Larangan Penggunaan Kantong Plastik Dapat Kurangi 200 Ton Sampah di Jakarta Selatan

Kompas.com - 03/07/2020, 17:43 WIB
Ilustrasi sampah plastik Dok. EcotonIlustrasi sampah plastik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menilai kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) dapat mengurangi sekitar 200 ton sampah di Jakarta Selatan (Jaksel). 

Jumlah tersebut hanyalah 20 persen dari total sampah yang ada di Jakarta Selatan.

"Penghasilan sampah di DKI Jakarta itu sekitar 7.800 ton per hari. Kalau kita membantu, setidaknya mengurangi 20 persen sumbangan sampah setiap hari. Kalau sampah kita ada 1.000 (ton), ya sekitar 200-an ton kita membantu mengurangi sampah di Jakarta Selatan," kata Isnawa seperti dikutip dari laman Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Isnawa menyebutkan, efektifitas penerapan penggunaan KBRL bergantung banyaknya pihak yang peduli untuk terlibat.

Pengelola pasar dan pusat perbelanjaan tak boleh berjuang sendirian. Mereka harus didukung setiap RT, RW, kelurahan, kecamatan, bahkan seluruh lapisan warga.

"Di Jakarta Selatan, kami mensosialisasikannya dengan hal sederhana, seperti pemakaian foto profil terkait penggunaan KBRL. Lalu untuk tingkat RW diminta untuk mengimbau warganya secara langsung agar bisa menyiapkan KBRL pada saat mau berbelanja," jelas Isnawa.

Baca juga: Masih Pakai Kantong Plastik, Pedagang di Pasar Minggu Tak Tega dengan Pembeli

Isnawa meminta pasar-pasar dan pusat perbelanjaan tak menyiapkan lagi plastik kresek agar peraturan ini berjalan dari dua sisi. Baik penjual dan pembeli.

"Contoh kalau di sini (Ranch Market) menyediakan kardus dan kantong belanja ramah lingkungan," ungkapnya.

Sementara Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Rahmawati mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sanksi denda hingga pencabutan izin usaha untuk pelaku usaha yang masih membandel.

"Untuk pemberian sanksi kepada pengelola mal, toko, swalayan, dan pasar rakyat terdiri dari teguran tertulis, denda uang tunai kisaran lima hingga 25 juta rupiah, pembekuan izin beroperasi, serta pencabutan izin usaha," kata Rahmawti.

Baca juga: 1.000 Pedagang Pasar Minggu Akan Dilibatkan Sosialisasi Larangan Penggunan Kanton Plastik

Kebijakan Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019, yang mulai berlaku secara serentak pada 1 Juli 2020 di Jakarta.

Isnawa meninjau implementasi penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) di Ranch Market Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Rabu (1/7/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Dihubungi Anak Buah John Kei, Putra Nus Kei: Bung John Mau Bunuh Bapak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Pemkot Tangerang Siap Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Megapolitan
Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Megapolitan
15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Megapolitan
Tembok Pembatas Kali Krukut di Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Tangani dengan Bronjong

Tembok Pembatas Kali Krukut di Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Tangani dengan Bronjong

Megapolitan
GPBSI Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Masyarakat Kembali Nonton di Bioskop

GPBSI Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Masyarakat Kembali Nonton di Bioskop

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X