Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Kompas.com - 04/07/2020, 17:02 WIB
Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat saat mengamankam lima pemuda di Kampung Duri, Cengkareng, Jakarta Barat yang hendak tawuran, Minggu (7/6/2020) dini hari. Dokumentasi Polres Metro Jakarta BaratTim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat saat mengamankam lima pemuda di Kampung Duri, Cengkareng, Jakarta Barat yang hendak tawuran, Minggu (7/6/2020) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Tambora, Jakarta Barat, menangkap MN (20), pelaku tawuran yang melarikan diri sejak dua bulan lalu.

MN ditangkap di kawasan Desa Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2020).

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, MN merupakan pelaku pembacokan terhadap Ramadhan (24) saat tawuran di kawasan Tambora, Jakarta Barat, pada 23 April 2020.

Baca juga: Polisi Kena Bacok Saat Melerai Tawuran di Tambora

Akibat bacokan tersebut, Ramadhan terluka di bagian paha, punggung, dan dada. Ramadhan tewas saat dalam perjalanan rumah sakit.

"Pelaku baru tiba tadi siang. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif," kata Iver dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Iver menjelaskan, aksi tawuran saat itu bermula ketika kelompok korban dan pelaku saling ejek di media sosial.

Baca juga: Pelaku Pembacokan Polisi di Tambora Ditangkap Setelah Sebulan Kabur

Kedua kelompok kemudian membuat janji untuk tawuran.

"Memang sudah ada persiapan mereka ini karena sebelumnya sudah saling ejek di medsos," katanya.

Saat kedua kelompok bertemu, Ramadhan kemudian menggeber motor ke hadapan kelompok MN. Saat itulah tawuran terjadi.

Baca juga: Tersangka Pelaku Penusukan Anggota Babinsa di Tambora Ditangkap

Ramadhan terjatuh dan langsung dikeroyok kelompok MN menggunakan senjata tajam.

"Pelaku MN mengakui perbuatannya itu. Dia mengaku karena tersulut emosi digeber knalpot sepeda motor sebanyak tiga kali di hadapan MN," katanya.

Akibat perbuatannya, MN dikenai pasal 170 KUHP Ayat 2 tentang kekerasan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia subsider Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 lebih subsider Pasal 351 Ayat 3.

MN terancam hukuman paling lama 12 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Minta Pemerintah Terbuka Soal Ketersediaan Daging Sapi

Pedagang Minta Pemerintah Terbuka Soal Ketersediaan Daging Sapi

Megapolitan
6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

6 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini, Total Sudah 40 Jenazah

Megapolitan
Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Polisi Kesulitan Ungkap Indentias Perampok Minimarket yang Terekam CCTV di Ciputat

Megapolitan
4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

4 Jam Diperiksa Terkait Kasus Suaminya, Nindy Ayunda: Doakan Saja, Ya

Megapolitan
Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Istri Isa Bajaj Lapor Polisi

Megapolitan
Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Raffi Ahmad Hadiri Pesta Setelah Vaksinasi Covid-19, Polisi Sebut Tak Ada Prokes yang Dilanggar

Megapolitan
UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 19 Januari: Ada 2.563 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Ini 2 Harapan APDI di Tengah Lonjakan Harga

Megapolitan
Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Satu Pengasuh Positif Covid-19, Panti Asuhan di Depok Diisolasi

Megapolitan
Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Asosiasi: 40 Persen Pedagang Daging Sapi di Jadetabek Gulung Tikar karena Harga Naik

Megapolitan
DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

DKI Jakarta Minta Pedagang Daging Tak Mogok Jualan: Kasihan Pelaku Usaha Kecil

Megapolitan
RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

RS Hampir Penuh, IDI Jakarta: Sudah Diingatkan Sejak Sebelum Liburan

Megapolitan
Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Depok Meninggal akibat Covid-19

Megapolitan
Para Pedagang Daging Sapi Berharap Diundang ke Istana

Para Pedagang Daging Sapi Berharap Diundang ke Istana

Megapolitan
40 Anak Panti di Pancoran Mas Depok Reaktif Tes Antigen, 1 Pengasuh Positif Covid-19

40 Anak Panti di Pancoran Mas Depok Reaktif Tes Antigen, 1 Pengasuh Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X