakukan Pungli, Camat Ciledug Cari Pelaku

Megapolitan
4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

4 Kali Minus, Ekonomi Jakarta Akhirnya Tumbuh 10,91 Persen pada Kuartal Kedua 2021

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Cerita Ibu Hamil Ikut Vaksinasi Covid-19, Sempat Ragu tapi Khawatir Jadi Syarat Persalinan

Megapolitan
Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Anggaran Baju Anggota Dewan Capai Rp 675 Juta, Ketua DPRD Tangerang: Aku Enggak Ngerti

Megapolitan
463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

463.810 Warga Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Hendak Buat Konten Video, Remaja Tewas Tertabrak Saat Adang Truk di Cisauk

Megapolitan
Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Meningkat, Penjualan Daging Beku Jadi Peluang Bisnis Menggiurkan Saat Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X